XLVIII. ✾ Kamera Pengintai ✾

1.4K 211 27
                                        

~•¤•~

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

~•¤•~

Hujan salju terus menerus menghujam kediaman Keluarga Dirgory di malam yang gelap. Angin dingin menderu lembut di kala itu. Menyebabkan suara bising alami namun dapat meneduhkan jiwa.

Tumpukkan salju putih telah memenuhi halaman depan mansion. Cuaca ekstrem tidak membuat para penjaga berpatah semangat untuk menjalankan tugasnya masing-masing. Sesekali mereka berjalan mondar-mandir mengelilingi lingkungan mansion yang sangat luas demi menunaikan kewajibannya.

Namun, bukan para penjaga yang menjadi fokus kita kali ini. Mari kita fokuskan pada mansionnya. Coba kalian perhatikan pilar yang tengah menopang sisi depan mansion.

Pilar itu terlihat indah dilapisi cat berwarna putih serta batu marmer yang mengkilap cantik pada bagian tengahnya. Sepertinya, Tuan Blake mengenal apa itu arti sebuah karya seni. Entah sebanyak apa beliau rela merogoh kocek demi merawat rumah megahnya?

Kalian bisa menikmati keindahan pilar nanti. Sekarang, mari kita fokuskan pada seorang anak laki-laki yang sejak tadi tengah bersembunyi di balik pilar.

Anak itu mengenakan jaket berwarna coklat tua yang terlihat cukup sederhana namun sepertinya mahal jika diteliti secara saksama. Dia sengaja tidak memakai topi, agar rambut coklat tua-nya tetap terlihat menawan walaupun harus terkena butiran salju. Mata abu-abunya tampak tajam secara bersamaan, menunggu kedatangan seseorang secara diam-diam.

Jika melihat gerak-geriknya, orang lain akan mengira dia adalah sosok penjahat yang tengah mencari kesempatan untuk mencuri marmer dari pilar putih tersebut. Namun siapa sangka, anak laki-laki yang tengah bersembunyi adalah putra Tuan Blake sekaligus penerus ke tujuh Mansion Dirgory nan megah. Ya, siapa lagi kalau bukan Orion Dirgory?

Orion mendengkus bosan ketika sosok Jeffrey yang tengah ditunggunya sedari tadi tidak memperlihatkan batang hidungnya sama sekali.

"Kenapa anak itu lama sekali sih?" gumam Orion kesal. "Padahal, jarak dari sini menuju ke mansionnya hanya terpaut satu mil."

Orang yang dibicarakan pun tiba. Orion mendapati Jeffrey yang tengah mempertaruhkan etika kebangsawanannya demi berjalan memasuki gerbang mansion dengan mengendap-ngendap melewati para penjaga.

Halaman depan Mansion Dirgory memang selalu gelap. Dikarenakan Tuan Blake merupakan pribadi yang sangat suka berhemat. Sehingga mempermudahkan Jeffrey untuk melakukan aksinya.

Tidak hanya Jeffrey, ternyata. Sosok anak laki-laki bertubuh sedikit gemuk juga turut hadir mengikutinya dari belakang. Ya, siapa lagi kalau bukan Boby?

Orion menggelengkan kepalannya. Ia tidak habis pikir, ketika mendapati kedua sahabat karib-nya itu terlihat kompak satu sama lain.

Jeffrey dan Boby berjalan merangkak melewati para penjaga dengan sangat ahli. Sepertinya, mereka berdua cukup berpengalaman dalam aksi menyelinap. Mungkin, ada saatnya Orion harus merekrut kedua sahabatnya itu untuk menjadi mata-mata Keluarga Dirgory.

Ainsley Tricks: The Mysterious Puzzle Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang