Walau mencintai dan menyayangimu menimbulkan luka, aku tak peduli, karena aku sudah terlalu buta karenanya
Bulan memejamkan matanya, ia memasang earphone pada kedua telinga. Ia menghela napas. Cepat atau lambat, ia akan pergi meninggalkan semuanya.
Bulan pasti akan merindukan dunia ini. Merindukan obrolannya dengan Nada, candaan Zohar dan Abel, juga tingkah konyol Ari. Ia tak sanggup meninggalkan itu semua.
Tapi, apa boleh buat. Dokter Fero mengatakan dengan penuh keyakinan jika operasinya berhasil. Bulan pun harus menjalani hidup dengan kemoterapi. Bulan tak ingin menyusahkan orang-orang disekitarnya. Ia lebih memilih mati saja daripada merepotkan yang lain.
Bulan memejamkan matanya. Mereasapi setiap bait lagu yang ia dengarkan. Jika menggunakan earphone, Ari pasti akan memarahinya.
Tanpa sepengetahuan Bulan, Ari sudah mengamatinya dari tadi. Cowok itu tercekat, saat melihat wajah Bulan yang menahan sakit.
Siapapun akan tau, jika Ari sudah jatuh pada pesona Bulan. Dan sampai kapanpun Ari akan tetap jatuh pada gadis bermata sipit itu.
🌞🌞🌞
Bulan duduk menunggu dengan sabar. Ia mengedarkan pandangannya pada seluruh penjuru kafe hingga matanya menangkap sosok perempuan model itu.
Ia melambaikan tangannya, memberi tanda bahwa ia ada disini. Zohal duduk di depannya. Bulan menampilkan senyumnya.
"Gue gak nyangka lo yang bakal ngajak ketemu. Sorry ya, gue telat". Kata Zohal. Bulan menggeleng.
"Gak papa kok".
Zohal memesan vanilla latte kesukaannya sementara Bulan hot chocolate. Mereka mulai dengan obrolan ringan hingga akhirnya Bulan mengutarakan maksudnya untuk bertemu.
"Ng.. Gue mau minta tolong sama lo". Bulan mengeluarkan sebuah paper bag. Ia menyodorkannya pada Zohal.
"Apaan nih? ".
"Oleh-oleh buat lo sama Angga. Gue juga mau minta maaf karena udah jadi orang ketiga diantara lo sama Angga. Tapi, gue seneng liat Angga baik-baik aja". Jawab Bulan dengan senyum di akhir kalimatnya.
"Harusnya gue yang minta maaf, gue udah ngambil Angga dari lo". Sahut Zohal. Bulan menggeleng.
"Gue bersyukur. Angga udah dapet lo yang sempurna".
"Ata juga dapet lo yang sempurna".
Bulan tersenyum miris. "Gue putus sama Ari".
Zohal terkejut. "Kok bisa? ".
"Gue gak mau dia repot sama cewek penyakitan kayak gue".
Zohal mengernyit. "Penyakitan? ".
Bulan mengangguk. "Gue di vonis dokter kena kanker otak stadium I tapi, sekarang udah parah. Masuk stadium III".
Zohal tak mampu berkata-kata. Ia memandang gadis yang di depannya masih saja tersenyum.
"Tolong, lo jaga Angga. Bagi gue, dia adalah seorang kakak yang juga cinta pertama". Bulan menepuk punggung tangan Zohal lantas berlalu meninggalkan Zohal yang masoh tercengang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sun And Moon(COMPLETED)
Teen Fiction|BUDAYAKAN FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA YA| Dear, Saat aku yakin bahwa kamulah orang yang paling aku percaya. Namun, ternyata aku salah kamu malah membuatku kecewa dan sakit hati. Sebuah cerita yang mengisahkan seorang gadis yang terus menerus berh...
