Pagi hari yang seperti biasanya, bunyi dering ponsel Yusa terus saja berbunyi. Sesaat dia pikir hanya suara alarm, berkali-kali dia matikan terus saja berbunyi sampai dia sadar kalau itu adalah bunyi dering ponselnya. Dengan malas, dia langsung mengangkat teleponnya dan langsung disambut oleh suara Hiro yang terdengar tegang. Seingat Yusa, dia tidak ada jadwal hari ini. Entah kenapa Hiro membangunkannya pagi-pagi begini.
"Ada apa Hiro? Pagi-pagi begini..."
"Yusa... Bangun!" Nada suara Hiro yang terdengar tegas membuat Yusa bingung.
"Aku sudah bangun!" Jawab Yusa kesal.
"Cek email yang kukirimkan pagi ini. Cepat!"
"Ada apa Hiro? Kau membuatku bingung."
"Tidak usah banyak tanya, cepat buka!" Nada Hiro terdengar kesal dan Yusa tidak mau membuat sepupunya lebih kesal lagi.
Masih berusaha menghilangkan rasa kantuknya, Yusa langsung menyalakan laptopnya dan membuka link yang dikirim Hiro. Matanya langsung terbuka ketika membuka link yang berisi sebuah artikel dan foto yang membuatnya sangat terkejut. Pada artikel tersebut terpampang foto Shinji mencium seorang cewek. Tidak terlihat sosok ceweknya, karena pengambilan foto dari belakang mobil. Tapi foto dibawahnya adalah foto Hina masuk ke mobil Shinji ketika dia di Yokohama. Pada judul artikel tertera dengan jelas.
"Terlibat cinta lokasi saat shooting video clip, Ogawa Shinji dan Hina Sakai menikmati liburan mesra di Yokohama."
Tertulis juga di artikel kalau Hina Sakai menjadi target kencan Shinji selanjutnya mengingat statusnya yang selalu kencan dengan model cantik. Dan dicurigai apartemen yang didatangi oleh Shinji merupakan apartemen Hina Sakai. Dibawah artikel tersebut terdapat foto Shinji masuk ke apartemen Yusa. Dan dia langsung sadar kalau foto itu diambil pada hujan deras beberapa hari lalu.
Yusa langsung lemas membaca artikel itu. Papparazi mana yang rela mengikuti Shinji sampai ikut hujan-hujanan? Itulah yang pertama kali dipikirkan oleh Yusa. Suara Hiro kembali terdengar dari telepon Yusa. Sadar kalau dia belum menutup telepon Hiro.
"Bisa kau jelaskan maksud artikel ini?" Tanya Hiro suaranya terdengar dingin.
"Hiro..."
"Bagaimana bisa kau seceroboh ini? Ketahuan kencan dengan Shinji! Yang lebih membahayakan lagi, apartemen. Bagaimana bisa dia datang ke apartemenmu?"
"Shinji datang ke apartemenku untuk berteduh! Ada Anzu dan Ran juga kok. Lagipula soal foto apartemen, kan bisa diklarifikasi kalau Hina tinggal di gedung agency." Bela Yusa berusaha mencari alasan. Yang tidak bisa dia klarifikasi hanya foto-foto mereka waktu di Yokohama.
"Ha~aaah.... masalahnya bukan itu Yusa. Kau sendiri yang ingin merahasiakan identitasmu.
Sampai personil 'GOTH' tahu apartemenmu, kau juga yang tidak menjaga identitasmu dengan benar!" Omel Hiro yang tidak bisa dibantah oleh Yusa. Dia tidak menyangka kalau papparazi mengikuti Shinji sampai seperti itu. Jelas Yusa juga tidak aman tinggal di apartemen itu. Meskipun dia tidak pernah menjadi Hina ketika di apartemen, tapi dia juga harus waspada karena pasti ada beberapa papparazi yang mengintai apartemen tempat dia tinggal sekarang."Saat ini aku tidak bisa menjemputmu. Pasti ada wartawan yang mengintai apartemenmu. Tapi bisakah kau ke kantor sekarang?" Tanya Hiro. "Pastikan tidak ada yang mengikutimu. Atau kau ajak Anzu dan Ran."
"Baiklah... Aku siap-siap dulu."
Setelah menutup telepon Hiro, Yusa langsung menyandarkan dirinya di tepi tempat tidurnya. Dia tidak bisa memikirkan apapun saat ini. Entah alasan apa yang harus dia berikan saat dikantor nanti. Tidak masalah dengan kencan, tapi ciuman? Itu benar-benar kesalahan besar untuk Hina. Pada akhirnya Yusa sendiri yang memberi celah kepada media untuk mencari tahu kehidupan pribadi Hina. Untungnya tidak ada nama Hina Sakai di apartemen ini, jadi tidak mungkin wartawan tahu nomor apartemennya.
Tidak bisa memikirkan apapun, Yusa akhirnya menyerah. Dia langsung siap-siap. Memakai kaos, celana jeans lusuh dan kaca matanya. Saat ini dia sebagai Yusa dan tidak akan ada yang menyadarinya. Bersikap tidak terjadi apa-apa, Yusa keluar apartemennya dan dari kejauhan dia bisa melihat beberapa orang yang terlihat mencurigakan. Yusa pun menelpon Anzu dan mengabari kalau dia akan ke rumahnya.
