Mungkin ini waktunya untuk melupakanmu. Menyerah dan selesai.
"Ah... ". Nada mengeluh kembali saat melihat nomor ujiannya yang berada cukup jauh dari Bulan.
"Alay lo. Cuma duduk pisah dari gue doang". Ejek Bulan. Nada memberengut kesal.
"Buat yang otaknya kayak lo sih emang biasa aja. Lah, gue yang otaknya cuma bisa di pake buat ngapal nama anggota Blackpink sama EXO, dapet nomor ujian itu menentukan masa depan".
Bulan tertawa. "Tuh kan, mulai lagi".
Mereka saat ini sedang berada di kelas karena Bulan yang memintanya-sebenarnya untuk menghindari Angga-.
"Oh ya, lan. Hubungan lo sama kak Angga, gimana?, gue penasaran nih".
"Eng.. ". Bulan mencoba mencari-cari jawaban di pikirannya. Ia tak siap menceritakan kebenarannya pada Nada.
"Lho?, biasanya lo Excited banget?, berantem ya? ".
"Eh?, i-iya. Kita berantem". Jawab Bulan cepat tanpa memandang mata Nada. Nada menatapnya penuh selidik.
"Gue curiga. Jangan-jangan.. ".
"Bu-bukan beg-".
"Lo di kenalin ke orang tuanya kak Angga? ".
Bulan terkekeh pelan. Gimana caranya gue bilang kalo kak Angga tidur sama cewek lain?.
"Permisi". Sebuah suara menginterupsi pembicaraan kedua gadis tersebut. Mereka menoleh, Angga dengan sebuah senyum yang menawan berdiri di depan meja mereka.
Jika dulu, Bulan selalu menantikan senyum itu. Entah kenapa, Bulan malah ingin muntah melihatnya. "Ngapain? ". Tanya Bukan dengan wajah datar. Perubahan wajah Bulan menjadi perhatian Angga.
"Aku mau ngomong sama kamu, boleh? ".
"Kayaknya aku ga-"
"bawa aja kak Bulan nya. Kita tadi juga lagi ngomongin kakak". potong nada tanpa memperhatikan ekspresi Bulan.
Aduh, Nada.. Gue lagi gak mau ketemu kak Angga.
"Thanks ya". Angga tersenyum. Ia melangkah lebih dulu dan Bulan mengikutinya tepat di belakang.
Bulan mencoba mengalihkan pandangannya dari punggung Abgga yang terus ia tatap. Angga berhenti di bawah tangga menuju kelas 12.
"Jadi, kakak mau bicarain apa? ". Tanya Bulan To The Point. Ia ingin segera mengakhiri pembicaraan ini.
"Kamu gak papa? ".
Bulan mengernyit lalu tertawa. "Emang aku keliatan sakit?, aku baik-baik aja sampe liat kakak sama cewek itu kemaren di apartemen". Tawa yang keluar dari mulut Bulan menghilang begitu saja.
Angga menatap Bulan dengan pandangan bersalah. Bulan menunduk. "Lan, aku.. "
"Kalo kakak gak bisa jelasin, gak papa kok. Tapi,.. ". Bulan mengangkat wajahnya dan tersenyum. "Kita gak bisa kayak dulu lagi karena aku gak percaya dengan yang namanya kesempatan kedua. Aku berharap kaka ngerti".
KAMU SEDANG MEMBACA
Sun And Moon(COMPLETED)
Teen Fiction|BUDAYAKAN FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA YA| Dear, Saat aku yakin bahwa kamulah orang yang paling aku percaya. Namun, ternyata aku salah kamu malah membuatku kecewa dan sakit hati. Sebuah cerita yang mengisahkan seorang gadis yang terus menerus berh...
