"Oke." Beomgyu mulai menjalankan mobilnya. Sedangkan gue sibuk sama hp.
"Gue bakal jadi guru les lo. Sekolah lo minggu depan ujian kan?" ucap Beomgyu tiba-tiba yang buat gue kaget.
Gue tahu akhir-akhir ini dia juga sering baca buku sebelum tidur mengingat ujian yang semakin dekat. Gue perhatiin dia juga tipe orang yang gak pernah bosan belajar. Tapi gue? Emang gue bisa kayak dia? Sentuh buku aja jarang.
"Fyi aja nih ya, gue ini udah pintar jadi gak perlu pake les segala, sekian." tegas gue lalu fokus lagi ke hp.
"Karena itu kemampuan lo perlu di asah lagi ryu."
"Gak perlu."
"Lo harus mau. Mulai besok setiap jam 5 sampe jam 8 malam kita belajar bareng."
Gue membulatkan mata. "Gak! Heh denger, otak itu hanya akan fokus belajar maksimal 1 jam."
"Emang 3 jam itu gue nyuruh lo ngerjain soal terus? Gak lah ryu."
Gue ngadep dia dan natap Beomgyu dengan wajah protes. "Maksud gue—"
"Gue tahu lo pinter matematika makanya gue pengen liat sampe dimana kemampuan lo." ucapnya dengan wajah songong banget.
Gue memejamkan mata, nahan emosi. Gue tahu dia lagi mancing gue supaya gue emosi dan akhirnya setuju buat belajar bareng dia. Cih.
"Oke! Gue juga pengen tahu kemampuan lo yang katanya dari kelas 1 SD juara 1 terus." balas gue dengan penuh penekanan di setiap kata.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
AUTHOR POV.
"Lo pake rumus yang mana?"
Sekarang Ryujin dan Beomgyu sedang duduk melantai di ruang tamu. Di atas meja sudah di penuhi dengan buku.
Mereka sudah belajar bersama selama satu minggu. Semuanya berjalan lancar. Ryujin berubah menjadi orang yang tidak pernah lepas dari buku karena Beomgyu.
Bisa dibilang... Perempuan itu berubah drastis karena Beomgyu.
"Gue pake rumus ini dan hasilnya dapat gini." Beomgyu menunjukkan hasilnya ke Ryujin.