[enambelas]

262 20 1
                                        

Pernahkah kalian merasa lelah selelah lelahnya? Intinya, bawaannya tuh capek aja. Jadi mau ngapa-ngapain ya males, pengennya rebahan aja. Pernah?

Kalau pernah berarti kalian tau rasanya di posisi Ciara. Gadis itu menyeret kakinya, melangkah memasuki rumah dengan tak bersemangat.

"Ra." panggilan itu membuat Ciara menoleh.

"Kenapa?" tanyanya tak minat jelas tak ingin diganggu.

Vani yang ingin mengatakan sesuatu jadi urung, wanita paruh baya itu mendekati anak gadisnya.

"Ck Ra kenapa sih? Kok kucel gini, loh? Kamu nih jadi anak gadis jangan gak keurus gini loh, harus pinter ngerawat diri. Nanti kalo nggak ada yang mau sama kamu, gimana?" Vani berbicara panjang lebar, menceramahi anak bungsunya itu yang sama sekali tak mendengarkan.

Bagaimana mau mendengarkan jika fokus Ciara saat ini hanyalah kasur? Dalam otaknya hanya ada, masuk kamar rebahan kelar. Nggak ada yang lain.

"Nggak ada yang mau yaudah." Ciara berujar enteng membuat Vani melotot. Mendelik kecil setelahnya.

"Ck kamu nih, nggak punya motivasi. Kayak nggak niat idup aja," ujar Vani kembali mengomel.

"Yaudah ganti baju sana, abis itu anterin kue ke rumah Tante Alda." ujar Vani lalu kembali ke dapur.

Ciara mendengus, menggeram sebal di tempatnya. Sudah dibilang kan yang ia inginkan hanya rebahan, bukan mengantar makanan!

"Kok Ara sih????" Ciara merengek sebal membuat Vani memunculkan kepala dari belokan dapur.

"Ck kamu nih nggak peka banget. Ituloh si Bisma sakit, jengukin kek. Gitu aja pake disuruh," ujar Vani mencibir membuat Ciara mengernyitkan dahinya.

Bentar. Oh iya tadi kan si kurir itu nggak masuk. Jadi dia sakit? Masa sih? Bisa sakit juga toh?

Ciara mendengus, "Ck nggak mau." balasnya merengut sebal, kini mencuatkan bibir bawahnya.

"Yaallah Ra nggak boleh gitu. Waktu kamu sakit aja dia jenguk kan? Mbak Erna yang bilang,"

Ciara menghela napas kasar, melengos begitu saja.

"Ck iyaiya Ara jenguk! Sini kotaknya!" Ciara mengulurkan tangan, menurut saja malas berdebat.

"Ganti dulu," ujar Vani mengingatkan.

"Ck kelamaan!" Ciara merampas dua kotak makan yang diangsurkan Maminya, kemudian berbalik dan melangkah pergi setelah menaruh tas.

Vani menggelengkan kepala, kemudian tersenyum kecil setelahnya.

***

Ciara tak berhenti menggerutu sejak tadi, gadis itu masih senantiasa menyumpah serapahi semua orang. Bodo amat mereka tak salah, intinya Ciara jengkel dan mau ngatain orang!

Gadis itu berdecak, kini sudah berada di luar pagar rumah Tante Alda.

"Cih sok sok an ngasihin jaketnya ke gue, sakit juga kan sekarang." Ciara berdecih sinis, kemudian melangkah maju memencet bel di dekat pagar.

Setelah pulang dari restoran kemarin, Bisma memang meminjamkan jaketnya kepada Ciara. Katanya agar gadis itu tak kedinginan. Nyatanya, malah ia yang sakit sekarang. Cih dasar anak rumahan, nggak pernah keluar malem sekalinya keluar langsung masuk angin.

Setelah diizinkan masuk, Ciara langsung disuruh Alda untuk naik ke lantai atas. Ke kamar Bisma. Katanya Bisma tak mau makan, siapa tau kalau Ciara yang menyuapi Bisma jadi berubah pikiran.

Ha? Nggak akan! Yekali gitu.

Ciara menyembulkan kepalanya, memperhatikan kamar Bisma yang memang kelihatan sepi. Gadis itu mendorong pintu, melangkah masuk dengan hati-hati.

Ciara langsung berjalan ke arah tempat tidur, mata pemuda itu terpejam dengan dengkuran halus yang teratur.

Ciara menghela napas pelan, ia duduk di pinggiran kasur. Memperhatikan wajah damai Bisma. Tangannya terulur, menyentuh dahi Bisma untuk mengecek suhu.

Ciara berdecak pelan, suhu tubuhnya belum turun. Kan kalau begini..........dia jadi merasa bersalah juga.

"Ck elo nih ngapain sih sok sok an minjemin jaket ke gue? Kalo emang elo yang nggak tahan sama angin malem ya pake aja, nggak usah berlagak gentle dan ujungnya malah sakit gini deh." Ciara tanpa sadar sudah mengomel panjang lebar, entah mengapa ada perasaan khawatir dalam dirinya saat melihat keadaan Bisma.

Apa ini efek merasa bersalah ya karena dirinya Bisma menjadi sakit? Atau karena hal lain?

***

A/n:

He he

Bay.

Park safia korapat mendes.

Kurir My Love✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang