Note; Setiap Page dari Arc ini akan berbeda dengan yang lain. Aku harap siapa 'pun bisa lebih bijak sebelum membacanya.
+Violence +Dark
Setelah keluar dari Desa, mereka mulai memasuki wilayah lereng, sebuah jalan menanjak menuju ke atas gunung.
Jalan yang memiliki kemiringan itu tertutup salju, semuanya terlihat putih bahkan sekeliling mereka. Beruntung ada pepohonan yang tumbuh menghimpit pinggir jalan, sehingga mereka bisa membedakan dan tetap berada di jalur mereka.
Ariyn berjalan mendekati Lulu, kelihatannya dia penasaran dengan keadaan Lulu yang sejak tadi menyeret kakinya. Ariyn berpikir kalau perjalanan ini akan menguras banyak energi bagi mereka.
"Kau cukup kuat," ucap Ariyn.
"Begitu?" Lulu memastikan.
***
Ariyn mulai kelelahan, itu terlihat dari nafasnya yang tidak beraturan, udara yang dingin membuat dia mengeluarkan uap dari mulutnya. Meskipun lelah, Ariyn tidak menghentikan langkahnya, dia terus berjalan naik mengangkat kakinya yang berat.
"Apa kau tidak apa-apa?" tanya Lulu menoleh pada Ariyn.
"Tidak apa! aku pasti, akan mendapatkan bunga itu!" sahut Ariyn.
Ariyn kemudian menoleh ke arah Lulu, dia sedikit terkejut melihat Lulu yang sama sekali tidak kelelahan.
Nampak Lulu hanya berjalan seperti biasa, tidak ada tanda-tanda ia yang kelelahan. Pandangan yang khas dari Lulu terlihat lagi, wajah datar yang biasa ia perlihatkan.
"Tidak, aku tidak boleh!" gumam Ariyn, hendak berhenti tapi dia memaksa untuk berjalan.
Lulu menundukan pandangan sebari menutup mata, ia seperti tersentak karena merasakan sesuatu bergerak di sekitar pohon. Lulu menatap sekitar dengan tatapan mata yang tajam, ia was-was.
"Ada apa?" tanya Ariyn.
"Tidak ada, mungkin hanya perasaanku," jawab Lulu.
Mereka tidak menyadari ada seseorang yang mengintai mereka, sebuah bayangan hitam seseorang yang bersembunyi di pepohonan. Bayangan itu bergerak dengan cepat dari pohon ke pohon mengikuti mereka.
Tidak lama setelah itu, mereka akhirnya sampai di dataran yang tidak begitu luas. Sebuh dataran yang ditutupi salju, tempat ini tidak ditumbuhi pohon seperti jalan tempat mereka datang.
Ariyn yang berada di tengah dataran itu menunduk, nampak dia menopangkan kedua tangannya pada lutut kaki, mencoba memperbaiki nafas.
"Mungkin aku butuh sedikit istirahat," ucapnya, terengah-engah.
Lulu hanya terdiam, secara tidak langsung ia lalu memandang ke atas gunung. Ada bebatuan di atas sana, tepatnya di tanjakan bagian perut gunung yang akan mereka daki. Lulu menajamkan pandangan, ia melihat sesuatu yang bergerak.
Lulu berpaling pada Airyn. "Ariyn, awas!" seru Lulu, berteriak karena sesuatu.
"Kenapa?" Ariyn bingung.
Ariyn yang tidak sadar hanya menengok ke arah kanan, dia melirik ke arah Lulu sebelum akhirnya ke arah bebatuan di atas gunung. Ariyn melihat titik-titik hitam yang mengarah padanya, melesat bersama angin.
Namun sebelum benda itu mengenai Ariyn, Lulu sudah lebih dulu melompat dan mendorong Ariyn dengan tubuhnya. Mereka jatuh berdampingan di atas salju yang empuk.
"Apa itu!?" tanya Ariyn terkejut, mencoba untuk bangkit.
"Geh!" Lulu menggeram.
Ariyn memastikan sekitarnya, dia menemukan Lulu yang terbaring di atasnya. Mata Ariyn spontan melebar saat menyadari ada tiga benda yang menancap di paha Lulu. Benda itu terlihat seperti peluru tipis, bentuknya runcing berwarna perak abu-abu, dan terdapat bulu merah di ujungnya.
YOU ARE READING
Secret Gear's
Fantasy(On-going) (R15+) Genre : Fantasy, Action, Romance, Magic, Isekai. Seorang pemuda, yang di panggil dari Bumi ke Dunia yang disebut Ventuse. Ira terbangun, untuk melihat langit yang berbeda. Ira yakin bahwa dia belum mati, hanya saja ... ingatan...
