Ira dan Miren masih melirik satu sama lain, jalan masuk seperti terowongan itu sama sekali belum disentuh setelah bertahun-tahun, alasan mengapa mereka berdua masih terlihat ragu-ragu.
"Kenapa kau tidak memakai lentera?" tanya Ira sebari berjalan.
"Obor membuat kita terlihat keren, hehe." Miren tersenyum lebar.
"...."
Rasa penasaran mulai tercipta, seiring dengan pandangan mereka yang terus menatap tajam ke arah kegelapan di ujung mata mereka memandang.
Miren beranjak berjalan sekitar satu, dua tangga ke bawah memasukan obor di depan jalan, berusaha menerangi sekitarnya. "Hebat ...."
"Oi, hati-hati, bisa jadi ada jebakan atau sejenisnya!" seru Ira memperingatkan.
"Tidak apa-apa, kelihatannya aman." Miren berjalan masuk.
"Kurasa ini akan berakhir buruk."
Meski membawa rasa cemas, Ira tetap mengikuti Miren yang sejak tadi penasaran dengan apa yang ada di dalam sana. Ira terus memandang sekitar dengan was-was, matanya melirik ke setiap sudut jalan, dan juga kegelapan yang mulai lenyap saat obor api itu mendekatinya.
*Cit* *Cit*
Suara decitan, sepertinya hewan pengerat, mereka berlari ketika mendengar hentakan kaki dari menusia yang masuk ke wilayahnya.
"Keren, lihat tulisan-tulisan kuno ini ... aku penasaran apa artinya," ucap Miren, terkagum dengan tulisan aneh yang ada di samping kiri dan kanan tembok.
"Bahkan penduduk pribumi tidak tahu apa artinya?" tanya Ira sebari mencoba megikuti langkah Miren di depannya.
"Apa yang kau bicarakan? Ini sangat lawas."
"Tapi ...."
Langkah kaki mereka ditemani dengan setiap argumentasi mengenai tempat itu, mereka terlalu asik bicara sampai tidak sadar ada sepasang mata merah menyala yang mengintai mereka.
Selang beberapa waktu akhirnya mereka sampai di sebuah ruangan yang lebih besar.
"Keren!" Miren mempercepat langkahnya, memasuki ruangan itu, ia berlari menuju sekitar, terlihat sangat tertarik.
Dengan obor ditangannya, Miren menyalahkan setiap wadah di setiap sudut ruangan, wadah itu berisi batu bara hitam, Miren menyiramkan sesuatu sebelum menyalakannya. Wadah-wadah itu menyemburkan api ke atas saat obor itu menyentuhnya, sekarang ruangan itu telah mendapatkan pencahayaan.
Ruangan yang lebih luas dari sebelumnya, ada sekitar delapan pilar terutama dua yang berada di sebelah kiri, pintu masuk mereka. Sekitarnya terdapat tulisan dan gambar yang sama sekali tidak mereka pahami, terdapat retakan di tembok dan juga lantai yang hancur karena sebuah alasan.
Di setiap bagian atas dinding terdapat beberapa jendela kecil memanjang, sepertinya itu adalah jendela dari lantai yang lain, meskipun tidak ada bukti, atau jalan masuk menuju ke ruangan atas tersebut.
Ira berjalan ke tengah ruangan, dia menginjak garis lantai yang di mana membentuk beberapa lingkaran besar, setiap garis lingkaran itu memiliki tinggi yang berbeda dari tinggi lantai di sekitarnya.
Terlihat jelas tulisan itu, memutar mengikuti garis yang melingkar, entah apa yang dituliskan di sana, namun terlihat tulisan itu mengelilingi simbol Valkirie di tengahnya.
Ira menjongkok guna memastikan simbol tersebut.
"Bukankah ini seperti gambar yang sebelumnya?" tanya Ira memastikan, dia melirik Miren yang sibuk dengan sekitar.
YOU ARE READING
Secret Gear's
Fantasy(On-going) (R15+) Genre : Fantasy, Action, Romance, Magic, Isekai. Seorang pemuda, yang di panggil dari Bumi ke Dunia yang disebut Ventuse. Ira terbangun, untuk melihat langit yang berbeda. Ira yakin bahwa dia belum mati, hanya saja ... ingatan...
