Ainsley Felton, gadis manis yang tidak pernah percaya pada keajaiban. Hidupnya berubah terbalik ketika mengunjungi kakeknya di Kota Shea. Kota misterius yang tidak pernah terlihat di peta maupun satelit.
Awalnya, liburan akhir tahun di Kota Shea ada...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aku melihat bayangan aneh.
~•¤•~
Brakk!
Luke tersentak terkejut. Ketika siluet kegelapan milik Fis, merambat keluar dari dalam jubah pekatnya. Bayangan hitam itu dengan cepat bergerak---mengurung tubuh; Luke, Ainsley dan Hugo secara terpisah.
Ainsley dan Hugo, sama terkejutnya dengan Luke. Bayangan gelap milik Fis seakan-akan memiliki jiwa tersendiri. Siluet itu menyatu menjadi satu---membentuk beberapa kurungan---berukuran bola raksasa.
Anehnya, perangkap si pria berambut perak tidak berdampak pada tubuh Rasbeth.
"Sial!" umpat Hugo ketika menyadari tubuhnya juga ikut terkurung ke dalam bola penuh kegelapan.
Belum merasa puas, Fis mengeluarkan sekitar tiga belas sosok prajurit yang tubuhnya juga dibentuk dari siluet kegelapan hanya dengan pergerakan satu tangan saja.
Prajurit bayangan itu bergerak dengan cepat dalam wujud asap, mengelilingi tiga bola kegelapan yang dijadikan kurungan untuk Luke dan teman-temannya.
"Selamat datang kembali!" ucap Fis dengan seringaiannya. "Aku tidak menyangka, kalian berempat bisa melewati hutan penuh bisikan dengan mudah. Hebat! Hebat!" lanjut Fis sembari memberikan tepuk tangannya.
Ainsley menggeleng. Fis tidak seperti dugaannya selama ini. Pria berperawakan tinggi itu jauh lebih sakti dari apa yang Ia pikirkan.
Bagaimana bisa? Dia dengan mudah, melewati hutan gelap Wysperia seorang diri?
Fis tersenyum. Kemudian, ia melirik Rasbeth yang sedari tadi terdiam menunduk. "Kerja bagus Rasbeth, kau berhasil membawa mereka hidup-hidup ke dalam perangkapku," ujarnya.
Ainsley terkejut, Ia menoleh memandang Rasbeth. Begitupun juga dengan Hugo. Rasa tidak percaya tengah menghinggapi mereka berdua secara bersamaan.
"R-Rasbeth, apa maksudnya semua ini? Ah, aku tahu! Fis pasti sedang membohongi kami, bukan?" tanya Ainsley tidak percaya.
Rasbeth tidak menjawab. Ia terdiam cukup lama sembari mempertahankan posisi menunduknya.
"Rasbeth! jawab aku!" tegas Ainsley dengan nada yang ditinggikan. "Aku tidak percaya bahwa kau-"
"CUKUP!" bentak Rasbeth. "Ya, Aku sengaja membawa kalian bertiga ke tempat ini! Puas?!"
Sekali lagi, Ainsley dan Hugo terperanjat terkejut. Layaknya sebuah hantaman keras di dada, Rasbeth tega menipu mereka. Terutama Ainsley, penghianatan terasa begitu kentara baginya.
Hugo melirik Ainsley yang tengah menunduk dalam diam. Dia sedetik kemudian mengalihkan pandangannya---menatap kesal ke arah Rasbeth.
"Kau! apakah ini yang dinamakan balas budi?" ucap Hugo dengan nada sarkastiknya. "Betapa bodohnya dirimu!"