27. ♚Jujur

3.3K 509 33
                                        


AUTHOR POV

Akhirnya Ryujin sampai di rumahnya. Dengan mata sembab dan penampilan sedikit kacau, dia masuk ke dalam rumah.

Sampainya di dalam dia sedikit kaget ketika mendengar suara mama dan papanya. Karena yang dia tahu orang tuanya sedang berada di luar negeri.

Ryujin menghapus air matanya yang tersisa dan berjalan mendekati orang tuanya yang sedang asik berbicara di sofa ruang tengah.

"Aku gak mau gantiin papa!"

Senyuman Yoojin yang sedari tadi menghiasi wajahnya perlahan mulai luntur diganti dengan sebuah tatapan dingin.

"Apa kurang jelas yang aku katakan tadi?" Ryujin mencoba untuk berbicara sesopan mungkin dengan mereka.

"Percuma. Bulan depan semuanya akan diurus." kata Yoojin. Dia meletakkan kopinya ke atas meja kemudian memainkan ponselnya dengan santai.

Ryujin menatap papanya tidak percaya. "Gue gak mau!"

"Ryu!" Veronika berdiri kemudian mendekati putrinya itu.

"Gue gak mau! Berapa kali gue bilang ke kalian kalo gue gak akan pernah mau jadi penerus perusahan itu!"

Mereka berdua terdiam.

"Jaga bicara kamu Ryujin!" tegur Veronika. "Selama ini mama selalu tahan semua sikap buruk kamu, tapi sekarang? Bahkan kami sudah memberikanmu kesempatan dengan menjadikan kau penerus perusahaan itu. Kamu benar-benar anak tidak tahu diri!"

Bohong kalau Rujin bilang dia sama sekali tidak sakit hati dengan kata-kata mamanya, buktinya matanya sekarang sudah mulai berkaca-kaca.

Kata-kata orang tuanya memang sangat menyayat hati bahkan sejak dia kecil dia sangat jarang mendapatkan kata-kata manis dari mereka. Yang dia dapatkan hanyalah kata-kata tajam yang membuat dia patah semangat.

"Mama!" mereka bertiga melihat ke arah pintu dan mendapatkan Jaemin yang sedang berdiri tegas dengan sebelah tangannya memegang sebuah koper kecil.

"Jaemin? Kamu udah pulang?" Seperti melihat berlian, mata veronika berbinar ketika melihat kedatangan Jaemin. Ryujin yang melihat hal itu hanya bisa tersenyum pahit.

Jaemin menarik kopernya dengan satu tangan, dia berjalan mendekati Ryujin. "Jangan paksa Ryujin." Jaemin merangkul Ryujin dan membawah Ryujin lebih dekat dengannya.

"Jaemin kamu—"

"Kasih Ryujin waktu ma. Dia baru lulus SMA, kalian terlalu berlebihan jika harus menyuruh Ryujin mengurus perusahaan sebesar itu."

Veronika menatap Ryujin dengan tatapan tidak suka karena mendapat pembelaan dari anak sulungnya. Sedangkan Ryujin hanya menunduk menahan tangis.

"Mama ini kenapa sih? Ryujin gak salah apa-apa, kenapa harus benci sama dia?" bentak jaemin yang tidak suka dengan sikap Veronika pada Ryujin.

"Apa mama salah? Selama ini aku berusaha memberikan yang terbaik untuknya tapi dia selalu..." Veronika menunjuk Ryujin. Sedangkan Jaemin langsung memeluk ryujin dengan satu tangannya.

"Aku bersyukur kau sudah di jodohkan dengan Beomgyu dan jauh-jauh dari keluarga ini." sambung Veronika dengan suara pelan tapi masih bisa di dengar Ryujin.

"Jadi itu alasan kalian menjodohkan Ryujin? Agar dia cepat-cepat pergi dari rumah ini? Ah, karena bagi kalian dia adalah aib keluarga ini? Iya kan?" Jaemin tertawa sinis. "Orang tua macam apa kalian?!"

"Jaemin!" Yoojin berdiri lalu menatap Jaemin dengan tatapan tegas.

"Untuk yang terakhir kalinya aku katakan... berhenti bersikap seolah-olah semua ini kesalahan Ryujin."

TOMBOYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang