"Hei bangun!" seru seseorang.
Semua terlihat gelap Ira tidak bisa melihat apa-apa, dia mengambil nafas panjang sebari meregangkan tubuhnya dalam posisi baring.
Sedikit demi sedikit, matanya terbuka melihat cahaya putih menghilang seperti terbawa angin, seketika sekeliling tempat itu menggambarkan pemandangan padang rumput yang damai, selalu seperti itu. Dataran rerumputan hijau, juga ada bukit yang terhampar luas sejauh mata memandang, pepohonan dan danau biru yang indah.
"Bangunlah putri tidur, aku tidak bisa menunggu selamanya," jelas seorang Wanita yang berdiri di depan Ira, terlihat ia melipat tangannya.
Seorang Perempuan yang terlihat dewasa dibandingkan Ira, tubuhnya ideal juga atlketis, kulitnya putih mulus, rambutnya pirang dengan ponytail, memiliki poni belah kanan. Mata dari wanita itu menatap tajam cukup tajam, meski begitu, sebenarnya ia terlihat menawan, tubuhnya dilengkapi Zirah tempur dan perlengkapan bertarung yang terbuat bahan metal seperti besi yang kuat, tidak begitu tertutup.
"Kau, kenapa kau membangunkanku?" tanya Ira tidak begitu senang ia bangkit dari tidurnya, dengan posisi duduk.
"Sekarang adalah giliranku, aku harus memastikan kau siap dalam pertarungan berikutnya." Wanita itu melirik ke kanan, masih dengan posisi tubuh yang sama.
"Kau tidak perlu khawatir, aku baru saja mengalahkan salah satu dari mereka, dia juga tidak begitu kuat."
Wanita itu berjalan sebelum menutup mata, mendekat pada Ira yang menatap wajahnya yang sedikit kesal.
*Tok*
Ira merasakan sebuah tokian yang membuat tengkoraknya berbunyi, ditambah dengan benturan dari sarung tangan besi yang dikenakan wanita itu.
Angin berhembus menyapu rerumputan di sekitar mereka, hembusan itu juga sempat menghampiri pohon di belakang Wanita itu, dedaunan yang hendak lepas dari tangkai juga ikut terbawa.
"Aw, itu sakit!" seru Ira sebari mengusap bekas jitakan dan menutup sebelah matanya.
"Jangan terlalu bangga, yang kau kalahkan itu hanyalah Iblis lemah, kau beruntung karena melawannya pada siang hari," jelas Wanita itu.
"Apa maksudmu?"
"Dengar Ira," ucap Wanita itu, meninggikan pandangannya, "kita tidak tahu jumlah mereka, aku cemas karena orang-orang itu tidak tahu apa yang mereka hadapi."
"Sebenarnya ada berapa banyak mahluk seperti itu di Dunia ini?"
"Aku tidak tahu, mungkin tidak terhingga, bahkan jika seluruh kekuatan Negara dan Kerajaan di Ventuse disatukan, itu masih belum cukup untuk menandingi mereka."
Ira terdiam sedikit terkejut, Iblis yang telah dilawannya waktu itu cukup merepotkan, bagaimana jika dia berhadapan dengan Iblis yang berjumlah lebih banyak? Meski begitu, Ira tidak ingin menelan informasi itu secara mentah-mentah, tentu saja dia tidak yakin dengan perkataan orang yang hanya ada di alam mimpinya tersebut.
"Boleh aku bertanya padamu, Rhiynna?" tanya Ira.
Rhiynna menundukan pandangan dengan mata yang menutup, ia melipat tangannya di depan perut.
"Ini sangat penting." Ira melempar tatapan tajam yang serius.
"Hmm, tentu ... tanyakan apapun yang kau mau, tapi ...." Rhiynna menyelipkan tangan kanan itu kebelakang.
"Tapi apa?" Ira bertanya-tanya.
"Kau harus mengalahkanku dalam pertarungan!"
"He!?" Ira terkejut.
YOU ARE READING
Secret Gear's
Fantasy(On-going) (R15+) Genre : Fantasy, Action, Romance, Magic, Isekai. Seorang pemuda, yang di panggil dari Bumi ke Dunia yang disebut Ventuse. Ira terbangun, untuk melihat langit yang berbeda. Ira yakin bahwa dia belum mati, hanya saja ... ingatan...
