Athaya kini sedang menikmati makanan ringan sambil nonton tv dengan kartun kesayangannya yaitu si kembar dari Malaysia yang mempunyai satu kakak yang garang serta satu neneknya yang baik hati dan jaman now.
Lama kelamaan Athaya merasa bosan. Ia putuskan untuk pergi ke panti asuhan saja. Ia sudah lama tak mengunjungi panti asuhan Bina Bangsa tersebut. Rasanya ia sangat rindu dengan suara tertawa anak anak.
Athaya mengganti bajunya, setelah selesai ia memesan ojol untuk pergi kesana.
Ia menunggu diteras rumahnya, tak lama ojol yang ia pesan pun datang, tanpa ba-bi-bu Athaya menaiki motornya.
Athaya menoleh noleh ke arah sekitar, sudah lama ia tak keluar seperti ini. Paling paling ia keluar rumah hanya sekitaran komplek saja, atau hanya ke supermarket dan Kafe saja itupun dekat dengan komplek.
Saat lampu merah tiba, ia merasa bosan. Ia hanya menghitung detik saja agar tidak merasa bosan. Sesekali ia menoleh kanan kiri.
Saat ia menoleh ke arah kanan, ia melihat Athalla dengan Gadis. Ia memincingkan matanya. Benar itu adalah Athalla.
"Athalla?" gumamnya.
Ia melihat Athalla sedang tertawa lepas dengan Gadis. Sebelumnya Athalla tidak pernah tertawa selepas itu dengannya.
Saat Athaya melihat pada Athalla, Athalla pun menoleh ke arahnya. Untung saja lampu merah sudah berubah menjadi warna hijau, itu artinya ojek yang ditumpanginya akan melaju.
Hati Athaya sakit melihat kejadian tadi, tetapi Athaya berusaha tetap tersenyum.
***
Kini Athaya berada tepat di gerbang panti asuhan Bina Bangsa. Karena tak sabar, ia berlari ke dalam panti.
"Eh dek Athaya, kemana saja. Ibu kangen." kata bu Linda lalu memeluk Athaya.
"Ada bu. Athaya juga kangen, maaf yaa Athaya jadi jarang ke panti."
"Tidak apa apa yuk masuk,"
Athaya pun memasuki panti. Rasanya ia sangat senang diperlihatkan kembali dengan anak anak yang ceria meskipun sudah ditinggalkan oleh orang tuanya.
"Kak Athaya!! Putri kangenn." kata Putri lalu memeluk Athaya.
"Gimana Putri sehat?" Athaya berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan Putri.
"Puput sehat kok." ucap Putri dengan semangat.
"Adik adik. Kakak bawain snack nih buat kalian."
Sebelum Athaya ke panti, ia membeli snack terlebih dahulu untuk para anak panti.
Senyum anak anak itupun mengembang, anak anak itu menghampiri Athaya.
"Anak anak sabar ya." kata bu Linda pada anak anak yang antusias ingin mendapatkan snack.
"Ini buat Puput, Ini buat Sabit, ini buat Naya,....." Athaya pun membagi bagi bagikan snack tersebut.
***
Athaya kini sedang tertawa dengan anak anak panti, ia sedang memainkan permainan lompat tali.
"Ayok loncat Puput." Athaya menyemangati Putri yang hendak meloncat.
Dan Putri pun melompat melewati tali.
"Yey." Athaya tertawa melihat para anak panti tertawa.
"Kakak ayo loncat!!" titah Naya.
"Oke kakak loncat yaa." Dan Athaya pun loncat, tetapi ia sengaja untuk tidak melewati tali tersebut. Jadi ia yang akan jaga.
"Yah kakak gimana sih." kata Citra kecewa.
"Kakak nggak bisa main." kata Athaya bohong.
"Yey kakak yang jaga." girang Rindu yang berjaga.
"Oke oke kakak yang jaga."
Athaya pun akhirnya jaga.
Tak terasa kini telah sore, Athaya pun harus berpamitan pada anak anak juga penjaga panti.
"Adik adik. Maaf kakak harus pulang." kata Athaya.
Semua anak panti pun kecewa.
"Kapan kapan kakak kesini lagi deh." kata Athaya ketiks melihat raut wajah anak anak panti menjadi sedih.
"Kakak jangan lupain kita ya." ucap Putri.
"Iya kakak nggak akan lupain kalian kok." balas Athaya meyakinkan.
"Bu." panggil Athaya pada Bu Linda yang sedang menatapnya. Athaya menghampiri bu Linda.
"Athaya pamit pulang ya." Bu Linda memeluk Athaya, Athaya rindu pelukan ini. Disaat ibunya yang sudah meninggal, tidak ada lagi yang memeluknya seperti ini. Athaya membalas pelukan bu Linda dengan erat. Seolah olah bu Linda adalah ibu kandungnya sendiri.
Athaya melepaskan pelukannya. "Bu Athaya pamit pulang." sebenarnya dia sangat berat meninggalkan panti. Tetapi jika ia terus dipanti ini rumahnya bagaimana?
"Hati hati nak."
Athaya pun pergi dari panti dengan perasaan yang sedih, ia ingin dipeluk seperti itu lagi. Ingin dipeluk oleh ibu tercintanya. Tetapi itu mustahil, kini orang yang disayangnya sudah tenang disana.
Ia menyetop taksi yang lewat. Taksi itupun berhenti.
Athaya langsung masuk ke dalam taksi.
Didalam mobil, Athaya menghubungi Friza, dirinya ingin curhat tentang Athalla. Setelah mengabarkan dirinya akan berkunjung ke rumah Friza, Athaya langsung pergi ke kamar Friza.
"Za..."
"Lo ada masalah apa Tha? Cerita dong ke gue,"
Athaya menceritakan semua perlakuan Athalla yang main dibelakang dengan Gadis, tanpa sadar air mata Athaya mengalir, dirinya sudah tak tahan. Athaya merasa kecewa, Athaya sudah percaya sepenuhnya pada Athalla, tetapi Athalla? Cowok itu menyia-nyiakan kepercayaannya.
"Lo sabar Tha,"
"Gue tau lo kuat"
"Makasih Za"
"Maaf tapi gue gak tau solusinya apa, kan lu tau gue rada lemot tentang beginian"
"Gapapa, seenggaknya gue udah plong cerita sama lo"
Friza memikirkan untuk menghibur Athaya, tapi menghibur apa?
Friza mengekspresikan wajahnya dengan ekspresi konyol, sekonyol konyolnya hingga Athaya bisa tertawa.
"Sia jangan sedih dong"
"Tu muka udah jelek nambah jelek aja kalo nangis"
"Ketawa dong halah sok sedih lu Tha, biasanye aja strong. Buru ihh ketawa, lo kalo kaga ketawa gue sleding nih mau?"
***
KAMU SEDANG MEMBACA
ATHA ✔
Teen FictionMenceritakan tentang kehidupan persahabatan Athalla dan Athaya, dimana keduanya seorang remaja SMA yang bertetanggaan. Dari kecil mereka tidak bisa akur, mereka sering bertengkar karena hal sepele. Meskipun sering bertengkar, tetapi Athalla dan Atha...
