Jika dari awal ku tau tentang kebohongan ini,maka aku akan memilih untuk tidak mencintaimu
Senyum manis di wajah manis gadis itu tak kunjung pudar saat sang kekasih mengajak berkunjung ke apartemennya setelah pulang sekolah. Bulan duduk di karpet berbulu tebal sambil menunggu Angga selesai berganti pakaian.
"Kamu mau makan apa? ". Tanya Angga yang tengah membawa segelas jus stoberi untuk Bulan.
Bulan melebarkan senyumnya. "Terserah, kak Angga. Yang penting kak Angga yang masak".
Angga mengacak-acak rambut Bulan yang terikat satu ke belakang. "Akan segera datang, my beloved princess". Cowok dengan alis tebal itu melenggang menuju dapurnya.
Rasanya hati Bulan sangat bahagia ketika Angga memanggilnya seperti itu. Ya ampun, kak Angga bikin klepek-klepek aja. Sebuah notifikasi pesan masuk ke handphonenya.
Ari(pantat panci) :
Lo dimana?, bang Arkan nyuruh gue buat jemput lo pulang
Bulan menghiraukan pesan dari Ari, ia lebih suka fokus pada Angga yang tengah berjalan ke arahnya dengan membawa piring.
"Just for you".
Bulan sangat bahagia sekarang, tak ada kata yang bisa mengekspresikan perasaannya yang terlampau bahagia. Ia mengambil piring yang di pegang Angga dan mulai memakan masakan buatan sang kekasih dengan senyum tak kunjung pudar.
🌞🌞🌞
Bugghh..!, Bugghh..!, Bugghh..!
Suara samsak yang terkena pukulan dari kepalan tangan tak henti-hentinya berbunyi sejak 3 jam yang lalu, walaupun peluh sudah bercucuran di pelipis sang pemilik kepalan tangan, cowok itu tetap tak peduli.
Rian yang baru datang, langsung duduk disamping Abel yang tengah menonton Ari menghajar samsak sambil bersidekap.
"Kenapa bos? ". Tanya Rian, heran dengan kelakuan ketuanya yang membabi buta seperti itu.
Abel mengendikkan bahunya. "Nyari mati, kali".
Rian manggut-manggut mengerti lantas menepuk bahu Abel. "Gue ke anak Alexas dulu".
"Astagfirullahadzim Tabarakallah!! ". Zohar yang datang dengan sebuah bungkusan makanan dari restoran yang terkenal, ternganga lebar melihat ari yang masih saja memukuli samsak. Cowok dengan wajah khas Indo itu memukul bahu Abel.
"Woy, cowok bego tapi punya muka cakep. Itu temen lo masih kayak gitu dari 3 jam lalu? ". Zohar menunjuk Ari dengan jari telunjuknya. Abel mengangguk.
"Goblokk!!". Zohar mendekati Ari. Dia menarik samsak menjauh dari jangkauan Ari. "Woyy!!, lo kalo mau mati jangan di markas, cari tempat lain aja sono! ".
Ari mendengus. "Bacot lo!!, siniin tuh samsak, gue belom puas ngeluarin rasa kekeselan gue! ". Ari ingin menarik kembali samsaknya dari tangan Zohar tetapi, langsung ditepis oleh cowok itu.
"Lo puasnya kapan?, pas badan lo udah ancur?, sori gue gak mau pusing-pusing buat nyari pengganti ketua Alexas".
Ari mulai nampak tenang. Ia sudah berhenti untuk memukul. Zohar tersenyum puas. "Nah, gitu dong. Lagian, lo ada problem apaan sih sampe brutal kayak tadi?? ".
KAMU SEDANG MEMBACA
Sun And Moon(COMPLETED)
Novela Juvenil|BUDAYAKAN FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA YA| Dear, Saat aku yakin bahwa kamulah orang yang paling aku percaya. Namun, ternyata aku salah kamu malah membuatku kecewa dan sakit hati. Sebuah cerita yang mengisahkan seorang gadis yang terus menerus berh...
