[Reader 12] [Valkirie#Valkyrie]

18 0 0
                                        

Pusat Pelatihan Crossed.

08.10.

2338-10-18.

Lapangan tempat pelatihan itu, telah kembali dipenuhi Crossed yang tengah berlatih, setiap barisan terlihat rapi sehingga mudah untuk Crossed senior memantau latihan mereka.

Dari sebuah barisan hampir di bagian tengah, Miren terlihat mengeraskan kuda-kudanya, sebari menggenggam sesuatu di tangan kanan yang sedikit melebar, tatapan itu tajam sangat serius.

"Seizun Otloqe!"

Dari dalam genggaman, muncul cahaya yang tidak begitu terang, mungkin karena sinar matahari. Cahaya itu membentuk pedang dengan dua sisi tajam, logam putih itu memantulkan cahaya tepat di depan mata yang menatapnya.

Miren tersenyum, kelihatan cukup puas dengan hasil latihannya saat ini, ia menyimpan pedang itu di atas bahu kanannya. sesuai dengan apa yang Miren inginkan ia telah berhasil menguasai Seizun, dan menjadi Seizun Holder.

"Seizun Otloqe!"

"Seizun Otloqe!"

Bukan hanya Miren, tapi mereka semua tengah berlatih menggunakan Seizun mereka, cahaya kembali terlihat dari gengaman mereka, walaupun tidak semuanya.

Hanya sekitar empat puluh persen saja yang berhasil menggunakan Seizun, sementara yang lain, belum mampu membangkitkan Erister dalam tubuhnya.

Setiap keluhan itu mulai terdengar, kebanyakan mereka yang tidak berhasil, tapi tidak jarang ada yang terus mencoba menggunakan Seizun hingga mereka berhasil dengan susah payah.

"Selamat Miren, sudah kuduga kau pasti bisa!" seru Perempuan berada di samping kanan barisan Miren, ia terkagum.

"Ya, ini bukan apa-apa." Miren memalingkan wajahnya ke atas dengan mata tertutup.

"Sigh ... berbeda denganku, aku ini benar-benar payah."

"Jangan begitu Emiliyn, aku akan mengajarimu."

Perempuan berambut coklat pendek bernama Emiliyn itu terlihat senang, ia sudah memiliki pembimbing, tapi tidak ada salahnya jika seseorang yang berbakat seperti Miren membantunya dalam latihan, itu lebih baik.

"Tapi," ucap Emiliyn, sepertinya bertanya-tanya, "aku tidak melihat temanmu hari ini."

Mungkin yang Emiliyn maksud adalah Ira, ya, dia memang tidak berlatih di tempat ini, tapi di bagian lain dari pusat pelatihan, seseorang telah membawanya untuk menjalani latihan tersendiri khusus untuknya.

"Ahh, kalau itu aku juga tidak tahu...." Miren menggaruk kepala.

Di sebuah ruangan yang luas, terlihat benar-benar tertutup, ruangan itu kosong tanpa ada benda atau barang-barang di sekitarnya, terdapat beberapa jendela di dekat langit bangunan, terlihat kecil namun cukup untuk matahari meyelipkan cahaya, jika itu adalah bangunan sekolah, mungkin akan lebih mirip seperti aula tempat latihan olahraga, hanya saja tidak ada alat-alat olahraga di sana.

Ira berada di tengah ruangan itu, dia sangat kelelahan, keringatnya bercucuran jatuh ke lantai, nafasnya panas dan tidak beraturan. Ira mencoba menguatkan posisinya berharap dia tidak tumbang.

Sementara itu, di dekat pintu keluar yang besar, seseorang memantau latihan Ira.

"Hmm apa yang dia lakukan?" gumam Sanaor menyelipkan setiap pergelangan tangan di depan dada antara perut.

"Seizun Otloqe! Gah! Sial!" seru Ira, kelihatannya dia gagal menggunakan Seizun.

"Apa yang kau lakukan!? Pastikan Erister itu benar-benar ada di genggamanmu!!" sahut Sanaor, memberikan arahan.

Secret Gear'sStories to obsess over. Discover now