Note; Setiap Page dari Arc ini akan berbeda dengan yang lain. Aku harap siapa 'pun bisa lebih bijak sebelum membacanya.
+Violence +Dark
[11.02]
Ruangan di dalam rumah Emeliyn tampak begitu berantakan, pecahan kaca, tumbuhan, akar, cairan berwarna, semuanya tercecer di lantai dan meja. Belum pernah tempat kerjanya sekacau ini, semua ini karena Laki-laki itu.
Emeliyn mengambil beberapa peralatan untuk membersihkannya, dia tahu saat ini Mint menunggu untuk dirawat akan tetapi jika dia meninggalkan cairan dari ramuan di tempatnya maka nantinya akan menimbulkan bau yang sangat mengganggu.
"Sial, semuanya berantakan," ucapnya sebari menyapu potongan kaca yang hancur berkeping-keping.
Beberapa menit berlalu, kali ini dia merapikan botol dan toples kaca yang dikeluarkan saat membersihkan lemari. Ada beberapa toples yang masih tersimpan di atas meja, dan belum dikembalikan ke tempatnya.
Emeliyn memegang toples besar yang hendak dia simpan, matanya menembus ke dalam isinya, tanaman akar yang terendam dalam air merah seperti teh.
Emeliyn tersadar setelah cukup lama memandanginya. "Aku harus segera bergegas...."
*Krek*
Suara tiba-tiba saja mengambil perhatian Emeliyn, decitan itu berasal dari ruangan di mana Laki-laki itu tidak sadarkan diri.
Tidak diragukan lagi, Emeliyn memang mendengar sesuatu seperti papan yang tertekuk, meski merasa takut dia mencoba untuk mendekati ruangan itu, lebih tepatnya menuju ke depan pintu masuk.
Beruntung Emeliyn sudah mengunci pintu tersebut untuk berjaga-jaga, secara hati-hati dia kemudian mengintip melalui lubang kunci dari pintu yang ada di depannya. Awalnya Emeliyn tidak melihat apapun tapi dia kemudian dikejutkan oleh sebuah mata yang juga menatap padanya.
"Apa!? Bagaimana dia bisa tersadar!?" tanya Emeliyn dalam hati, dia nampak begitu terkejut.
*Brak* *brak*
Gagang pintu itu diputar terus menerus diikuti dengan suara pukulan yang cukup nyaring, membuat pintu itu terdorong dan bergetar. Laki-laki itu terus mencoba untuk menerobos masuk.
"Emeliyn! Aku tidak akan membiarkanmu lolos kali ini!" seru Laki-laki itu di balik pintu. "Emeliyn!"
"Cih! Bagaimana ini!?" tanya Emeliyn.
Tidak ada waktu lagi, Emeliyn bergegas merapikan tas yang sudah diisi dengan ramuan yang dibutuhkan, dia hanya menambah beberapa sebelum akhirnya menjinjing tas tersebut.
"Aku harus pergi."
Dengan tas yang ada di tangannya, Emeliyn kemudian berbalik dan hendak pergi meninggalkan tempat itu.
Namun entah bagaimana Laki-laki itu berhasil meraih Emelyn setelah berhasil mendobrak pintu. Ia menarik tas Emeliyn dan membuangnya ke samping meja, tarikan itu membuat Emeliyn hampir terjatuh.
"Jangan kau pikir kau bisa lari dari semua ini!!" seru Laki-laki itu, ia mendekati pada Emeliyn.
Emeliyn termundur dengan tatapan tajam ke arah Laki-laki di depannya, setelah beberapa langkah kebelakang, dia kemudian melirik ke segala arah, mencari sesuatu yang dapat membantunya. Emeliyn menunggu saat yang tepat hingga Laki-laki itu benar-benar dekat dengannya, tatapannya semakin tajam saat Laki-laki itu hanya berjarak beberapa centi dari tempatnya berdiri.
"Dapat kau!" seru Laki-laki itu.
Dengan cepat Emeliyn mengambil tabung kecil berisi cairan kuning dari atas mejanya, sepertinya itu adalah cairan yang digunakan untuk membersikan lantai. Emeliyn menyiramkan cairan itu tepat di wajah Laki-laki di depannya, cairan pembersih itu cukup berpengaruh pada kulit.
YOU ARE READING
Secret Gear's
Fantasy(On-going) (R15+) Genre : Fantasy, Action, Romance, Magic, Isekai. Seorang pemuda, yang di panggil dari Bumi ke Dunia yang disebut Ventuse. Ira terbangun, untuk melihat langit yang berbeda. Ira yakin bahwa dia belum mati, hanya saja ... ingatan...
