Seandainya kamu mengetahui, bagaimana rasanya dibuang dan dicampakkan
Tercengang
Hanya kata itulah yang dapat mengekspresikan bagaimana kondisi Ari sekarang saat mobilnya baru saja memasuki wilayah carport rumah Bulan.
Hari ini ia dan keluarganya diundang untuk makan malam dirumah gadis sipit itu, walaupun demikian Arkan sudah meminta mereka untuk datang pagi-pagi.
Ari hanya mengekori langkah kedua orang tuanya sejak kakinya menginjak lantai rumah Bulan tapi matanya tak berhenti terus-menerus meneliti rumah tersebut.
"Ata, kamu bisa keliling dulu. Bunda sama ayah mau ngobrol dengan Arkan di kamar". Setelah mengucapkan hal itu, kedua orang tuanya melenggang pergi bersama dengan Arkan.
Mampus!, anak ayam kehilangan induk gue kalo begini. Ari mulai mengamati isi rumah tersebut.
Pantes aja tuh cewek sering dititipin di rumah gue, kalo dia tinggal di rumah segede gini. Bisa bunuh diri.
Bisa dikatakan rumah Bulan itu termasuk golongan mewah. Rumah modern dengan tiga lantai itu terkesan anggun bagi siapapun yang memandangnya.
Ari masih berputar-putar di lantai satu, saat lift tiba-tiba terbuka dan memperlihatkan sosok gadis yang ia kenal dengan penampilan yang sangat urakan persis seperti orang bangun tidur.
Ari mengikuti langkah gadis itu yang berjalan menuju kitchen island. Mata gadis itu masih tertutup, mungkin ia setengah sadar.
Bulan membuka pintu kulkas dan mengambil air putih, ia juga mengambil beberapa snack dari dalam kitchen set.
"Mbok ayu!, Bulan laper, mau sarapan pake telor dadar, nanti anterin ke ruang bioskop ya". Bulan berseru sambil masuk kembali ke dalam lift tanpa menyadari Ari yang mengikutinya.
Gila nih cewek, baru bangun langsung rampok isi dapur. Tapi, masih juga minta sarapan. Pantes aja di rumah gue kagak berhenti ngemil. Batin Ari sambil memperhatikan Bulan.
Lift terbuka di lantai tiga, Bulan keluar dari lift dengan langkah yang sempoyongan. Kok gue ngerasa diikutin?, ah, paling juga pak Kasimin yang jaga kebon. Dia suka liat kebon dari lantai tiga.
"Lho, den Ari ngapain ngikutin Bulan? ". Secara tiba-tiba, mbok Ayu datang. Dan saat itu juga kesadaran Bulan pulih seutuhnya.
Tunggu.. Den Ari?.
Bulan menoleh dan terlihatlah Ari didepan matanya."heh, pantat panci, ngapain lo kesini?!!".
"Gue diundang makan malam sama abang lo. Trus, gue juga lagi liat-liat rumah lo. Eh, ketemu lo yang lagi ileran ".
"Ileran? ". Bulan mengusap ujung bibirnya. Shit..! Gue ileran. "Bodo, emang gue pikirin. Di rumah gue ini, suka-suka gue dong".
Brakk..!!
Bulan masuk ke dalam salah satu ruangan yang berada disitu. Membuat mbok Ayu dengan cepat meminta maaf pada Ari.
"Aduh.. Den Ari maaf ya. Bulan kalo lagi PMS emang kayak gitu. Sensitif banget. Maaf banget ya".
"Iya, mbok. Gak papa. Ngomong-ngomong lantai tiga ini isinya apa, mbok? ". Ari memeriksa sekitar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sun And Moon(COMPLETED)
Novela Juvenil|BUDAYAKAN FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA YA| Dear, Saat aku yakin bahwa kamulah orang yang paling aku percaya. Namun, ternyata aku salah kamu malah membuatku kecewa dan sakit hati. Sebuah cerita yang mengisahkan seorang gadis yang terus menerus berh...
