???
09.54 // 2338-10-16.
Sebuah tempat di tengah hutan, alam itu tidak begitu lebat, pepohonan mengelilinnginnya seakan menutup pandangan setiap orang. Terdapat beberapa bangunan, terutama bagian timur yang terlihat lebih besar membelakangi tebing yang cukup tinggi.
Bukan hanya itu, di sana juga ada beberapa tenda yang memiliki ukuran yang beragam, tergantung dari fungsi tempat itu, yang bukan hanya untuk berteduh.
Tidak ada burung yang berkicau, mungkin keberadaan mereka telah mengganggu penghuni hutan sesungguhnya, mereka lebih memilih diam atau pergi ke tempat lain yang lebih aman.
Dari timur terdapat sebuah lapangan yang tidak begitu luas. Tanah disana terlihat kering dan tidak banyak ditumbuhi rerumputan, mungkin karena sering terinjak oleh orang-orang yang ada di sana.
"Hyaaattt!!"
"G-gah!"
Semangat dari suara pertarungan, kedengaran seperti perkelahian, orang-orang terlihat tengah berlatih mengasah kemampuan mereka dengan berduel satu sama lain. Bukan hanya Laki-laki, bahkan ada Perempuan yang juga ikut latihan, mereka adalah Crossed pemula.
Dari setiap mata memandang, mereka telah memiliki pasangan untuk berlatih bersama, latihan itu dilakukan sejajar, memeka membentuk sebuah barisan lurus mengikuti bentuk lapangan.
Tangan kosong atau bersenjata, tergantung dari pilihan mereka masing-masing, gaya bertarung itu terpisah dan membentuk kelompok agar bisa belajar dengan efisien.
Bagi mereka petarung tangan kosong, mereka memakai kaos tangan yang dibuat agar tidak begitu melukai lawan bertarungnya, mungkin akan tetap menimbulkan rasa sakit dan luka, tapi itu tidak seberapa dibandingkan dengan tidak menggunakan sema sekali.
Sementara mereka yang senjata, menggunakan senjata tiruan, mulai dari pedang, tobak, dan lain-lain, entah terbuat dari apa senjata itu, tapi jika dilihat dari kasap mata, bentuk dan warnanya memang seperti senjata sungguhan.
Satu hal yang tidak ada di tempat ini, adalah mereka yang menggunakan senjata jarak jauh, itu karena latihan mereka dilakukan di tempat lain, lebih tepatnya tempat latihan yang bisa menambah akurasi.
Wajah-wajah itu dipenuhi keringat terkena sinar matahari, ini sudah cukup lama setelah latihan dimulai. Rasa lelah itu pasti akan terbayar jika mereka bersungguh-sungguh dalam mengasah kemampuan mereka.
Kelihatan mereka semua memiliki tekad yang kuat untuk berlatih, keberadaan mereka disini bukan tanpa sebuah alasan, memberikan semangat tersendiri bagi mereka yang menjalaninya.
Salah satu dari sekumpulan itu adalah Ira, sepertinya tengah berhadapan dengan Laki-laki yang dia kenal yaitu Miren, terlihat mereka sama-sama menggunakan pedang.
*Thuc* *Tzac*
Ira menangkis serangan memutar yang kemudian dia tahan dengan pedangnya, pedang itu bergetar saat bertubrukan bahkan saat saling berhadapan,
Gerakan itu benar-benar gesit, Miren kelihatan tidak segan dengan kemampuannya, ia sangat terlatih dan bisa mengeluarkan banyak serangan-serangan beruntun yang membuat Ira kewalahan.
Terima kasih pada kemampuan Bela Diri Ira, sehingga dia bisa mempersiapkan diri untuk semua serangan yang datang padanya.
Miren terus menebaskan pedangnya, hingga pada saat tebasan terakhir yang tertahan, membuat mereka saling mendorong pedang yang bertemu di suatu titik.
"Cih, boleh juga," ucap Miren menekan pedangnya.
Ira menatap Miren tajam. "Jangan meremehkanku."
YOU ARE READING
Secret Gear's
Fantasy(On-going) (R15+) Genre : Fantasy, Action, Romance, Magic, Isekai. Seorang pemuda, yang di panggil dari Bumi ke Dunia yang disebut Ventuse. Ira terbangun, untuk melihat langit yang berbeda. Ira yakin bahwa dia belum mati, hanya saja ... ingatan...
