Menjaga perasaan memang tak mudah karena setiap hati mudah patah
Suasana kantin sedang ramai oleh murid-murid SMA Harapan Bangsa yang sedang mengisi perut mereka dengan jajanan. Tak terkecuali Bulan dan Nada yang sedang berada di meja pojok kantin. Mereka sengaja memilih tempat itu agar bisa lebih leluasa mengobrol.
"lan, gue denger-denger kak Angga mau tanding basket ya minggu depan". Ujar Nada mencari topik pembicaraan karena daritadi yang dilakukan oleh Bulan hanya mengaduk-ngaduk basonya.
Bulan yang mendengar nama Angga langsung mengangkat wajahnya dan tersenyum sangat manis hingga menampakkan lesung pipinya.
"serius lo?, demi apa kak Angga mau tanding basket?, kok gue gak tau".
"siapa suruh gak masuk sekolah seminggu, ketinggalan berita tentang kak Angga kan lo! ". Ejek nada. Bulan memberenggut kesal.
Saat mereka sibuk membicarakan tentang Angga si ketua OSIS sekaligus pemain inti klub basket sekolah, tiba-tiba segerombolan anak Alexas datang memenuhi kantin dan segera duduk di meja langganan mereka yaitu meja pojok kanan yang bersebrangan dengan meja Bulan dan Nada.
Bulan memandang mereka dengan tatapan tak suka. Dia paling benci dengan yang namanya Troublemaker dan bulan melihat hal itu pada anak-anak Alexas.
"biasa aja dong ngeliatinnya. Entar demen lho". Nada lagi-lagi mengejek Bulan tentang ketidaksukaannya terhadap Alexas.
"dih amit-amit gue suka sama tuh anak-anak Alexas, gue paling benci sama yang namanya pembuat masalah. Kalo lo mau tau tipe gue tuh kayak kak Angga. Udah pinter, anak OSIS, anak basket, baik lagi". Jawab Bulan.
"emang kenapa sama anak Alexas?, lo gak suka?! ". Suara bariton menyentak Bulan. Bulan menengadahkan wajahnya untuk melihat si empunya suara.
Nampaklah Ari yang sedang berdiri disamping meja Bulan dan Nada.
"ehh.. Kak Ari, kita cuma lagi ngomongin anak Alexas yang pada strong-strong kok". Elak Nada.
Bulan memandang tajam Ari. Mata sipitnya menatap mata bak elang milik Ari."kenyataannya, anak Alexas itu troublemaker yang gak disukai sama guru-guru. Dan gue gak suka sama yang namanya Troublemaker". Tegas Bulan.
Rahang Ari mengeras."apa lo bilang?! ".
"biar gue bilangin sekali lagi, anak Alexas itu cupu bisanya cuma bikin masalah tapi gak bisa nyelesain masalah itu ". Bulan mengangkat wajahnya tinggi-tinggi.
"ri, kita ke meja aja yok!". Ajak Abel. Dia tau jika sebentar lagi Ari akan meledak.
"coba lo bilang sekali lagi?!". Tanya Ari tajam.
"lo budeg?!, anak Alexas CUPU!!". bulan menekankan kata cupu pada kalimatnya.
Rahang Ari mengeras, baginya tak ada yang boleh melecehkan Alexas karena baginya Alexas adalah keluarga.
"Kyaaa..!!". Jerit Bulan. Sekarang Ari tengah membopongnya seperti sedang membawa karung beras didepan orang banyak.
"Ari turunin gue!!!". Bulan memukul punggung tegap Ari. Tetapi Ari seolah-olah menulikan telinganya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sun And Moon(COMPLETED)
Teen Fiction|BUDAYAKAN FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA YA| Dear, Saat aku yakin bahwa kamulah orang yang paling aku percaya. Namun, ternyata aku salah kamu malah membuatku kecewa dan sakit hati. Sebuah cerita yang mengisahkan seorang gadis yang terus menerus berh...
