Karena aku bukan bumi, yang akan selalu menerima hujan saat langit membuangnya.
Bulan mempunyai firasat buruk terhadap sekelompok kakak kelas yang menghadang jalannya saat ia keluar dari toilet. Koridor menuju toilet memang selalu sepi dan tenpat selalu digunakan untuk membully mereka yang lemah.
"Jadi, ini yang namanya Bulan. Sok kecakepan banget lo jadi cewek". Seorang kakak kelas dengan dandanan paling nyentrik mendorong bahu Bulan hingga gadis itu mundur beberapa langkah. Dan Bulan bisa menebak jika gadis ini adalah ketua mereka.
"Menurut informasi yang kita dapet. Namanya Rembulan Angkasa anak kelas XI-IPA-2 dan juga anggota PMR. Dia juga selalu jadi juara umum di angkatannya". Ucap teman yang berada disebelahnya.
"Oh, jadi itu yang buat dia bangga di depan Angga dan Ari". Gadis dengan dandanan paling nyentrik itu menatap tajam Bulan dari atas sanpe bawah. "Cantik? Enggak, seksi?, enggak juga. Modal otak doang, belagu lo!! ". Maki gadis itu. Diikuti oleh sorakan melecehkan yang keluar dari bibir teman-temannya.
"Seenggaknya, saya bukan kakak yang cuma modal tampang sama badan buat di grepe-grepe om-om hidung belang".
"Berani lo ya sama kita?!! ". Teman yang disebelahnya mendorongnya hingga jatuh terjerembab di lantai.
"Naila, Kata gue, dia kita jadiin bitch aja biar tau rasa!! ". Saran temannya pada gadis yang berdandan paling nyentrik.
"Saran lo boleh juga. Ayo kita lakuin! ". Nailan menjentikkan jarinya membuat semua teman-temannya mendekati Bulan.
"Naila!! ". Suara Bass itu menyentak seluruh yang berada di koridor depan toilet. Angga menghampiri Bulan dan membantu gadis itu berdiri.
"Lo kok bantuin nih cupu sih, ga? Lo tuh gak pantes bersanding sama cewek murahan kayak dia". Naila menunjuk wajah Bulan yang merunduk. "Gak asik nih, cabut, guys".
Setelah kelompok Naila menjauh. Angga mengecek kondisi Bulan. "Lo gak papa? ".
Bulan mengangguk. "Thanks, kak. ". Ia berjalan tertatih-tatih karena lutunya yang terluka akibat dorongan Naila tadi menjauhi Angga menuju lokernya untuk mengambil beberapa buku paket.
Lagi-lagi, ia mendesah melihat pintu lokernya yang banyak tertulis hujatan dan makian untuk dirinya.
Gak level lo sama kak Angga!
Bitch!, jauh-jauh lo dari Angga
Sadar diri dong, mbak. Muka lo gak pantes buat Angga!
Cewek Jalang!
Dan masih banyak lagi tulisan-tulisan yang menghujat dirinya. Ia membuka kunci lokernya. Gadis itu harus berterima kasih pada kepala sekolah SMA Harapan Bangsa karena menyediakan loker dengan kunci password sehingga hanya pemiliknya lah yang tau.
"Ya ampun! ". Bulan tersentak kaget saat menutup pintu dan menemukan wajah Ari disana.
"Apaan nih? ". Ari membaca tulisan yang ada pintu loker Bulan.
"Bukan ap-"
"What The Fuck?!!, siapa yang berani nulis kayak ginian?, anak Alexas aja gak pernah berani nulis yang kayak begini. Emang gue larang sih. Tapi, ini udah kelewatan. Trus, kaki lo kenapa itu?. Tadi gue liat jalannya pincang? ". Pertanyaan Ari datang bertubi-tubi. Membuat Bulan bingung ingin menjawab apa.
"Kita ke UKS aja dulu. Obatin luka lo". Ari menarik tangan Bulan. "Tapi, kita harus hilangin tulisan-tulisan
ceker ayam itu di loker lo".
Ari bersiul. Entah siapa yang Ari panggil tapi tak lama dari itu muncul 3 orang cowok dengan tangan yang membentuk hormat pada Ari.
"Ada apa bos memanggil kami? ". Tanya salah satu diantara mereka.
"Lo bersihin loker Bulan dari tulisan-tulisan yang bikin gue eneg. Nanti gue cek".
