[Reader 19] [Bodoh]

16 0 0
                                        

Suara angin berhembus, melewati tubuh Ira dengan lembut. Kesejukan yang dirasakannya membuat Ira ingin berlalu untuk beberapa saat. Sampa dia tersadar bahwa, sekitarnya bukan lagi kasur tempatnya bermimpi.

Tubuhnya yang terbaring menghadap ke atas mulai terusik. Dengan kedua telapak tangan di belakang kepala, Ira mulai terbangun.

"Tempat ini ...." Ira terbangun, dan duduk setelahnya.

Ira melihat sekitar, ini adalah tempat yang diciptakan Celestial Cresent, tempat dimana dia bertemu dengan Rhiynna di alam mimpi. Setelah melihat sekeliling, dia menarik kaki kanannya menciptakan siku, menyimpan lengan kanan di atas lutut yang menghadap ke atas.

Angin kembali berhembus, menggoyangkan rerumputan yang tumbuh di sekitar Ira. Pohon besar di depan Ira juga bergoyang, menyapa kehadiran angin yang lewat.

Seseorang berbaring di atas dahan pohon yang cukup besar, setidaknya cukup besar untuk menahan berat badannya, orang itu menghadap langit dengan tatapan yang serius. Ia menupangkan kepala di atas kedua telapak tangan yang saling menindih.

"Kau sudah terbangun?" tanya Orang itu.

"Raylox ...," ucap Ira pelan, dia menengok ke atas pohon setelahnya.

Ralox adalah seorang Laki-laki dewasa, seusia dengan Rhiynna. Ia bertubuh normal rata-rata seperti Laki-laki di usianya. Entah mengapa seluruh tubuh hingga wajahnya tertutup perban putih, sekilas terlihat seperti mummy. Ia memiliki rambut pendek hitam kecoklatan, sedikit kaku dan berantakan. Lirikan matanya cukup tajam, mengarah pada Ira. Mata kiri yang tidak tertutup perban itu, memiliki bola mata biru yang cerah.

Raylox mengenakan jubah kehitaman yang terlihat lusuh, memiliki banyak robekan di sekitar jubahnya, bahkan bagian dasarnya juga rusak seperti kain yang tajam. Ia juga memakai celana panjang coklat longgar yang bagian lutut ke bawah diikatkan pita putih, sama seperti perban yang menutup tubuhnya.

Raylox bangun dan duduk di dahan, tempat tadinya ia berbaring, kakinya tergantung di bawah dahan tersebut.

"Tidak kusangka kau bisa mengalahkan Iblis fase ke-dua," ungkap Raylox.

"Fase ke-dua?" Ira bingung.

Raylox melompat turun, ia kemudian berjalan menuju Ira. "Sepertinya aku harus mengajarimu beberapa hal."

Mendengar itu, Ira terkejut dan lantas memasang kuda-kuda, sepertinya dia akan bertarung. Dari tangan kanannya, Ira mengeluarkan Celestial Crescent, tatapannya tajam mengarah pada Raylox.

"Tahan senjatamu nak, aku tidak sedang berselera untuk bertarung," ucap Raylox, mengagkat telapak tangan kanan yang menghadap ke Ira.

Ira mengira bahwa Raylox akan mengajaknya bertarung, tapi dugaannya itu salah. Dia kemudian melonggarkan kuda-kudanya berdiri tegak menghadap pada Raylox.

"Kupikir, kau akan melakukan hal yang sama seperti Rhiynna," ungkap Ira, melirik sinis.

"Sigh ... Jangan samakan aku dengan wanita itu. Dia terlalu teropsesi dengan pertarungan. Orang yang tidak pernah belajar bahwa pertarungan tidak selalu menyelesaikan masalah," jelas Raylox, mengangkat kedua tangan setelah pundak. Terlihat acuh.

"Huh, aku tidak habis pikir jika kau sebenarnya cukup bijak, maksudku ... Rhiynna pernah mengatakan kalau kau itu teropsesi dengan pembalasan dendam." Ira mengosok dagunya dengan telunjuk tangan kanannya.

Raylox melirik dengan tatapan tajam secara tiba-tiba. "Apa hanya itu yang dia katakan padamu?"

Hal itu membuat Ira terkejut, tubuhnya tiba-tiba merinding dan menegang seperti tersengat listrik. mungkin dia takut melihat Raylox yang menatapnya dengan tatapan tajam yang mengerikan.

Secret Gear'sStories to obsess over. Discover now