Note; Setiap Page dari Arc ini akan berbeda dengan yang lain. Aku harap siapa 'pun bisa lebih bijak sebelum membacanya.
+Violence +Dark
08.40
Di atas pegunungan, mereka menemukan langkah mereka sampai di dataran tinggi yang cukup datar, sepertinya itu merupakan tempat pemberhentian para petualang itu. Tanah bebatuan bersalju di atas sini tidak terlalu luas akan tetapi tanah salju di sini cukup luas untuk orang-orang itu membangun tenda, terlihat beberapa tenda itu terbuka tanpa ada tanda-tanda siapa pun yang ada di sekitar.
"Jadi ini tempat pemberhentian mereka," ungkap Bun sebari menuju pada bekas perapian.
Di samping itu Lulu berada di tepi jurang memperhatikan pemandangan sekitar. Matanya meneropong ke setiap sudut pegunungan putih dan juga pepohonan hutan yang ada di bawahnya.
Ariyn berjalan menghampiri Bun. "Tidak ada seorang pun disini...."
Apa yang dikatakan Ariyn memmang benar dan Bun sudah menyadari hal itu setelah memastikan usia dari perapian di dekatnya. Sepertinya tempat ini sudah ditinggalkan sejak pertama kali didirikan, entah karena alasan apa.
"Aku tidak menemukan apapun, sepertinya mereka tidak meninggalkan pesan." Bun berpikir sambil mengusap-usap dagunya.
Bun berdiri menghadap ke suatu arah berjalan memperhatikan salju atau pijakan yang ada di depannya. Dari prilakunya, sepertinya ia mencari jejak guna melacak para Petualang itu.
"Kita akan mencari keberadaan mereka dengan menuruni bukit kemudian masuk ke dalam hutan dibawahnya. Di ujung sana ada tanjakan menuju sisi gunung, di tempat itu kita juga mungkin bisa menemukan Arona." jelas Bun.
"Ya!" sahut Ariyn, tersenyum.
Lulu hanya menoleh dan mengikuti apa yang dikatakan Bun, lagi pula ia sendiri tidak menemukan petunjuk setelah mengobservasi lingkungan dan pemandangan sekitar.
Mereka berjalan masuk ke dalam hutan dengan pohon-pohon hijau yang daunnya tertutup salju, batang hidup yang tumbuh ke atas menjadi saksi langkah kaki mereka. Tempat ini jarang dimasuki orang, itulah mengapa salju di dataran tersebut cukup dalam.
"Ada apa Bun?" tanya Ariyn bereaksi saat melihat Bun yang berhenti tiba-tiba.
Pandangan Bun mengarah ke tengah hutan, tempat yang tidak terkena sinar matahari, titik itu terlindungi karena dedaunan lebat dari pohon-pohon sekitar.
Ada pohon besar yang sepertinya dicoret dengan garis putih seperti pewarna alami, mungkin itu adalah cat yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan atau getah. Dibawahnya ada sebuah lubang sepertinya mulut gua berukuran kecil, dari sana terdengar suara-suara aneh dan terus tercipta secara berulang-ulang.
*Gugya!* *gugya!*
*Gya!* *gugya-gugya.*
Bun dan Ariyn bersembunyi di balik pohon mencari sumber suara yang sejak tadi mengganggu mereka. Sumber dari suara itu tidak jauh dari mulut gua yang berada di bawah akar pohon tersebut.
"Mahkluk apa itu?" tanya Ariyn matanya menangkap mahkluk kerdil yang menari dan memutari satu sama lain.
Makluk itu memiliki tubuh seperti manusia, hanya saja bentuknya kerdil dan aneh. Ada dua mahkluk yang berkulit hijau, dan yang satunya lagi berwarna biru. Tidak peduli perbedaan warna mereka, mereka tetaplah mahkluk yang sama.
Ketiga kerdil itu hampir botak, hanya ada beberapa rambut pitih di atas alisnya. Matanya tajam berwarna merah, telinganya panjang menuju kebelakang, hidungnya sangat mancung seperti penyihir, perutnya buncit keluar dari celana kulit yang mereka kenakan.
YOU ARE READING
Secret Gear's
Fantasy(On-going) (R15+) Genre : Fantasy, Action, Romance, Magic, Isekai. Seorang pemuda, yang di panggil dari Bumi ke Dunia yang disebut Ventuse. Ira terbangun, untuk melihat langit yang berbeda. Ira yakin bahwa dia belum mati, hanya saja ... ingatan...
