part 4

23.8K 773 3
                                        

 "aku mau itu, dan itu, dan jangan lupa berikan Cheesecake."

Ara, gadis itu kini sedang memesan beberapa kue pada pelayan toko kue. Ia telah memilih 5 macam kue, termasuk Blackforest.

"Memesan sebanyak itu untuk siapa? Kau tau aku tidak suka makanan manis."  David berbicara, ia heran melihat kekasihnya yang sepertinya kalab dalam memilih kue.

"Tentu saja untuk diriku." Jawabannya dengan mata mengejek.

"Aku sangat lapar, bahkan aku belum makan siang. Jadi kurasa aku akan merasa kurang jika hanya membeli sepotong saja."

"Bolehkan."  Tanya Ara, dengan mata memohon.

Jika saja ini bukan ditempa umum, tentu saja kekasihnya ini akan ia marahi habis-habisan. Menceramahi tentang pentingnya makan dengan teratur, tentu saja ini bukan yang pertama, Ara melupakan makan siangnya. Terlalu sering bahkan.

" Kau_,  selalu saja lupa untuk makan dengan teratur." Ucap pria itu, lalu mengeluarkan kartu kredit miliknya dari dompet, dan memberikanya pada kasir.

.

.

.

Ara kini sudah mendudukkan badanya dikursi kursi mobil.

"Aduhhh, Perut ku sudah lapar sekali." Ucapan dengan pelan. Tampa berpikir panjang, ia segera membuka kotak yang berisi potongan kue yang ia beli tadi. Melahap kue kue itu dengan penuh kenikmatan.

David yang baru masuk kedalam mobil,  dari membeli minuman, memperhatikan Ara yang tengah sibuk memakan semua kuenya dengan lahap.

Pria itu tersenyum tipis melihat kekasihnya, sungguh lucu sekali ekspresi gadis ketika memakan kue.

Sebenarnya dia tidak peduli dengan porsi makan Ara ataupun sikap Ara hanya saja kekasihnya ini sering sekali telat makan asal kekasihnya itu makan teratur, dan merasa bahagia itu sudah cukup.

Tangan pria itu terulur membersihkan, sisa crem yang menempel di sudut bibir Ara.

"Pelan-pelan Ara." Ucapnya memperingatkan.

"Kau mau?" Tawar Ara, sambil menyodorkan sepotong cake pada pria yang kini menatapnya intens.

David menghela nafas pelan, dia tidak suka makanan manis dan mengandung banyak krim.

Gadis itu kembali memasukkan kue itu kedalam mulutnya. Ah terkadang memanjakan perutnya dengan makanan enak memang sangat membahagiakan.

Sebenernya Ara saat ini sudah mulai mengantuk, gadis itu sedikit menguap.

David yang mengerti, bahwa Ara kini tengah mengantuk. Ia pun mengelus surai Ara lembut, yang entah mengapa terasa lebih halus dari sebelumnya.

"Tidurlah, aku akan membangunkan mu jika sudah sampai."

Pria itu membiarkan Ara tertidur dikursi sampingnya. Ara terlihat benar-benar mengantuk,  bahkan kini dirinya sudah tertidur.






To be continued

    Maaf ya kalau cerita nya kurang seru.atau greget.
Insyaallah aku lanjut in post nya.
Tungu di part berikut nya ya....
Jangan lupa vote nya..

My Teacher is My HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang