19

4.5K 213 2
                                        

ASSALAMUALAIKUM,,,,, 🙏😇😇😇

VOTE AND COMMENT KAKAK,,,,CIA CUMA MINTA ITU NGGAK LEBIH KOK!!!

HAPPY READING!!!!

❄❄❄❄

“Assalamualaikum,,,,hari ini kita kedatangan orang yang sangat dihormati dan dia adalah pemilik yayasan. Mari kita mengucapkan syukur kepada Allah serta salawat kepada Rasulullah.”Mc mulai membuka acara dengan mengucap salam dilanjutkan dengan ucapan syukur kepada allah dan salawat kepada Rasulullah.

“Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersanda:Barang siapa yang membaca shalawat kepadaku sekali maka Allah akan membalasnya sepuluh kali”

“Acara pertama adalah sambutan dari pemilik yayasan,kepada bapak dipersilahkan dengan hormat!” Furqon maju ke depan untuk menyampaikan sepatah dua kata sebagai sambutan. Setelah selesai dengan sambutan dilanjutkan pembacaan al-Qur’an oleh Zevana sendiri.

{وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأمْوَالِ وَالأنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ (155) الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (156) أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ (157) }

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Inna lillahi wainna ilaihi raji'un." Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.

Suara yang membuat seluruh hati bergetar hanya karena mendengar suara merdu Zevana dan begitupun hati seorang Furqon yang kembali melantunkan sebuah nama yang telah lama mendiami hatinya.

“yah itulah tadi pembacaan ayat suci al-qur’an yang dibacakan oleh Zevana Zahra Putri Ishaq” ucapan Mc itu membuat hati Furqon menjadi sangat antusias dengan rencananya kali ini sedang Fatimah masih membeku ditempat setelah mendengar kenyataan yang membuatnya semakin merasa bersalah.

Fatimah merasa bodoh karena membenci Zevana begitu dalam sampai membuatnya memaki serta menjauhi sahabatnya.

Dan parahnya lagi ia sempat mencaci  Zevana tepat didepan wajah sahabatnya itu.

Acara itu berlansung dengan lancar dan sekarang Furqon sedang berada di ruangan Lana,sahabatnya.

“Lo ngapain sih mau jadi dosen segala di kampus ini,apa kagak cukup gaji lo sebagai pemimpin perusahaan?”Lana mulai mengintrogasi sahabatnya itu.

“Lo tadi dengerkan nama yang membaca ayat Allah ? Gua sedang mengincar seseorang yang sudah lama kucari”Furqon menjelaskan dengan nada ceria disetiap ucapannya.

“Emangnya lo yakin,kalau itu Zevana yang lo cari selama ini? Gua lihat dia bercadar,kagak mungkin si Zevana berubah”Ujar Lana yang masih tidak menyangka dengan keputusan sahabatnya untuk menjadi dosen.

“Didunia ini apapun bisa berubah, batu karang saja yang berdiri dengan kokohnya untuk memecah gelombang di pinggir pantai bisa mengikis dan lapuk,bagaimana dengan hati seseorang yang memang diciptakan untuk berbuat lemah lembut” Furqon mulai menjelaskan dengan nada menyebalkan menurut Lana.

“Ck...terserah lo aja deh ! kalau ketemu Zevana emangnya lo mau ngapain?”Lana kembali bertanya .

“Dari dulu kan gua udah tertarik dengan segala tingkah dan sifatnya itu,dia itu beda.Kalau Allah masih ngasih gua kesempatan,gua bakalan ngelamar dia buat jadi istri gua” Furqon berkhayal sekaligus mengaminkan dalam hati apa yang diucapkannya.

“Beda karena dulu dia nakal sekarang berubah jadi bak bidadari surga”Lana mencibir sikap lebay sahabatnya.

“Lagi pula siapa sih yang ngasih tau lo,kalau si Zevana itu ada disini?” Lanjut Lana.

“Calon Ipar gua” Ucapan Furqon lantas membuat Lana berekspresi ingin muntah.

“Udalah,bicara sama lo sama aja makan hati”Ujar Lana yang disambut kekehan oleh Furqon.

***
Zevana dan Fatimah memilih memasuki kelas untuk pembelajaran pertama.

Disana juga terlihat Astria yang sudah duduk manis dibangkunya dengan buku kumpulan hadits di tangannya.

