Athaya dan Athalla keluar dari rumah Athaya, Athaya mengunci pintu rumahnya lalu berjalan mengikuti Athalla.
Athalla menyabarkan dirinya untuk tidak memainkan rambut milik Athaya. Tetapi tangannya merasa gatal selalu ingin memainkan rambut pirang Athaya.
"Kamu kenapa sih diem diem bae?" tanya Athaya yang gemas karena Athalla hanya diam tak berbicara sama sekali sejak keluar dari rumahnya.
"Nggak."
"Kamu sariawan?"
Athalla hanya diam.
"Ishh makanya jangan keseringan makan pedes. Jadi sariawan'kan."
Sudah cukup. Athalla memainkan rambut Athaya dengan gemas.
"Ishh tuh kan. Kamu mainin rambut aku,"
"Abisnya gemes."
"Janganlah. Nanti kalo rambut aku rontok gimana?"
"Pake Pantene aja."
"Ishh kok malah iklan."
"Aku tarik yaa."
Athalla hendak menarik rambut Athaya, tetapi Athaya menghindar itu membuat Athalla berdecak sebal.
"Nggak bisa."
"Sini nggak rambutnya."
"Yaudah kamu harus punya rambut panjang dulu."
"jadi kamu mau punya pacar rambutnya panjang terus nanti kamu kepangin?"
"Iya mau."
Athalla membayangkan jika dirinya telah dikepang dua oleh Athaya.
"Ih aku sih nggak mau." Athalla jadi bergidik sendiri karena membayangkan dirinya dikepang oleh Athaya.
Athaya tertawa ketika melihat ekspresi Athalla yang jelek.
"Kenapa ketawa?"
"Liat muka kamu yang jelek."
"Garing anjayy."
"Kamu sih nggak ngeliat ekspresi kamu sendiri."
"Iya iya gimana incess aja."
"Pengen dimanjah."
"Kamu pengen dimanja sama aku Tha?"
"Iya. Pengen digendong."
Athalla membungkukan dirinya, Athaya pun tersenyum ia naik ke punggung milik Athalla.
"Waduh makin berat aja nih incess," ledek Athalla langsung mendapatkan hadiah dari Athaya yaitu jitakan.
"Iya dong incess."
"Incess iler lo." ledek Athalla dengan penuh kemenangan.
"Ishh sebel."
"Kita tujuannya lari bareng lho Tha, kenapa aku jadi gendong kamu?" tanyanya kebingungan sendiri.
"Turun ya." pinta Athalla, Athaya menggeleng.
"Turun cantik,"
"Nggak."
"Jelita."
"Jerawat lima juta." balas Athaya dengan jutek.
"Sayang." ucap Athalla dengan lembut.
Blush
Kini detak jantung Athaya berdetak kencang dengan seketika. buru buru ia turun dari gendongan Athalla.
"Gadis pinter," Athalla menarik satu kepangan milik Athaya. Sang pemilik rambut pun kesal.
"Ishhh kebiasaan."
"Kamu lucu, aku suka." Athalla mengecup punggung tangan milik Athaya.
Blush
Athaya yakin pipinya pasti merona karena Athalla mengecup punggung tangannya.
"Aku suka kamu blushing. Kayak badut."
Baru saja Athalla menerbangkan dirinya, sekarang dengan mudahnya dia menjatuhkannya.
"Punya pacar kampret abis." gerutunya dalam hati. Lalu berlari kecil dan diikuti oleh Athalla disampingnya.
"Aku juga suka kalo kamu ganteng."
"Makasih."
"Gangguan telinga maksudnya."
"Makasih banyak sayang pujiannya. Aku sangat sangat menyukai pujianmu itu sayang."
"Sayang sayang pala lo peang"
"Tadi aja dibilang sayang tu pipi kayak badut. Merah abis, hot."
"Maaf mas. Pujian anda tidak berhasil,"
"I love you Athaya."
"Not i love you too."
"Yang bener dong."
"I love you more Athalla."
"Eh eh bentar,"
"Apaan by?"
"Siniin telapak tangan kamu,"
Athalla membuka telapak tangannya, Athaya membuka telapak tangannya juga lalu telapak tangan mereka saling bertemu, telapak tangan mereka menyatu. "I love you," kata Athaya.
"Eum uwu nih ceritanya? HAHAHAHA." kata Athaya sambil tertawa.
"Tebak, ikan apa yang cantik?" tanya Athalla.
"Ikan hias?"
"Salah."
"Terus apaa dong?"
"I kan kamuu."
"Ih gomballl."
***
KAMU SEDANG MEMBACA
ATHA ✔
Novela JuvenilMenceritakan tentang kehidupan persahabatan Athalla dan Athaya, dimana keduanya seorang remaja SMA yang bertetanggaan. Dari kecil mereka tidak bisa akur, mereka sering bertengkar karena hal sepele. Meskipun sering bertengkar, tetapi Athalla dan Atha...
