Brakkk..Suara pintu digebrak oleh seseorang membuat semua yang ada dalam kelas menoleh kearah sumber suara.
"Mana tuh guru baru, mau gue kasih pelajaran dia. Mentang-mentang guru baru ngeluarin murid sembarangan, guru apaan tuh" cerocos orang yang menjadi tersangka utama penggebrakan pintu tersebut.
Semua orang dalam kelas melongo mendengar ucapan orang itu.
"Lo kerasukan apaan sel?" Ucap Citra yang melongo sesaat mendengar perkataan Gisel. Ya orang yang menggebrak pintu adalah Gisel.
"Gue kerasukan kuntilanak, jadi jauh-jauh Lo semua dari gue" kata Gisel dengan angkuh.
Semua orang tambah melongo dan bergidik melihat Gisel.
"Lo..lo beneran..gisel kan?" Tanya Rezka ragu-ragu.
"Emang menurut Lo gue siapa, kembaran Gisel?..Gisel nggak punya kembaran" ucap Gisel dengan nyolot.
"Gue nggak yakin ini Gisel, urakan banget" kata Gabriel tidak percaya.
Bagaimana tidak penampilan Gisel sekarang sangatlah berbeda dengan terakhir kali ia berada di kelas. Tadinya berpenampilan rapi sekarang tampilannya urakan. Dasinya sudah tidak terpasang dan dua kancing atas bajunya terbuka. Roknya yang tadi agak longgar dan pas lutut sekarang ngepas dan di atas lutut. Pantas saja teman-temannya tidak percaya kalau yang ada di depan mereka itu Gisel.
"Helloww, gue ini Gisel ya, pada nggak percayaan amat sih" kata Gisel memutar bola matanya lalu melenggang masuk dan duduk di kursinya. Tidak peduli dengan teman-teman nya ia langsung mengambil earphone dan memakainya.
"Ini mata gue nggak lagi katarak kan" kata Gani si ketua kelas sambil mengucek-ngucek matanya.
"Ada apa ini" seorang laki-laki tampan menghentikan mereka.
Siswi-siswi langsung saja memeriksa penampilan mereka. Dari tampilannya ia masih muda dan sepertinya guru baru.
"Semuanya silahkan duduk di tempat masing-masing" titahnya lalu meletakkan buku yang ia bawa di meja.
Semua murid langsung duduk di kursi masing-masing. Guru itu menatap ke sekeliling ruangan dan tatapannya sampai pada Gisel yang sedang mengenakan earphone.
"Nona yang disana" tunjuknya pada Gisel.
Gisel yang memang sedang asik dengan musik di earphone nya tidak menyadari dirinya sedang dipanggil. Citra langsung menyenggol sikunya. Gisel menatap Citra dengan tatapan bingung.
"Noh dipanggil pak guru" bisik Citra.
Gisel langsung menoleh ke depan. Keningnya berkerut ' guru baru lagi' pikirnya.
"Kenapa pak, saya mau dikeluarin lagi kayak tadi?" Tanya Gisel dengan sarkastik.
Giliran guru itu yang menyerngit bingung.
"Maaf nona, saya guru baru di sini dan kita baru bertemu hari ini. Bagaimana mungkin saya mengeluarkan anda dari kelas ini sebelumnya?"
"Yang bilang bapak siapa, maksud saya itu guru baru sebelum bapak yang ngeluarin saya dari kelas nb ini. Jangan ge-er deh pak" kata Gisel dengan ekspresi malas.
Teman-teman nya lagi-lagi di buat melongo. Mereka benar-benar tidak percaya jika yang berbicara tadi adalah Gisel. Bagaimana mungkin Gisel bisa berubah dalam sekejap mata.
Thanks
💐

KAMU SEDANG MEMBACA
Badgirl Is Mom?
Teen FictionMemiliki anak di usia muda bukanlah hal yang diharapkan Gisel, apalagi mengingat bagaimana anak itu bisa hadir ke dunia. Dan karena anak itu, masalah datang dalam hidupnya. Apalagi saat sahabatnya mengetahui ia memiliki bayi. Dan yang menjadi teka-t...