XXIX. ✾ Pria Berambut Ular ✾

1.7K 326 33
                                        

~•¤•~

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

~•¤•~

Ainsley terkejut bukan kepalang setelah membaca jurnal tua milik Fis. Perasaan bingung dan tidak percaya mulai menyelimuti semua kepala dan relung hatinya. "Jika Fis bukan pesulap, lalu siapa pesulap yang sebenarnya?"

Ainsley terdiam beberapa saat sambil memandangi cahaya lilin yang terus-menerus berpijar. "Aku harus segera pergi dari sini!"

Ainsley segera memanjat rak-rak lemari yang letaknya berada tepat di samping ranjang. Setelah terasa cukup tinggi, gadis itu bergegas melompat kembali ke dalam ventilasi---tempat masuk sebelumnya.

Nyaris terjatuh ketika berhasil menggapai lantai ventilas, untungnya saja gadis itu dengan sigap menggenggam tralis penutup. "Fyuhh ... untung saja."

Ainsley melanjutkan perjalanannya kembali di dalam ventilasi, mengikuti jalur arah kedatangannya. "Kalau jalur yang kanan menuju ke kamar tadi, seharusnya aku berjalan di jalur kiri," pikir Ainsley ketika ia telah tiba di depan dua jalur sebelumnya.

Ainsley terus berjalan merangkak menyusuri jalur itu hingga lima belas menit lamanya. Dia tidak menyangka, bahwa jalur ventilasi yang tengah dilewatinya ini begitu panjang. Seakan-akan tidak memiliki ujung.

"Aku lapar," gumam Ainsley. "Tidak! Sekarang bukan waktunya untuk memikirkan itu! Aku harus segera membebaskan anak-anak yang lainnya!"

Ainsley sekuat tenaga tetap berjalan merangkak maju melawan rasa lapar dan lelahnya. Sampai tiba saatnya gadis itu mendengar samar-samar suara orang berbicara. Tidak bukan satu atau dua orang, lebih tepatnya belasan orang.

"Suara? Sepertinya jika mengikuti arah suara, aku bisa menemukan petunjuk."

Ainsley berjalan terus mengikuti sumber suara. Dari kejauhan, dia menemukan ventilasi besar di depan sana.

"Kau tidak bisa membuangku!" Suara mengerikan dan tegas, terdengar oleh Ainsley ketika gadis itu berada tepat di dekat ventilasi. Usut punya usut, ventilasi kali ini berada di atas plafon aula, Ainsley mengamati ruangan megah yang dipenuhi belasan makhluk aneh dengan pakaian berkelas.

Di sana terdapat sebuah altar dengan kursi singgasana yang diduduki oleh seorang pria berumur sekitar tiga puluh tahun, mengenakan pakaian serba hitam.
"I-ini aula raja?"

Gadis itu mengamati seorang pria berpostur tinggi, berpakaian lengkap layaknya seorang jendral di film-film tengah menghadap altar.

"Aku sudah mengabdi setia kepadamu selama ratusan tahun! Aku bahkan tidak segan-segan membunuh keluargaku sendiri dan mengurung Remus untukmu! Di mana keadilanmu?!" ucap Pria itu lantang. Suaranya yang tegas menggema di seluruh penjuru aula.

"Apa? Fis?!" kaget Ainsley. "Jadi, pria yang tengah duduk di singgasana itu ... Fis?"

Pria berpakaian serba hitam beranjak berdiri dari kursi kebasarannya. Ia melangkah maju, menuju si pembicara. "Aku tidak membuangmu, melainkan menurunkan jabatan jendralmu."

Ainsley Tricks: The Mysterious Puzzle Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang