22-TERKEJUT?

122 8 0
                                        

Kamu bukan milikku jadi terkadang aku berpura-pura menjadikanmu milikku

Bulan menatap lembar jawaban komputer ujiannya yang sudah penuh. Hari ini adalah hari terakhir ujian tengah semester dan Bulan seperti biasa tidak merasa kesulitan sama sekali.

Matanya menatap ke luar jendela. Ia mendesah. Hidupnya sekarang hampa, tak ada apapun yang dapat membuatnya tertarik.

Laki-laki yang ia sukai selama 2 tahun ternyata adalah pengguna seks bebas, kakaknya terlalu sibuk bekerja hingga tak bisa meluangkan waktu bersamanya, sementara yang lain, entahlah Bulan tak pernah punya banyak teman.

Gadis itu mengernyit saat merasa ada seseorang yang melemparnya dengan kertas. Ia membuka kertas tersebut.

Bantuin gue, essay nya susah semua😭
-Nada Aulan

Bulan terkekeh. Ia melirik meja Nada yang berada di barisan paling depan. Gadis itu tak bergerak, hanya menumpukan wajahnya di atas meja.

Bulan menulis jawaban di kertas yang di lempar Nada lalu ia melemparnya balik. Nada tersenyum kegirangan, dengan kecepatan penuh ia menyalin jawaban Bulan. Bulan menatap ke luar jendela lagi.

Gue-gue suka sama lo, pernyataan cinta Ari kembali membayangi pikirannya. Bulan tak bisa menampik jika ia merasa nyaman didekat cowok itu, seperti merasa... Dilindungi.

Dan entah kenapa dia merasa jika sepertinya Ari memiliki banyak rahasia yang ia tutupi. Misalnya....

Tentang saudara kembarnya?

Bulan terkesiap, ia memukul pipinya sendiri. Sadar, lan. Lo gak boleh ikut campur dengan masalah Ari. Inget, lo itu hanya orang luar yang kebetulan lewat di hidup Ari.

Tapi,... Hatinya merasa sakit ketika ia berusaha menyadarkan dirinya sendiri jika ia hanya orang luar.

Degg...

Perasaan ini lagi, perasaan apa ini? Perasaan ini selalu ada jika berkaitan dengan Ari.

Bulan mendesah-lagi-. Ia menumpukkan kepalanya di atas meja seperti yang Nada lakukan sebelumnya. Auah.. Gue pusing!

🌚🌚🌚

Ari menunggu Bulan yang masih melaksanakan jadwal piket kelas di parkiran sekolah bersama anak Alexas. Secara tiba-tiba, tanpa ada angin, tanpa ada hujan, Zohal muncul.

Alexas terkejut, begitupun Zohar. Semua terkejut kecuali Abel dan Ari. Zohal tersenyum ke arah mereka, ia melambaikan tangannya dan menghampiri mereka.

"Hai! Udah lama ya kita gak ketemu". Ucap Zohal di depan anak Alexas.

Dengan pandangan mata yang berbinar, Zohar memeluk tubuh adiknya itu dengan erat. "Gue kangen bat, gila!! ".

Abel menatap Zohar abeh, ia mendekatkan wajahnya pada Ari. "Ri, bukannya Zohar udah tau kalo adeknya pulang ya? ".

Ari mengendikkan bahunya. "Gak tau tuh, gila emang bocahnya. Mungkin tertutupi rasa kangennya jadi lupa".

"Kalian lagi ngapain ngumpul disini? Biasanya kan ada di markas". Tanya Zohal setelah kakaknya melepaskan pelukannya.

"Lagi nungguin pacar barunya bos  soalnya abis itu kita mau pergi ke markas yang ada di kemayoran". Jawab Oji tanpa mengalihkan pandangannya dari handphone.

"Lo sendiri ngapain disini? Bukannya udah gak ada urusan lagi sama Jakarta? ". Ucapan sarkatik Abel mulai meluncur dari keluar dari bibirnya. Zohar menatap tajam cowok itu.

Zohal tertawa. "Gue mau jemput Angga soalnya dia udah janji mau nemenin gue di tempat pemotretan".Ari mendesis saat mendengar hal itu.

"Maaf ya semua, gue te-". Ucapan Bulan menggantung kala matanya menatap Zohal. Mulutnya kelu, tak bisa mengucapkan hal apapun.

Dengan sigap Ari menarik tangan Bulan. "Lama lo! ". Bulan bergeming, ia masih menatap Zohal.

"Kamu kesini, hal? ". Suara Angga membuat Bulan menoleh ke arah mereka. Menatap mereka dengan pandangan terluka.

"Aku kesini mau jemput kamu". Jawab Zohal. Ia menggandeng tangan Angga dan membawanya masuk kedalam mobil. Angga sempat melirik Bulan yang memandangnya terluka.

Bulan merasa tertohok. Hanya ia yang merasa kecewa, hanya ia yang merasa hampa, dan hanya ia yang merasakan rasa pengkhianatan dan patah hati.

Bulan merasa tubuhnya melayang. Sedari tadi ia melamun membuat Ari jengkel. Ari memberikan helm pada Bulan. "Woy, gue gak kumpul dulu hari ini".

Setelah mengucapkan hal itu, Ari tancap gas keluar dari wilayah sekolah SMA HarBa.

Rian yang menyadari sesuatu langsung tepuk jidat. "Goblok! Bos  sama Angga kan musuh bebuyutan. Dan pacarnya bos, mantannya Angga".

"Har, hari ini ada tanding balap gak? ". Tanya Abel. Ia sedang ingin balapan karena suasana hatinya yang memburuk.

Abel terkejut melihat Zohar yang sedang berjongkok sambil memainkan tanah. "Lo ngapain disitu bangsat? Jangan bilang lo lagi nangis gara-gara ditinggalin Zohal  ".

"Jangan tanya hikss.. Gue gak hikss.. Tau apapun hikss.. Kenapa adek gue lebih milih bareng sama si brengsek itu daripada sama kakaknya?!! Emang gue kurang apa?!!  ". Teriak Zohar merasa frustasi. Ingus nya mulai keluar dari hidungnya ia menyedotnya kembali.

"Jorok lo, babi! ". Zohar melempar saputangan yang selalu ia bawa kemana-mana. "Lo mau tau, lo kurangnya apa? Nih gue kasih tau. Lo itu...... Kurang otak, makanya Zohal gak mau".

🌞🌞🌞

Angga memandang sekitarnya, lingkungan yang tak pernah ia kenal sebelumnya. Lampu sorot, orang-orang yang tak pernah berhenti berlalu lalang, jepretan kamera, serta arahan sang Fotografer. Dunia model yang sudah ditekuni oleh Zohal sejak ia kabur.

"Oke, istirahat dulu. Kita mau ganti latar ". Ujar sang Fotografer. Zohal menghampiri Angga yang daritadi ia suruh duduk di sofa untuk melihatnya menjadi model.

"Kamu bosen gak? ". Tanya Zohal. Ia tersenyum pada seorang pegawai yang membawakan sebuah anting yang harus ia pakai untuk memperindah pakaian yang ia kenakan.

"Gak. Kamu sendiri gak capek sama kerjaan yang kayak gini? ".

Zohal tersenyum. "Sama sekali enggak. Soalnya kalo misalkan aku bosen, kasian majalah yang kontrak aku. Gak bisa cari model yang lebih dari aku".

Jawaban Zohal membuat Angga tertawa. Ia memperhatikan Zohal yang tengah memasang anting pada kedua telinganya.

"Melanie! ". Panggil Zohal. Melanie berjalan ke arah mereka. "Nih, kasihke ruang wardrobe". Melanie mengangguk lalu ia pergi meninggalkan mereka.

"Zohal, pemotretan akan segera dimulai". Pegawai yang sebelumnya kembali lagi untuk memanggil Zohal.

Zohal mengangguk. "Tunggu ya, sebentar lagi kok". Zohal pamit pada Angga.

Angga kembali duduk sendiri lagi. Tiba-tiba ia teringat akan pandangan Bulan terhadapnya tadi ketika ia digandeng oleh Zohal. Ia mengingat kembali sikap dingin gadis itu saat ia tolong ketika Bulan sedang di bully.

Apa Bulan masih nyimpen perasaan ke gue?

#bacotnyauthor
Mohon maaf yang sebesar-besar nya kalo gaje. Author otaknya lagi lola, gila!!!

Buat kalian yang suka Sun and moon. Jangan lupa Share ke temen-temen kalian juga. Oh ya, vote and commentnya juga lho....

Author juga mau nanya nih, kira-kira sad song yang cocok kalo lagi galau apa ya?

Silahkan kalian jawab di kolom komentar sebanyak-banyaknya. Karena author menerima segala macam jenis lagu.

Lanjut gak nih ya????

Sun And Moon(COMPLETED) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang