Beomgyu tidak menjawab tapi malah turun dari mobil. Ryujin menghela nafas dan ikut keluar dari mobil.
"Udahlah, lo bisa bikin heboh satu sekolah kalo masuk." ucap Ryujin malas. "Mendingan lo ke sekolah lo sana, hush."
Ryujin berjalan meninggalkan Beomgyu. Dia kira laki-laki itu sudah pergi ke sekolahnya tapi ternyata dia salah. Tiba-tiba Beomgyu muncul di sampingnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ngapain sih anjir?"
"Gue gak bakal pergi sebelum beliin lo dasi sama almamater." jawabnya.
"Gue bisa beli sendiri." Ryujin menghentikan langkahnya di koridor sekolah.
Banyak orang yang sudah mengenali Beomgyu dan mulai bergosip tentang keduanya.
"Mantan ketos SMA sebelah kan?"
"Ryujin pacaran sama Beomgyu?!"
"Anjir gak percaya gue, dia kapten basket itu kan?!"
"Bukannya beomgyu lagi dekat sama Lee Nakyung?
Di antara puluhan mulut pedas yang sedang membicarakan keduanya, hanya beberapa yang berhasil masuk ke telinga Ryujin.
Ryujin sempat mendengar nama seseorang yang katanya dekat dengan Beomgyu. Kalo gak salah namanya Lee Nakyung?
Siapa itu Lee Nakyung?
Ryujin memejamkan matanya menahan emosi karena sadar semakin banyak orang yang sudah melihat mereka bersama.
"Cepetan."
Ryujin menarik tangan Beomgyu menuju tempat pembelian seragam. Setelah semuanya selesai Ryujin menyuruh Beomgyu untuk cepat-cepat pergi dari sekolahnya.
"Mendingan lo cepetan pergi." ucap Ryujin sambil memakai dasinya. "Ini kan yang mau lo liat?" Ryujin berdiri di depannya dengan wajah malas.
Boemgyu mengagguk sambil tersenyum, "Oke, gue pergi dulu, bye."
Beomgyu benar-benar pergi sedangkan Ryujin keluar dari sana dengan pakaian rapi. Bahkan setelah melihat ke cermin dia tidak bisa percaya jika itu benar-benar dia.
"Panas banget bangsat!" gumamnya sambil melonggarkan dasinya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.