Kyne.
01.10.
*Tak* *Tak* *Tak*
Suara hentakan pisau yang menyentuh lampan kayu saat memotong bahan masakan, terlihat Shinyn tengah memasak sesuatu ditemani oleh Ibunya yang juga menyiapkan beberapa alat masak.
Lampan yang penuh oleh sayuran kemudian ia dorong masuk ke dalam wadah dengan menggunakan pisau yang digeserkan.
"Sudah siap, sekarang tinggal umbi-umbian." Shinyn menapis bahan masakan yang ada di wadah bulat yang ia pegang.
*Klotek* *Klotek*
Ibunya tersenyum sebari memegangi panci yang telah dibersikan, ia senang melihat Shinyn yang bersemangat seperti itu.
"Ini untuknya, kan?" tanya Ibunya dengan wajah sinis.
"Jangan mengganggu Ibu."
Mata Shinyn tiba-tiba menyempit, dari raut wajahnya ia sepertinya terganggu oleh perkataan itu. Namun Shinyn kembali menyiapkan bumbu yang lain, entah masakan apa yang akan ia buat, tapi dari caranya memasak sepertinya itu adalah masakan berkaldu.
Ibunya memperhatikan dengan senyuman ketika melihat anaknya yang sepertinya melakukan kesalahan.
"Kau memotongnya terlalu tebal," ucap Ibunya. "Dan juga, sayur-sayuran itu seharusnya di siapkan terakhir, meskipun kau tidak memasukannya terlebih dulu, lihatlah airnya sudah mendidih."
Shinyn menutup mata dan berhenti mengupas kubis di tangannya. "Aku mengerti."
Meskipun Shinyn terbiasa membantu Ibunya, namun itu tidak menjadikannya pandai dalam urusan memasak, ia masih harus banyak belajar dan memperhatikan bagaimana aktivitas Ibunya saat berada di dapur.
Ibunya menawarkan sebuah bantuan, tentu saja Shinyn tidak bisa menolaknya, mau tidak mau ia harus belajar dari seorang Ibu yang selalu membuatkan makanan enak untuknya.
"Apa dia akan datang sore ini?" tanya Ibunya yang ia maksud itu adalah Ira.
"Pasti! Karena dia sudah berjanji!"
Shinyn kembali mengupas umbi-umbian itu, namun dengan intruksi dari Ibunya, dengan wajah yang sedemikian tegang, Shinyn mengiris bahan-bahan itu dengan hati-hati.
"Lumayan untuk seorang pemula." ungkap Ibunya yang melipat tangannya.
"...." Shinyn terus memotong.
Ibunya mengambil sayuran di dalam wadah dan hendak membersihkannya, dari tempatnya berdiri ia bisa melihat wajah kembung yang diciptakan Shinyn bersama dengan mulut majunya.
Senyuman sinis kembali ia perlihatkan. "Ira pasti akan sangat senang."
"Ibu!" seru Shinyn yang sesaat menoleh.
"Kemudian dia akan mengatakan 'Aku mencintaimu! Jadilah Istriku Shinyn!' seperti itu."
"Berhentilah!"
Shinyn menjatuhkan pisaunya dan berhenti memotong umbi-umbian itu, sepertinya ia benar-benar kesal.
"Hehe, maaf-maaf, aku tidak bermaksud melakukannya."
Dengan perasaan bersalah ia berdiri di belakang Shinyn dan memegangi kedua pundaknya yang terlihat lelah.
"Kau tidak perlu khawatir, Ibu akan membantumu," ucap Ibunya sebari mengacungkan jempol kanan di depannya.
"...."
Iries.
01.30.
Ira memasuki sebuah gang sempit di belakang bangunan besar di samping kanan dan kiri, dia berniat untuk memotong jalur sehingga dapat lebih cepat sampai ke tempat tujuan.
YOU ARE READING
Secret Gear's
Fantasy(On-going) (R15+) Genre : Fantasy, Action, Romance, Magic, Isekai. Seorang pemuda, yang di panggil dari Bumi ke Dunia yang disebut Ventuse. Ira terbangun, untuk melihat langit yang berbeda. Ira yakin bahwa dia belum mati, hanya saja ... ingatan...
