Note; Setiap Page dari Arc ini akan berbeda dengan yang lain. Aku harap siapa 'pun bisa lebih bijak sebelum membacanya.
+Violence +Dark
Desa Ecwess.
[06.07]
Pagi hari terlihat begitu cerah, cahaya matahari datang lebih awal disambut dengan burung-burung yang bangun di sekitar pohon.
Para penduduk memulai aktivitas mereka. Seperti biasa, beberapa dari mereka membersihkan salju bekas badai semalam.
Di ruang tengah, Lulu masih tertidur, kasur yang menjadi alasnya nampak berantakan ditambah dengan posisi tidurnya. Tubuhnya sudah tidak diselimuti dengan benar, sehingga membuatnya tetganggu.
Kedua mata Lulu bergerak-gerak dan hendak terbuka. Setelah beberapa saat dia 'pun terbangun. Lulu bangkit dari tidurnya dia duduk di atas kasur tipis lalu mengusap kedua matanya. Matanya menoleh kesamping dan mendapati teman tidurnya sudah tidak ada di tempat.
"...." Lulu hanya terdiam beberapa saat.
Suara langkah kaki terdengar, seseorang datang dan menghampirinya dari samping. Orang itu adalah Ariyn, ia membawa keranjang bambu berisi pakaian yang kotor.
"Selamat pagi ... eh, kau kelihatan kurang sehat," ucap Ariyn setelah memperhatikan wajah Lulu.
"Hmm...." Balas Lulu, hanya menggeram.
"Oh ya, pakaianmu ada di atas kasur. Aku sudah melipatnya," jelas Ariyn ia lalu berjalan keluar.
"Dimana Sayu?" tanya Lulu, membuat Ariyn berhenti.
Ariyn yang membelakangi Lulu, menoleh ke arah lain. "Dia dijemput pagi-pagi sekali, sepertinya mereka pergi menjalankan misinya."
Mendengarnya Lulu hanya menundukan wajah dengan ekspresi bimbang, dia menatap kasur di bawahnya. Entah apa yang membebani pikirannya, tapi Lulu kelihatannya tidak yakin.
"Memangnya ada apa?" tanya Airyn, ia menyadari sesuatu.
"...." Lulu terdiam dan hanya menggelengkan kepala.
Ariyn tidak akan pernah tahu apa yang Lulu pikirkan, jika dia tidak mau menjelaskannya. Itu membuat Ariyn sedikit tidak enak, tapi ... mungkin Lulu punya alasan tersendiri.
Sementara itu di jam yang sama di sekitar pegunungan. Kelompok Petualang yang dipimpin Bun telah memulai pengamatan mereka. Terlihat Jerny telah memeriksa beberapa tempat terutama objek yang ada di sekitar mereka.
Dari sana terhampar dataran yang cukup luas, mengingat mereka yang ada di daerah pegunungan. Tempat itu diisi dengan bebatuan besar dan es yang membekukannya, di sisi lain terdapat pohon-pohon besar yang tertutup salju.
Jerny mengusap salah satu pohon yang batangnya tertutup salju. Pohon itu memiliki bagian luar yang kasar, sehingga salju menyangkut di sekitar badannya.
"Sepertinya sempat terjadi pertarungan di tempat ini," jelas Jerny, setelah mengusap batang sebuah pohon.
"Tidak diragukan lagi ... Jerny kau memang pandai dalam hal seperti ini," ucap Araiyn, memuji.
"Bagaimana menurutmu? Bun?" tanya Jerny, ia menengok ke arah Bun yang ada di belakanganya.
"Dilihat dari bekas cakarnya, sepertinya itu terlalu besar untuk ukuran seekor beruang," jelas Bun melipat tangannya. "Dan kedalaman dari cakar itu hampir menebas setengah dari tubuh pohon, apa mungkin ada binatang dengan cakar sepanjang lima belas sentimeter?"
"Dan kelihatannya, ini bukan satu-satunya." Jerny menujuk ke suatu arah.
Terlihat ada banyak bekas sayatan di sekitar pepohonan di sana, bekasnya terlihat cukup dalam, bahkan hampir menebang beberapa pohon kecil. Bukan hanya pohon, tapi semak-semak dan tanah bebatuan juga terlihat berantakan.
YOU ARE READING
Secret Gear's
Fantasy(On-going) (R15+) Genre : Fantasy, Action, Romance, Magic, Isekai. Seorang pemuda, yang di panggil dari Bumi ke Dunia yang disebut Ventuse. Ira terbangun, untuk melihat langit yang berbeda. Ira yakin bahwa dia belum mati, hanya saja ... ingatan...
