Arc Special [Another] Page -06- [Penyelamatan, Bun]

24 1 0
                                        

Note; Setiap Page dari Arc ini akan berbeda dengan yang lain. Aku harap siapa 'pun bisa lebih bijak sebelum membacanya.

+Violence +Dark

Hutan.

[01.02].

Mereka memulai perjalanannya lagi menuju ke kawasan gunung, Ariyn nampak serius dengan apa yang dia katakan. Kelihatannya dia tidak lagi peduli dengan bahaya yang di maksud Araiyn.

Di sampingnya Lulu menemani perjalanannya, ia menengok ke arah Ariyn memastikan sesuatu. Setelahnya Lulu kembali memperhatikan langkah kakinya yang dikelilingi salju.

"Kita harus bergegas Ariyn, kelihatannya langit semakin gelap," usul Lulu sebari berusaha mengangkat kakinya yang tenggelam.

"Aku tahu! Aku berusaha!" sahut Ariyn menoleh.

Lulu menajamkan pandangan melihat di sekitar pepohonan, ia terlihat was-was bola matanya melirik dan bergerak dari ujung ke ujung. Sepertinya Lulu tidak ingin mengendurkan kewaspadaannya seperti hari lalu.

Tentu Lulu mengingat jalan ini, ia dan Ariyn baru saja melewatinya kemarin, hanya saja kali ini, salju di sekitarnya semakin dalam.

Lama-kelamaan irama langkah kaki Lulu semakin cepat, ia terlalu cepat sampai tidak sadar bahwa ia meninggalkan Ariyn di belakangnya.

Menyadari dirinya yang tertinggal, Ariyn mencoba untuk menyusul. Kakinya yang ditelan salju membuatnya kesulitan untuk berjalan, dia hanya menarik kakinya keluar dari tumpukan putih itu.

Ariyn mencoba mengimbangi Lulu saat berjalan disampingnya, dia melirik ke arah Lulu, lebih tepatnya ke arah kakinya yang berjalan. Ariyn bertanya-tanya sebenarnya apa yang membuat Lulu bisa berjalan begitu cepat di atas tumpukan salju yang tebal.

"Ada apa?" tanya Lulu yang membalas lirikan.

"Tidak apa, tidak ada apa-apa." Ariyn memalingkan wajah.

Lulu kembali menengok ke depan, matanya sedikit tinggi ke atas langit sepertinya ia tengah membaca cuaca.

"Ariyn kenapa kau bersikeras untuk mencari Bun, bukankah petualang itu sudah mengatakan padamu jika dia jatuh ke jurang?"

"Itu karena—." Ariyn tidak menyelesaikan ucapannya.

"Kemungkinan besar dia sudah mati...."

Pandangan Ariyn tiba-tiba menajam, dia terlihat kesal. "Dia tidak akan mati semudah itu! Dia sudah berjanji!" seru Ariyn.

"Begitu ... lalu bagaimana jika ia benar-benar tiada?" Lulu kembali bertanya.

"Tidak, aku tidak percaya itu sebelum melihatnya dengan mata kepalaku sendiri." Ariyn menundukan pandangan sedih.

Lulu menghela nafas, kembali memperhatikan jalan ke depan, kali ini dengan pandangan mata yang datar. Wajahnya tanpa ekspresi seperti sebagaimana biasanya.

"Putus asa tidak akan menyelesaikan masalah ... tapi jika kau terlalu berharap kau bisa kecewa, hasilnya bisa lebih buruk...." Lulu menutup mata sejenak.

"Aku tidak bisa menyerah begitu saja, itu karena—." Lagi-lagi Ariyn tidak menyelesaikan ucapannya.

"Kau menyukai Bun 'kan?" tanya Lulu, singkat.

Wajah Ariyn tiba-tiba memerah, dia memutar wajahnya dengan cepat ke arah Lulu. "A-apa yang kau katakan!?"

"Sudah jelas, itu semua tergambar dari caramu memperlakukan Bun, kalian seperti ... hmm, pasangan kekasih, mungkin?" tanya Lulu, ia juga tidak begitu yakin.

Secret Gear'sStories to obsess over. Discover now