Hari libur telah tiba, Athaya sangat malas untuk membuka matanya saat ini. Perlahan ia membuka matanya.
Athaya bangun dari tidurnya. Ia melihat Athalla yang sedang mendekatkan wajahnya pada wajah Athaya.
Athaya melotot ketika wajah Athalla semakin dekat.
Plak
"Aduh sakit," ringis Athalla ketika Athaya menamparnya.
"Rasain!"
"Sakit tau," Athalla memegangi pipinya yang ditampar pelan oleh Athaya.
"Siapa suruh masuk ke kamar orang tanpa izin,"
"Galak amat,"
"Iya galak! Baru tau?! Bukannya dari kemarin udah tau," teriak Athaya kesal.
"Kemaren galaknya biasa aja deh mbak,"
"Mbak mbak! Masnya kok panggil saya mbak!"
"Pms?"
"TAU AH. SANA PERGI!" usirnya. Athalla berdiri dari posisi tidurnya. Athalla berjalan keluar dari kamar Athaya.
"Kenapa sih? Sensi amat. Perasaan gue nggak ngapa ngapain," gumamnya meninggalkan kamar Athaya.
"Heh! Lo jangan omongin gue! Sana pergi!" teriak Athaya dibalik kamarnya.
Tak peduli dengan omelan Athaya, Athalla pergi ke dapur untuk meminum susu dan roti.
Saat ia membuka kulkas Athaya, kulkasnya sangat kosong tak ada apapun didalamnya. Athalla menutup kembali kulkas yang sudah ia buka.
Ia berlari ke arah kamar Athaya.
Tok Tok Tok
Athalla mengetuk pintu kamar Athaya.
"Athaya buka," teriaknya.
"Buka ajaaa," titah Athaya.
Athalla memasuki kamar Athaya. Ia berkacak pinggang saat gadisnya masih dengan posisi yang sama. Yaitu tertidur.
"Heh! Pacar bangun! Kita ke supermarket." Athalla menarik narik lengan Athaya. Membuat Athaya dengan paksa membuka matanya yang masih ingin tertidur.
"Mau apalagi ke supermarket?" ucap Athaya dengan malas lalu menguap.
"Kamu belum liat kulkas?"
"Belum,"
"Aduhh Thayii, nanti lo makan gimana coba, kulkas kosong. Nggak ada isinya,"
"Mie'kan masih ada,"
"Jangan makan mie terus! Nanti sakit gimana?"
"Aku ini," ucap Athaya seenaknya.
"Sayang. Aku nggak mau kamu sakit, nanti aku sedih gimana?" ucap Athalla lembut.
"Kamu ini yang sedih," Athalla tersenyum paksa mendengar ucapan Athaya yang seenak jidatnya.
"Yaudah kalo kamu mager gini. Aku kepaksa harus nyiram kamu." Athaya melotot ia buru buru bergegas ke kamar mandi. Athalla itu benar benar dengan ucapannya. itu membuat Athaya sedikit kesal.
Nyawa Athaya belum sepenuhnya terkumpul, ia berlari ke arah kamar mandi sampai sampai dahinya mencium pintu kamarnya dengan keras. Athaya hanya mengelus elus dahinya yang tercium saja. Sedangkan Athalla hanya tertawa melihat tingkah gadisnya.
"Dasar pacar." Athalla menggeleng gelengkan kepalanya saat melihat sikap Athaya yang menurutnya aneh. Tetapi, keanehan itu membuat hati Athalla berhasil Athaya dapatkan.
🐬🐬🐬
Athaya kini memakai baju merah. Rambutnya sengaja ia gerai karena jika ia ikat kuncir kuda Athalla pasti memainkan rambutnya dan ia akan melepas ikatan rambutnya. Jujur saja ia lebih suka dikepang dua dari pada dikuncir kuda.
Ia sedikit memoleskan bedak di wajah mulus nan putihnya itu. Lalu ia tersenyum ke arah cermin dan gaya gayaan berpose.
"Cantiknya." puji Athaya pada dirinya sendiri. Athaya memutar mutar badannya. "Bodygoals." pujinya saat melihat badannya dari pantulan kaca.
"Body goals dari mananya! Yang ada itu body tripleks sip itu buat lo." kata Athalla tiba tiba dari pintu kamar Athaya sambil menyimpan kedua tangannya didada.
"Serah." pasrah Athaya karena tak mau berdebat, tak tahu kenapa pagi ini dirinya sangat badmood padahal, tidak ada masalah sama sekali menimpanya.
Athaya berjalan menuju kasurnya, ia membawa tas selempangnya lalu memakainya. Athalla tidak mau berbicara dulu denga Athaya. Karena dia tahu jika Athaya sedang badmood, Athaya tak mau banyak berbicara.
Athalla pun mengikuti Athaya dari belakang, tanpa berbicara apapun.
🐬🐬🐬
Mereka berdua tak membicarakan apapun didalam mobil. Tak seperti biasanya Athaya diam tanpa mengoceh apapun.
"Tha kenapa diem?" tanya Athalla karena ia sudah tak tahan lagi dengan Athaya yang diam. Jujur, Athalla lebih suka Athaya yang gila dari pada pendiam seperti ini.
Tak ada respon apapun.
"Aku punya salah?"
".."
"Tha." panggil Athalla dengan suara yang sedikit meninggi.
"Apa?"
"Kenapa jadi diem sih?"
"Males ngomong."
Athalla sudah kehabisan kata kata. Tadinya ia ingin sedikit basa basi dengan Athaya tapi apalah daya. Athaya sedang tak ingin mengobrol.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
ATHA ✔
Teen FictionMenceritakan tentang kehidupan persahabatan Athalla dan Athaya, dimana keduanya seorang remaja SMA yang bertetanggaan. Dari kecil mereka tidak bisa akur, mereka sering bertengkar karena hal sepele. Meskipun sering bertengkar, tetapi Athalla dan Atha...