Sampai Yusa keluar dari apartemen tidak ada yang mencurigainya dan di stasiun pun tidak ada yang mengikutinya. Yusa baru bisa bernafas lega ketika sudah masuk ke dalam kereta, menuju rumah Anzu. Dia sudah bilang Hiro, dan meminta cowok itu untuk menjemputnya di rumah Anzu.
Sesampainya di rumah Anzu, Yusa langsung diserbu pertanyaan oleh sahabatnya itu karena tidak cerita kalau dia berciuman dengan Shinji. Jelas Yusa tidak bisa menghindar lagi dan Anzu terus saja menggodanya. Untungnya Hiro sampai di rumah Anzu tidak lama setelah Yusa sampai, jadi dia hanya menceritakan secara garis besarnya saja. Meskipun dia selamat dari godaan Anzu, dia tidak akan bisa selamat dari amarah Hiro yang sudah menghela nafas berusaha menahan emosinya sambil menyetir. Yusa bahkan tidak bisa berkata apa-apa sampai Hiro tidak tahan untuk mengoceh.
"Tidak ada yang ingin kau sampaikan, Yusa?" Tanya Hiro membuat Yusa semakin menunduk. Sudah dipastikan kalau Hiro memulai pertanyaan itu, tandanya dia marah besar.
"Aku tidak mengerti dengan cara berpikirmu! Aku membebaskanmu melakukan apapun yang kau mau. Kau sendiri yang merencanakan untuk merahasiakan identitasmu. Kau sendiri yang memintaku untuk tetap menjaga rahasiamu. Tapi apa balasannya? Disaat semua orang disekitarmu membantumu menjaga agar identitasmu tetap aman?! Kau sendiri juga yang akan membongkarnya karena kecerobohanmu!! Seperti itukah caramu membangun 'image' Hina Sakai?"
Disaat seperti ini, yang bisa Yusa lakukan hanyalah menunduk dan menyesali perbuatannya. Bahkan Hiro tidak akan mendengarkan permintaan maafnya jika sedang mengomel.
"Lalu kau mau aku bagaimana? Membiarkanmu terus bermain atau menghentikan semua ini?"
Tanya Hiro yang tidak dijawab oleh Yusa karena dia merasa bersalah karena sudah membuat sepupunya itu pusing.
"Berita ini, aku ingin kau sendiri yang menyelesaikannya, Yusa. Aku tidak mau terus melindungi orang yang tidak bisa menjaga rahasianya sendiri."
"Hiro..." Yusa semakin lemas mendengar Hiro tidak mau membantunya.
"Dari manajemen 'GOTH' ingin bertemu dengan Hina membahas masalah ini. Setidaknya mereka ingin mengkonfirmasikan beberapa hal. Kali ini keputusannya ada ditanganmu. Kalau kau ingin mengumumkan pada media kalau kau berkencan dengan Shinji, itu akan menaikkan namamu. Dengan resiko hanya menunggu waktu rahasiamu terbongkar. Tidak apa kan? Yang namanya rahasia sudah pasti akan terbongkar kan?! hanya waktunya saja. Kau yang memilih, atau memang keadaan yang memilih."
"Tapi kalau kau memang masih punya alasan untuk merahasiakan identitasmu, sebaiknya kau tidak bertemu lagi dengan Shinji dan personil 'GOTH' lainnya. Baik sebagai Hina maupun Yusa. Lain halnya kalau kau memang ingin memberitahu mereka. Aku tidak akan mengatakan apa-apa lagi. Kau yang memilih jalanmu sendiri."
Jelas, singkat dan padat. Dari penjelasan Hiro itu, jelas dia sedang memojokkan Yusa untuk mempertegas diri dan perasaannya. Yusa bahkan tidak tahu apa yang diinginkannya. Dia ingin menepis berita dia berkencan dengan Shinji. Tapi itu berati dia tidak boleh lagi bertemu dengan Shinji dan personil 'GOTH' lainnya sebagai Yusa dan Hina. Membayangkan dirinya tidak bisa berkumpul lagi dengan personil 'GOTH' membuatnya sedih. Setidaknya berkat mereka Yusa tidak merasa kesepian karena memikirkan Yamato.
Tapi dia tidak bisa mengakui kalau berkencan dengan Shinji. Membayangkan dirinya yang terus menerus membohongi Shinji.Shinji pasti akan membencinya. Sepertinya apa yang dipilih oleh Yusa tidak akan membuatnya merasa lebih baik. Memikirkan itu semua membuat kepalanya semakin kacau.
**

KAMU SEDANG MEMBACA
My Secret Identity
RomanceHinamori Yusa seorang cewek bertubuh tinggi dengan potongan rambut pendek seperti cowok dan selalu memakai kaca mata. Gaya berpakaiannya tidak pernah stylish dan selalu bergaya seperti cewek tomboy. Hanya 3 orang yang tahu rahasianya yaitu kedua sa...