[Reader 15] [Badai]

26 1 0
                                        

Kyne

09.39 // 2338-10-22.

Shinyn berjalan perlahan, melintasi jalan menuju rumahnya, pandangannya mengelap terlihat sedih, meskipun di sekitarnya ada banyak kebisingan, dia sama sekali tidak terpengaruh, kakinya tetap berjalan perlahan, menuju ke suatu tempat.

Dari raut wajahnya, sepertinya Shinyn mengalami hal yang buruk, pandanganan yang terus mengarah kebawah, sama sekali tidak membawa senyuman.

"Apa salahnya?" gumam Shinyn, yang masih berjalan.

Tanpa dia sadari, ada tiga orang perempuan yang sudah berada di depannya, Shinyn berhenti dan memeperlihatkan wajahnya yang spontan bingung. Salah satu dari mereka adalah Ruriyn, seorang gadis berambut panjang biru.

"R-Ruryn, ada apa?" tanya Shinyn terlihat gelisah, wajahnya melirik ke kiri dan kanan.

"Jangan bertingkah seakan-akan kita ini akrab!" seru Ruriyn, nadanya cukup tinggi.

Shinyn tersentak termundur selangkah, seruan itu membuatnya kaget dia memalingkan wajahnya yang masih bersedih, berusaha menghindari tatapan dari mereka bertiga.

"Kau melalukannya lagi bukan? Sudah berapa kali aku mengingatkanmu, itu tidak akan pernah berubah, kau mengerti?" pertanyaan yang dilontarkan Ruriyn menekan Shinyn.

"Itu benar! Jadi jangan coba-coba!" seru salah satu teman Ruriyn.

"Tapi ... memangnya, aku salah apa?"

Ruriyn mendekat, menghadapkan wajahnya di depan Shinyn, mereka saling berhadapan. Ruriyn meninggikan pandangan itu, mengingat Shinyn sedikit lebih tinggi darinya.

"Karena orang-orang sepertimu, aku kehilangan mereka," ungkap Ruriyn kemudian berbalik membelakangi Shinyn. "Kau itu, adalah kutukan."

"Kenapa? Jadi kalian membenciku hanya karena aku seorang Allias?" tanya Shinyn, wajahnya tiba-tiba berubah kesal.

"Ya"

"Sudah jelas bukan?"

Kedua teman Ruriyn juga ikut bicara, dari nada bicara yang mereka keluarkan, kelihatannya mereka juga membenci Shinyn. Wajah itu penuh dengan intimidasi.

"Kalian para Allias ... lebih baik mati!" seru Ruriyn sahutannya cukup keras.

"Kalian, sebenarnya apa yang kalian lakukan?" tanya seorang Laki-laki, yang menghampiri mereka.

Mereka tidak sadar bahwa ada seseorang yang ikut ke dalam pembicaraan itu, orang yang tadinya ikut melakukan persiapan Tahun Baru, kini menghampiri mereka semua dengan tatapan serius, ia tidak terlihat senang.


"Hari ini kita tengah mempersiapkan Perayaan Tahun Baru, kenapa kalian malah berdiri di tengah jalan?" tanya Laki-laki itu.

Ruriyn yang melihat situasi ini, lantas berjalan hendak melewati Shinyn, ia berniat pergi ke suatu tempat, menjauh dari situasi itu.

"Kau masih beruntung," bisik Ruriyn saat melewati Shinyn.

Laki-laki itu hanya melirik Ruriyn dan kedua temannya, memastikan bahwa mereka pergi meninggalkan Shinyn, sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk bertikai, semua orang berhak merasakan kebahagiaan.

"Tidak apa-apa?" tanya Laki-laki itu pada Shinyn.

Shinyn hanya menggelengkan kepala, seakan baik-baik saja, walaupun di dalam hati kecilnya sebenarnya dia terusik.

"Ingatlah Shinyn, tidak semua orang di sini menyukaimu, bahkan diantaranya ingin melenyapkanmu, kau harus hati-hati."

"...."

Secret Gear'sStories to obsess over. Discover now