21:38
David mencoba untuk memejamkan matanya, memilih untuk tidur daripada menjadi gila karena merindukan istri nya.
"Hayy" , tiba-tiba suara yang amat dikenal olehnya itu terdengar dari balik pintu kamarnya. David langsung bangkit dari kasurnya dan beranjak membuka pintu kamar dan Wow..gadis itu sudah muncul di hadapannya dengan tangan yang bersedekap dan tersenyum.
David menjawab "aku sangat merindukan mu"
Ara terkekeh pelan dan mendorong dada David dengan jari telunjuknya, "kita baru tidak bertemu 2 hari, dasar pembual"
Kini dari mata keduanya terpancar kerinduan yang kini ia rasakan.
David menatapnya heran, "Jadi mau apa kau kesini?".
Ara tersenyum simpul dan menatap Insan dengan penuh harap, "Aku bosan di rumah! Orang tua ku tidak ada di rumah", ucapnya dengan pandangan berbinar. David menganga tak percaya
===o0o===
Kamar
"Kau sendiri yang menyuruhku untuk kesini jika bosan 'kan?", tanya Ara sambil menurunkan tasnya ke lantai. David mencibir, "Maksudku juga bukan begitu..tidak datang tengah malam juga, sayang!" ucapnya dan menjitak kepala Ara pelan " Bodoh", tambah David, membuat Ara menggembungkan pipinya karena kesal.
"Kau tahu sendiri jika aku ini lebih bodoh dari keledai ", ucap Ara lirih, merasa sedikit tak terima dengan ucapannya sendiri.
David mendecak pelan namun tiba-tiba dia bangkit dari duduknya dan beranjak keluar kamar. "Ya! Mau kemana kau?!", tanya Ara, sedikit berteriak. David membalikkan tubuhnya dan melotot kearah gadis itu, "Jangan berisik! Nanti tetangga bisa curiga!", ingatnya dan membuat Ara langsung menutup mulut dengan kedua tangannya.
David beranjak menuju dapur dan membuatkan secangkir susu hangat, minuman kesukaan istrinya itu. Namun dia merasa ada yang tidak beres dengan keadaan disekitarnya, suasana ini...terlalu sunyi.
Ara beranjak keluar .
Ara duduk di sofa sambil memeluk guling kemudian menyalakan TV. Namun perhatiannya tertarik kearah David yang masih setia berada di dapur, "Kau sedang apa?", tanyanya penasaran.
David menjawab tanpa melirik kearah istrinya itu, "Aku sedang membuat minuman untuk Istri ku" ucapnya dengan nada mengejek. Ara tersenyum samar dan kembali mengalihkan pandangannya ke TV. "Ah,benarkah!", katanya dengan ekspresi ceria.
" Memang di mana Ayah, dan ibu " tanya David sambil membawa secangkir cokelat hangat buatannya untuk gadis itu dan kemudian duduk disampingnya. Ara menerima cangkir itu dan menganguk pelan, "Entahlah," jawabnya santai.
Ara menyesap susu hangat buatan David itu dengan perlahan sedangkan David hanya menatap lurus kearah TV. Untuk beberapa saat, tak ada yang memulai pembicaraan diantara mereka berdua.
Suara kartun tersiar dari dalam TV.
"Sebenarnya..."tiba-tiba saja ara dan David malah mengeluarkan kata yang sama di saat yang bersamaan pula. Mereka saling bertatapan sejenak dan kemudian terkekeh pelan, "Aish~ kenapa malah terjadi adegan seperti di drama-drama itu? Mengucapkan kata yang sama disaat yang bersamaan pula...." ucap David dengan nada geli.
Ara mengangguk dan meminum susunya lagi, "Lalu kau pasti akan berkata, 'ah..silakan kau bicara duluan' Dan aku akan menolak, 'kau saja yang bicara duluan'. Terus seperti itu selama beberapa saat hingga akhirnya si pria akan mengalah dan mulai bicara duluan". tambahnya.
David menjawab tanpa melirik kearah Ara,
" Dan kau tahu jika aku bukan tipe pria seperti itu 'kan, sayang?". David tersenyum samar, "sangat. Aku sangat tahu akan hal itu.." ucapnya. David mengangguk puas mendengar ucapan istri nya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Teacher is My Husband
Teen FictionBagai mana Rafailah Inayah Ulfah yang masih berstatus sebagai pelajar, bisa menikah dengan laki-laki bernama Zidan David Virlando, yang usianya terpaut 7 tahun lebih tua dari nya. Lelaki yang awalnya bersetatus sebagai guru magang di sekolahnya ki...
