Kyne
02.40
Ira terlihat sedang beristirahat di kamarnya, dia berbaring di atas kasur sebari meletakan kepalanya di atas tumpukan kedua telapak tangannya.
Ira sepertinya tengah memutar kembali ingatan yang belum jelas di kepalanya, dia berusaha mengingat semua itu walaupun tidak semuanya bisa teringat.
"Sial ... kelihatannya ingatanku masih belum pulih," ucap Ira sebari memiringkan tubunya menghadap ke arah jendela. "Sigh ... maaf Shinyn bukannya aku tidak mempercayaimu."
*tok* *tok*
"Ira! Ada yang mencarimu ... dia menunggumu di ruang tamu!" seru Shinyn di balik pintu.
Mendengar itu Ira terbangun dan bergegas menuju ke depan pintu kamarnya, *Krekk* dia membuka pintunya, terlihat wajah Shinyn yang tiba-tiba berubah muram saat berhadapan dengannya.
"Apa kau masih marah?" tanya Ira dengan senyuman kecut.
Shinyn hanya melewati Ira tanpa mengubah raut wajahnya. Ira hanya memperhatikan Shinyn yang kemudian berjalan dan berhenti setelah menghadap ke depan laci di samping kasur.
"Sepertinya begitu ...." ucap Ira dengan nada yang malas.
Ira kemudian berjalan menuju ke ruang tamu berniat menemui seseorang yang sudah menunggunya.
Shinyn masih terdiam di tempat yang sama, terlihat wajahnya berubah sedih sebari memegangi sebuah benda yang waktu itu ia temukan di dalam laci.
"Bagaimana aku memberitahunya?" tanya Shinyn pada dirinya, kemudian memasukan benda itu di dalam saku bajunya.
Ira yang telah sampai di ruang tamu melihat seseorang dengan Seragam Crossed bergaris merah, orang itu adalah Giseii yang telah disuguhkan dengan secangkir minuman hangat di depannya, terlihat ia menoleh kearah Ira sesaat setelah dia datang.
"Bagaimana keadaanmu?" tanya Giseii sebari mengusap permukaan cangkir di depannya.
"Kau?!" Ira terkejut.
"Kau tidak perlu terkejut, kedatanganku kemari hanya untuk menjengukmu."
Sesaat setelah itu Ibu dari Shinyn datang dan membawakan secangkir minuman, mungkin itu adalah teh, terlihat permukaan minuman itu mengeluarkan sedikit asap, tentu saja karena itu adalah air hangat, mereka bisa mencium aroma wangi dari minuman itu.
"Duduklah Ira, kau tidak perlu takut ... dia orang yang ramah," ungkap Ibu dari Shinyn yang meletakan secangkir minuman itu di depan kursi yang telah disiapkan untuk Ira.
"Ya." Ira duduk di kursi itu dan menghadap kepada Giseii.
Melihat Ira yang sudah berada di depannya Giseii kemudian meletakan cangkir minuman yang ia pegang. Giseii kemudian memperhatikan perban di tubuh Ira dan menyadari sesuatu.
"Kelihatannya dia merawatmu dengan baik," ungkap Giseii dengan senyuman tipis.
"...." Ira terdiam
"Ehem! Aku belum memperkenalkan diri," ucap Giseii kemudian meletakan kedua pergelangan tangannya di atas meja. "Namaku Giseii Gariyn aku adalah Ketua Pemimpin Crossed Cabang Kota Ariyn."
"Gariyn? Apa aku pernah mendengarnya?" Ira bertanya-tanya.
"Sepertinya kau belum mengenal diriku dengan baik, apa aku tidak begitu terkenal ya?" ungkap Giseii meletakan dagunya di kepalan tangan yang menopangnya.
"Tidak itu tidak benar." Ira tersenyum kecut.
Ira merasa tidak enak dengan itu semua, tapi apa yang bisa dia lakukan mengingat dirinya memang bukan dari sini, alias dari Dunia yang berbeda. Ira menoleh ke arah kanan dan kiri dan mencoba membuat dirinya nyaman.
YOU ARE READING
Secret Gear's
Fantasy(On-going) (R15+) Genre : Fantasy, Action, Romance, Magic, Isekai. Seorang pemuda, yang di panggil dari Bumi ke Dunia yang disebut Ventuse. Ira terbangun, untuk melihat langit yang berbeda. Ira yakin bahwa dia belum mati, hanya saja ... ingatan...
