[Reader ∅7] [Melompat, Melayang?]

29 2 0
                                        

Vilteyn

09.02 // 2337-09-17.

Bagian selatan Kota Vilteyn, sebuah pertarungan antara kelompok Pemberontak dan Crossed tengah berlangsung. Mereka semua bertarung secara acak dengan kelompok mereka.

Dari kekacauan yang ditibulkan, sepertinya Crossed telah mengambil alih pertarungan itu, meski Pemberontak memperlihatkan banyak perlawanan, namun itu belum cukup untuk mengalahkan anggota Crossed yang sudah terlatih.

Benar saja dalam waktu yang singkat Crossed dapat membekuk para Pemberontak itu, tidak sedikit dari mereka yang juga terkapar tidak sadarkan diri, pilihan yang sudah mereka pilih dari pada harus menyerah pada musuh mereka.

Sanaor berjalan menuju seorang Crossed yang berdiri beberapa meter di depannya. Orang itu adalah Maxwell, terlihat ia mengubah senjata Busurnya kembali ke bentuk Seizun.

"Ini sudah sangat banyak semenjak saat itu," ungkap Sanaor.

"Ya."

Maxwell memandang ke atas, terlihat langit biru dan cahaya matahari yang terik dari atas sana. Tempat itu merupakan dataran tinggi yang di sampingnya terdapat tebing dan hutan hijau di bawahnya.

"Kita harus bergegas!" seru Sanaor dengan nada percaya diri.

Belum sempat mereka pergi kemana-mana, seseorang datang berjalan dengan santai ke hadapan mereka. Orang yang berjalan dari turunan yang sedikit demi sedikit memperlihatkan wajah dan tubuhnya.

Sanaor dan Maxwell sepertinya mengenal orang tersebut. Secara perlahan mereka berjalan menuju ke depan para anggotanya untuk memastikan keadaan di depan.

"Nite, dia ada disini?" tanya Sanaor yang berjalan bersama Maxwell.

"Jika memang begitu ...." Maxwell mempersiapkan Seizunnya.

Orang yang bernama Nite itu tidak menghentikan langkahnya sampai ia benar-benar berada di atas dataran yang rata dengan mereka.

Nite adalah seorang pemuda dengan mata dan rambut hijau dan perak yang serupa, tubuhnya normal atletis, terlihat ia mengenakan pakaian seperti jaket dan celana yang sama-sama berwarna abu-abu.

"Ya ampun jadi mereka sudah dikalahkan?" tanya Nite sebari tersenyum.

Hampir setiap anggota Crossed mengenal Nite, mereka melihatnya dengan berbagai macam tatapan, kebanyakan memperlihatkan wajah tegang mungkin karena rasa takut di hati mereka.

"Tidak aku sangka kita akan bertemu secepat ini ...." Sanaor mengeluarkan Seizunnya.

"Aku tidak berniat untuk bertarung melawanmu, Sanaor."

Sanaor dan Maxwell mengeluarkan Senjata dari Seizun serentak, dengan cepat mereka mengambil posisi bertarung mereka masing-masing.

"Seizun Otloqe!" seru Sanaor mengeluarkan Sanagon sambil berlari.

Setelah mengeluarkan Pedang, Sanaor langsung mengayunkannya ke arah Nite dari kanan ke kiri secara horizontal. Nite dapat menghindari serangan itu, ia menggeserkan tubuhnya menyamping ke belakang.

Dari jauh Maxwell telah menyiapkan busurnya dan siap melepaskan panahnya. Maxwell melepaskan panahnya berkali-kali, panah-panah itu melesat ke arah Nite dengan kecepatan tinggi.

"Ups ...." Dengan lincahnya Nite dapat menghindari semua itu.

"Tidak semudah itu!" Sanaor kembali menyerang Nite dengan tebasan menyilang.

Nite kembali menghindari serangan itu dengan melompat kebelakang, hanya sedikit goresan dari ujung pedang Sanaor yang berhasil menyentuh pakaiannya. Tebasan dari Pedang Sanaor berakhir mengenai tanah yang membuat sebuah retakan panjang ke depan.

Secret Gear'sStories to obsess over. Discover now