"Siap bos! ". Ketiga laki-laki itu langsung mengerjakan apa yang Ari suruh. Bulan menganga melihat ketiga laki-laki tersebut yang sangat patuh terhadap Ari.
Ari menarik kembali Bulan ke UKS. Bulan tertegun, ia hanya mengikuti Ari sembari melihat tangan Ari yang tertaut dengan tangannya dan terus menarik.
Dia gak malu megang tangan gue di depan yang lain? Gue kan bukan anak Alexas. Dulu, hubungan gue sama dia gak pernah akur. Gue sama dia akur sejak gue sering dititip di rumahnya. Dan Ari gak pernah merasa keberatan. Kemaren dia nyatain perasaannya ke gue. Tapi, kenapa gue? Apa yang bisa dia lihat dari gue?
Pikiran Bulan melayang-layang entah kemana. Ia memikirkan segala macam hal yang berhubungan dengan Ari.
Ari mendudukkan Bulan di ranjang UKS. "Cih. Pas butuh anggota PMR malah pada gak ada". Ia mengambil cairan antiseptik dan kapas untuk mengobati luka di lutut Bulan.
Bulan hanya memandang wajah Ari yang begitu serius mengobati lukanya.
Degg..
Perasaan ini... Datang lagi. Sebenernya, kenapa sih hati gue?!.
"Lo ngapain ngeliatin muka gue? Ganteng ya? ". Goda Ari. Ia sudah selesai mengobati luka di lutut Bulan.
"E-enggak, boro-boro ganteng. Mirip Tapir sih iya". Bulan mengalihkan pandangannya menuju lukanya. "BTW, ini kaki gue udah baikan? Kayaknya udah kagak nyut-nyutan ".
Ari mendesah. "Iya, udah gue plester. Lagian, lo ngapain sih ampe luka begitu? ".
Bulan terdiam. Dia bingung ingin menjawab apa. "Ta-tadi jatoh d-deket t-toilet". Bulan menggaruk lehernya yang tak gatal. Berusaha Menyembunyikan kebohongannya.
Ari menatap curiga. "nanti gue gak bisa pulang bareng lo. Gue mau tanding balap motor. Jadi, nan-"
"Gue mau ikut lo!! ". Ucap Bulan. Ia merunduk dan mengepalkan tangannya diatas kedua lututnya. Dapat ia rasakan wajahnya yang merona karena menyembunyikan rasa malunya.
"Tapi lo kan takut sama anak Alexas. Yakin? ". Tanya Ari memastikan.
Bulan semakin merunduk. "S-selama ada lo, gu-gue gak ta-takut".
Ari terkejut. Bulan merasakan pipinya panas. Wajahnya benar-benar sudah mirip kepiting rebus.
Ploopp..
Ari meletakkan tangannya di pucuk kepala Bulan. Ia memberikan cengiran khasnya. "Oke. Gue tunggu pas pulang sekolah".
Degg..
Bulan terdiam. Ia hanya menatap wajah Ari yang begitu ceria dan.. Menghangatkan.
"Kayaknya udah bel deh. Lo bisa ikut belajar? Atau mau disini gue temenin? Gue sih mabal gak papa".
"Ari! ". Yang dipanggil lantas nenoleh. Bulan tersenyum hingga menampakkan lesung pipinya. "Thanks".
Ari merasakan hatinya hangat. Sejak pertemuan pertama mereka di pemakaman. Ia menyadari jika ia sudah jatuh cinta pada gadis yang memiliki daya tarik tersendiri ini.
#bacotnyauthor
Halo semuanya. Sori banget aku telat post. Tapi untuk kedepannya. Aku akan mengusahakan lebih baik lagi. Dan buat kalian para readers yang menikmati cerita abal-abal nan gaje ini bantu aku promosi ya dengan memberi tau tentang cerita ini pada temen-temen kalian. Sori kalo ada typo.
Don't forget, follow, and Vote ya😍😘
KAMU SEDANG MEMBACA
Sun And Moon(COMPLETED)
Teen Fiction|BUDAYAKAN FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA YA| Dear, Saat aku yakin bahwa kamulah orang yang paling aku percaya. Namun, ternyata aku salah kamu malah membuatku kecewa dan sakit hati. Sebuah cerita yang mengisahkan seorang gadis yang terus menerus berh...
