Hari ini Gisel pulang dari rumah sakit. Ia mengotot agar segera keluar dari tempat itu. Setelah kejadian beberapa hari yang lalu, Gisel berubah menjadi lebih sensitif. Setiap orang yang menatapnya akan ia semprot. Gisel merasa seperti orang yang sangat tidak berdaya di mata mereka yang menatapnya. Mereka yang berlalu lalang dengan kaki dan bebas bergerak tanpa bantuan kursi roda."Gisel, ayo kakak bantu," ujar Freeza yang langsung disambut oleh Gisel.
Freeza mengangkat Gisel dari kursi rodanya lalu membaringkannya di kasur.
"Kamu istirahat, kakak ke bawah dulu," kata Freeza sambil mengusap kepala Gisel.
Gisel hanya mengangguk sekali. Freeza langsung keluar dari kamar dan menutup pintu dengan pelan.
Di lantai bawah, tepatnya ruang tamu, beberapa anggota keluarga sudah berkumpul. Bahkan papanya juga sudah ada disana.
"Gimana adik kamu?" tanya mama Nita saat Freeza datang dan duduk di samping papanya.
"Istirahat," jawab Freeza singkat.
"Jadi ... Kenapa semuanya berkumpul disini?" tanya papa Gisel bernama Dion.
Semua mata memandang ke arahnya. Mereka pun hanya diam dan mengalihkan tatapan pada mama Nita.
"Ada yang mau kamu jelaskan?" papa Dion memandang istrinya itu dengan wajah tenang.
"Tidak perlu dijelaskan, cukup jawab pertanyaan mama. Siapa Gege?" sela sang mama mertua, tak lain adalah Oma.
Mama Nita menghela napas. Cepat atau lambat seluruh keluarganya akan tau masalah itu.
"Gege?" Beo papa Dion dengan alis terangkat sebelah.
"Jawab Nita!" Sentak Oma.
"Gege ... Dia adalah anak Gisel."
Hening.
Tampak raut terkejut dari setiap anggota keluarga. Kecuali papa Dion yang terlihat biasa saja.
"Maksud kamu apa Nita?" Oma mendekati mama Nita dengan wajah tak percaya.
"Mama jangan bohong. Gisel nggak pernah hamil." Freeza berdiri dari duduknya dengan wajah marah.
"Mama tau. Tapi Gisel nggak mau jujur sama mama siapa anak itu. Saat dia datang ke rumah, anak itu sudah ada bersamanya. Dan asal kalian tau, selama setahun Gisel pergi dari rumah. Setelah---"
"APA? Gisel pergi dari rumah?" Suara Freeza langsung meninggi dengan muka shock nya.
Mama Nita mengangguk.
"Bisa-bisanya mama nggak ngabarin kami." Freeza menggeleng-gelengkan kepalanya lalu kembali duduk.
"Jadi intinya anak itu bukan anak Gisel?" celetuk papa Dion. Ekspresinya sama sekali tidak menunjukkan apapun.
"Bukan, aku pernah sengaja tes DNA mereka berdua, dan sudah dipastikan anak itu bukan anak Gisel."
Raut lega tampak di wajah Freeza dan Omanya. Sementara yang lain hanya terlihat seperti penyimak sejati.
"Sudah selesai kan? Aku ada meeting sebentar lagi," ujar papa Dion sambil melihat jam tangannya.
Mama Nita hanya menghela napas mendengar perkataan suaminya itu.
"Sudah, sana pergi! Kalo perlu gak usah pulang. Tinggal saja di kantor mu itu!" Cerca Oma
Papa Dion tidak menggubris kalimat mamanya itu. Langsung saja ia bangkit dari sofa dan pergi.
"Kami juga mau pulang."
"Pulang saja sana! Gak ada yang larang," kata Freeza cuek kemudian pergi dari ruang tamu.
Mendapat balasan seperti itu membuat beberapa dari mereka mencibir dan langsung pergi begitu saja.
Bisa dikatakan hubungan mereka memang kurang harmonis. Bukan saling menyayangi, tapi saling menyaingi.
***
Di lain tempat....
"Gimana, udah tau kabarnya?" tanya pemuda berkaos oblong.
"Hm."
"Jadi, Lo mau ngapain?"
"Hhh, entahlah." Pemuda dengan wajah tenang itu hanya mengangkat bahu.
"Terus ngapain Lo masih disini? Balik sana ke negara Lo!"
"Negara Lo juga kan?"
"Ehh iya ya. Haha, kayaknya gue amnesia mendadak."
"Gaje banget Lo. Sana mandi! Badan Lo bau bangke. Udah dua hari nggak mandi, pantes gak ada yang mau sama Lo."
"Helahh emang Lo ada? Sama aja kan? Dasar jomblo!"
"Udah sana pergi! Gue mau nelpon Citra dulu. Mau liat wajah tampan anak gue."
"Idihh emang Lo bapaknya? Gak usah ngaku-ngaku Lo."
Pemuda itu cuek saja lalu mengambil hp dan menelpon seseorang.
.
.
.
.Akhirnya dilanjut juga....
Semoga masih ada yang baca😄Part ini pendek ya😆 dan semakin ngawur, 🤭
See you🍃

KAMU SEDANG MEMBACA
Badgirl Is Mom?
Teen FictionMemiliki anak di usia muda bukanlah hal yang diharapkan Gisel, apalagi mengingat bagaimana anak itu bisa hadir ke dunia. Dan karena anak itu, masalah datang dalam hidupnya. Apalagi saat sahabatnya mengetahui ia memiliki bayi. Dan yang menjadi teka-t...