Kyne.
03.10.
Ira mencoba untuk mengaitkan beberapa lembar daun panjang transparan itu di tanggannya, dia tahu dia tidak sedang membuat ketupat, sebuah makanan khas dari Dunianya. Kali ini Ira begitu bingung, beberapa kali menoleh ke arah sekitar, mempelajari cara untuk membuat kerajinan berbentuk bulat dari kumpulan daun yang panjang.
"Apa kau ingin melilit tanganmu?" tanya seorang Gadis di samping kanan Ira.
"U-uh, tidak ...." Ira menundukkan pandangan yang kecut.
"Hei-hei, apa dia seorang perempuan?" tanya Anak Perempuan yang menunjuk pada Ira.
"Tidak-tidak, dia itu Laki-laki," ungkap seorang Perempuan di samping anak itu.
Ini adalah situasi yang buruk, dikelilingi dengan lawan jenis dan melakukan hal yang persis seperti yang mereka lakukan, bukanlah hal patut dilakukan seorang Laki-laki, entah mengapa Ira malu kepada diri sendiri.
"Harusnya aku tetap di rumah," keluh Ira memiringkan pandangan yang spontan lesu.
Sementara itu, di tempat Shinyn berada, ia masih bertatap wajah dengan seseorang yang sepertinya begitu membencinya, bersama dengan para Remaja yang seharusnya berlatih untuk Pentas Seni.
"Kenapa? Apa kau mau menangis?" tanya Ruriyn dengan pandangan yang semakin ia naikkan, wajahnya begitu sinis.
Sedikit menunduk, Shinyn menajamkan pandangan. "Tidak, tidak hari ini."
Wajah Ruryn berubah bertanya-tanya menyerongkan pandanganan sehingga sebelah mukanya lebih terlihat. Ia kemudian tersenyum dan berjalan mendekat. Shinyn hanya menatap Ruriyn yang datang dan mengelilingi tubuhnya, matanya yang menyempit mengikuti Ruriyn hingga tubuhnya ikut berputar.
"Lalu, apa tujuanmu datang ke sini? Ingin berkelahi?" tanya Ruryn setelah mengitari Shinyn, ia sekarang berhenti di samping kanannya.
"Mana mungkin aku seperti itu! Kedatanganku kemari karena! Karena ...." Seru Shinyn, ucapannya menciut di akhir.
"Heh, ayo katakan saja!"
Wajah Shinyn tiba-tiba mengeras setelah mendengar itu, dahinya mengkerut kesal. Shinyn berjalan sebelum menutup mata, dia menghadap kepada semua orang dengan sedikit mengakat kedua tangan menyamping.
"Semua! Kalian semua adalah temanku, aku ...." Shinyn mengepal kedua tangan ke bawah. "Apa kalian ingat? Waktu itu kita semua begitu dekat, kenapa tiba-tiba kalian—," penjelasan Shinyn terpotong.
Ruriyn tersenyum sebari menutup mata. "Ya, tidak setelah mereka tahu bahwa sebenarnya—," ucap Ruriyn, tidak selesai.
"DIAM!!" bentak Shinyn setelah berpaling, membalas Ruriyn yang tadinya menyela.
Seketika itu membuat Ruriyn terkejut, ia tidak habis pikir Shinyn bisa seperti itu. Ia hanya terdiam dengan wajah kaku yang sedemikian terkejut.
"Aku sama sekali tidak mengerti, sebagai Allias aku tidak melakukan apapun ... tapi kenapa tiba-tiba kalian."
Tiba-tiba pandangan semua orang menjadi kesal, untuk beberapa alasan yang tidak diketahui. Meski begitu, Shinyn tetap menjelaskan, walaupun setiap tatapan yang tertuju padanya sedah benar-benar tidak terlihat bersahabat.
"Kau pembohong! Kami tidak percaya padamu!"
"Ya, kau dan orang-orangmu! Munafik!"
Hinaan itu terus dilontarkan pada Shinyn, membuatnya sedikit ragu untuk melanjutkan setiap ucapannya. Akan tetapi, dia tetap mencoba untuk membela diri, Shinyn tidak mau diperlakukan seperti ini terus oleh orang-orang yang seharusnya adalah temannya sendiri.
YOU ARE READING
Secret Gear's
Fantasy(On-going) (R15+) Genre : Fantasy, Action, Romance, Magic, Isekai. Seorang pemuda, yang di panggil dari Bumi ke Dunia yang disebut Ventuse. Ira terbangun, untuk melihat langit yang berbeda. Ira yakin bahwa dia belum mati, hanya saja ... ingatan...