“Assalamualaikum Astria sayangku”Ujar Zevana dan Fatimah yang mendapat tatapan setajam silet dari Astria karena mengganggu waktu membacanya.

“Waalaikumsalam,dasar duo curut. Kalau nggak ganggu ya nganggu lagi itu aja terus yang berulang” Astria kembali membaca bukunya dengan tenang setelah mengomeli kedua sahabatnya yang terbilang jail.

Beberapa menit kemudian dosen keagamaan masuk ke kelas dengan langkah tegap lengkap dengan tatapan elang miliknya yang dapat mengintimidasi seluruh orang yang menatapnya.

Hening.....

Keadaan kelas menjadi hening,bukan karena takut dan ngeri tapi sebaliknya mereka semua merasa kagum terhadap ciptaan tuhan yang satu itu.

Ets...tapi tak semua sih,karena masih ada Zevana,Astria dan Fatimah yang tetap pada kegiatan masing-masing tanpa menyadari siapa yang datang.

Zevana dengan handphonenya,Fatimah dengan desain bajunya dan Astria dengan bukunya.

“Assalamualaikum, perkenalkan nama saya Al-Furqon Jamal Mahda dan saya yang akan menggantikan pak Jaya mengajar selama enam bulan ini.

Dan saya harap,selama saya mengajar tak ada yang main-main karena saya orangnya tak suka main-main”Ujar dosen yang ternyata seorang Furqon.

Sedang ketiga orang yang tadinya sibuk dengan kegiatannya,menoleh ke sumber suara untuk memastikan benar atau tidaknya pendengaran mereka.

“nggak suka main-main berarti suka serius dong,,,,mau dong pak diseriusin”Ujar salah satu mahasiswi yang lansung mendapat tatapan tajam nan dingin dari Furqon.

“Saya sudah katakan sebelumya,jika saya tidak suka ada yang bermain-bermain saat mata pelajaran saya. Dan untuk anda,ini peringatan pertama saya”Ujar Furqon yang masih belum meninggalkan kesan dinginnya.

Fatimah menatap dalam ke arah Furqon dan lansung mendapat tatapan dari Zevana yang didalam tatapan itu tersirat kecemburuan yang lansung di tepis Zevana dengan mengucapkan kalimat “astagfirullah”.

Astria yang paham keadaan membiarkan mereka berdua terlarut dalam masa lalu agar mereka sadar dan dapat berdamai dengan masa lalu.

Kelas berlalu begitu lama bagi Zevana dan Fatimah, Zevana juga tidak sadar jika sedari tadi Furqon terus mencuri pandang kearahnya.

Kring....Kring....Kring..

Semua mahasiswa/i menghela nafas lega,bagaimana tidak ? selama Furqon mengajar,tidak ada satupun murid yang bersuara dalam artian hening.

“Zevana Zahra Putri Ishaq,tolong antarkan buku teman-teman ke meja saya dan Assalamualaikum”Furqon berucap sembari melangkah pergi.

“Jadi...Lho..”Fatimah terkejut mendengar nama lengkap Zevana untuk pertama kalinya,Fatimah memang tak mendengar nama lengkap Zevana saat acara penyambutan tadi karena dirinya mengambil makanan di ruang Rohis bersama yang lainnya.

“Maaf ya,Fatimah.Nanti aku bakalan jelasin semuanya sama kamu.Itupun kalau kamu udah nggak menyimpan benci sama aku”Ujar Zevana sedangkan Astria tetap tenang ditempatnya melihat bagaimana skenario takdir hidup kedua sahabatnya.

Belum sempat Zevana melangkah keluar,Fatimah sudah mencekal tangannya dan itu sukses menghentikan langkah kakinya.

“Tunggu dulu Zevana,Gua nunggu lo di atap sama Astria.Mari kita selesaikan masalah kita!”Ujar Fatimah yang mendapat sinar bahagia dari Zevana dan juga Astria yang juga sedari tadi memperhatikan.

❄❄❄❄

Terima kasih atas waktunya..... Kalau boleh minta sih jangan cuma di baca tetapi di vote sama di comment ya kakak-kakak.

Wassalamualaikum 😇

ZEVANA✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang