20. Sick, Bad and Sorry

232 36 28
                                        

Pada siang hari, cahaya matahari terlihat redup. Mataharinya tidak memancarkan panas dengan sempurna. Begitupun dengan aku, aku merasa ada kekhawatiran dalam diriku.

Tentang Renjun, dia tidak datang ke kelasku pada istirahat pertama, begitupun sekarang pada istirahat yang kedua.

Sebenarnya tidak apa bila aku yang menemuinya terlebih dahulu, tapi pemikiran-pemkiranku yang membuat ku sulit untuk beranjak dari kelas ku.

"Bosen banget," terdengar keluhan Somi yang sekarang udah menduduki kursi kosong di samping Haechan.

Bisa dilihat, siapa yang paling bucin.

"Duh lah pengen rebahan, remuk badan guaaa," Teriak Haechan yang membuat seluruh anak kelas menoleh ke arahnya.

"Gaya lo remuk," ujar Jeno yang duduk di belakang Haechan.

"Berisik lo,"

"Sini rebahan bareng gua," ujar Minhee menepuk-nepuk lantai sebelahnya.

Dasar Minhee, tukang rebahan memang.

"Rebahan sana di rumput atau gak lapangan," Fokus Daehwi yang tadinya asik bergosip dengan Dongpyo terusik.

Somi sudah pindah, dia tau kalo udah kaya gini Haechan akan bertingkah aneh.

"Dih? Rumput mana yang bersih?"

"Rumput taman lah, lo mau di lapangan emang? Enak tuh jadi bahan gosip. Mayan jadi terkenal daripada hidup gak ada yang kenal kan," seru Minhee.

"Sinting. Gua mau jadi siswa populer karena kebaikan gua bukan keaiban gua," balas Haechan.

"Yaudah sana lo katanya mau rebahan," Daehwi sewot, karena acara bergosipnya jadi tertunda.

"Di rumput mana bambang? Gak ada yang bersih!"

"Di rumput taman elah," balas Daehwi.

"RUMPUT TAMAN ADA TAI NYA!"
"LO MAU GUA KETEMPELAN TAI TERUS BAU? HIH GUA SIH OGAH,"

"Yaudah sih menyatu dengan alam plus dapet skincare gratis," ujar Minhee.

"Deketan sini lo," -Haechan.

Minhee langsung menatap dengan ekspresi ngeri, "Mau ngapain lo?!"

"Mau nampol lah!"-Haechan.

Aku yang menjadi pendengar setia dari celotehan mereka merasa cukup terhibur, namun lama-lama hiburan itu selesai. Kegelisahan ku belum saja hilang.

Aku menghela napas, menelungkupkan kepalaku di atas tangan. Menutup mata secara perlahan sampai akhirnya kelas menjadi heboh lagi.

Ada seseorang yang menghampiriku.

"Kak Vel,"

Aku sedikit tersentak, pasalnya mataku menatap ke arah Herin yang sudah cengo.

"Eh?"

Mataku menatap setiap penjuru kelas, pandangan mereka semua tertuju ke arah ku. Dasar tukang kepo dan doyan gosip!

"Di luar aja kali ya?" Saranku yang mendapat anggukan darinya.

"Yahh padahal pengen tau kelanjutannya apa," seru beberapa anak kelas ku.

Dasar teman kelas menyebalkan.

"Kenapa Sung?" tanyaku pada Jisung setelah kita berada sedikit jauh dari anak kelasku.

"Bang Renjun sakit,"

[✓] One Last Time Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang