Assalamualaikum kakak 🙏😇
Cia kembali lagi,,,mohon krisarnya kakak....
Tetap jangan lupa vote dan komennya
HAPPY READING
******
Jam sudah menunjukkan pukul 22:00,namun aku belum ingin beranjak dari kursi kebesaran yang kududuki berkat usahaku lima tahun belakangan ini.
Aku masih berkutat dengan berkas yang hampir membuat kepalaku ingin pecah. Tapi, setelah beberapa saat berkutat dengan kertas bernilai milyaran rupiah di depanku,akhirnya selesai.
Aku membereskan meja kerjaku yang semula bersih bak porselen berubah menjadi tempat monster.
“mengingat kak Faiz,aku merasa semakin rindu dengan keluargaku.tapi,apakah mereka sudah mempercayaiku setelah bukti itu terkuak atau malah sebaliknya”Monologku kepada diriku sendiri.
Lama aku berkutat dengan pikiranku aku memilih bergegas pulang ke rumah.
Aku bergegas ke parkiran mengambil mobil kesayanganku dan jangan sangka kalau mobilku itu lamborgini ataupun ferari.
Mobilku hanya mobil murah yang harganya sama dengan para karyawan bahkan saat pertama kali menampakkan diriku sebagai Ceo perusahaan,mereka menganggapku pencari kerja.
hahaha,,,,itu pengalaman paling lucu untukku.
Hadits selalu terngiang dikepalaku saat ingin berbuat sesuatu
“janganlah kamu bersikap boros,karena Allah membenci orang-orang yang bersikap boros.......”
Aku selalu ingat bahwa apa yang kumiliki sekarang hanyalah titipan darinya yang bisa kapan pun ia tarik kembali .
Sesampainya di rumah aku lansung mandi dan bergegas menjemput mimpi indah setelah membaca beberapa doa tidur agar aku terhindar dari godaan para setan yang terkutuk.
Disepertiga malam aku kembali terbangun untuk melaksanakan kegiatan rutinku yaitu shalat tahajjud untuk menumpahkan keluh kesahku setelah itu,aku mengambil Al-Quran yang memang sengaja kuletakkan di atas nakas untuk dibaca.
Aku memang menunggu waktu subuh dengan melantunkan ayat suci al-quran.
Aku selalu memikirkan keadaan orang tuaku sekarang ini,tak lupa juga aku senantiasa mendoakan keduanya agar mereka diberi kesehatan,keselamatan dan umur yang panjang.
Kriet......
Pintu terbuka dan disana berdiri Juli dengan wajah sendunya menatapku yang juga sedang menatap matanya dalam.
“Assalamualaikum Dek,Kamu kenapa lagi?”tanya Mbak Juli.
“Zevana hanya sedang bingung mbak,tadi siang Zevana ketemu seorang akhwan yang namanya persis sama dengan nama kak Faiz dan entah kenapa pikiran Zevana pun mengatakan kalau orang itu adalah kak Faiz,kakak Zevana”Aku menjelaskan dan tanpa sadar buliran bening kembali mengalir setelah lima tahun berlalu.
“kamu jangan sedih,jangan terlalu difikirkan. Biarkan semuanya mengalir seperti rencananya.kita sebagai manusia hanya bisa berusaha dan berdoa,sisanya biarlah Allah yang menentukan”Itulah Mbak Juli dengan segala nasehatnya kepadaku untuk menenangkanku.
“Mbak kita salat subuh dulu yuk! Keburu pahalanya dikit”Ujarku dengan senyuman aneh karena mataku sembab sehabis menangis.
Suasana pagi ini kembali ceria dan berhubung weekend,aku memilih berkunjung ke restoran yang berada di kawasan jakarta Timur.
KAMU SEDANG MEMBACA
ZEVANA✔
Novela JuvenilPROSES REVISI TAPI BAB LENGKAP KOK YANG CHAPTER YANG BERCENTANG BIRU SUDAH DI REVISI Bukan cerita tentang cinta remaja semestinya tapi, cinta dalam diam yang harus dipendam oleh kedua insan yang tak berdosa. Yang dipisahkan oleh takdir dan disatukan...
