Chapter 6

1.1K 116 17
                                        


"Hyungduel, kemana Junmyeon Hyung? Kenapa tidak ada disini?" Semua orang berhenti tertawa saat mendengar perkataan adik terkecil mereka.

"Apa Junmyeon hyung masih dikamar?" tanyanya lagi.

"Ah, kau benar, Sehunnie. Kita melupakan Leader kita. Jongin-aah, tolong panggilkan Suho" Xiumin berucap.

"Tidak mau"

"Kenapa?" Xiumin bertanya lagi.

Jongdae, Chanyeol dan Lay bertatapan. Mereka berdua tentu saja tahu bahwa Junmyeon sedang dalam suasana hati yang buruk.

"H-Hyung, biar aku saja yang memanggil Junmyeon Hyung. Mungkin Jongin lelah karena dia barusaja membantu Kyungsoo" Lay berdiri dari duduknya lalu memandangi Jongin untuk beberapa saat.

"Em. Baiklah. Katakan padanya, jika ada masalah segera beritahu kita. Hyung merasa aneh dengan sikapnya" Lay mengangguk lalu melangkah menuju tangga penghubung lantai atas.

Sehun menghela napasnya. Ia sangat tidak suka jika Junmyeon mulai bertingkah aneh. Ia memutar bola matanya. Tanpa sadar, netranya menangkap pergerakan aneh dari orang yang duduk dihadapannya.

Jongdae tampak gelisah. Tangannya memegangi perutnya begitu erat. Ia kira perutnya terasa sakit disebabkan oleh tawanya yang tak bisa berhenti, namun saat ia hentikan tawanya, perutnya tak merasa membaik.

Jongdae meremas perutnya sekeras mungkin. Ia menetralkan raut wajah kesakitannya agar para member tidak merasa khawatir.

"Hyung, apa kau baik - baik saja?"

Namun tidak berhasil. Sehun menyadarinya lalu sepersekian detik berikutnya, Jongdae mengalihkan fokus para member.

"Jongdae-aah, wajahmu-"

"Aku baik - baik saja, Kungsoo"

Jongdae memotong kalimat Kyungsoo. Tangannya semakin keras meremas perutnya.

"Kalau begitu makanlah dulu. Kau terlihat sangat pucat, Dae-aah
Baekhyun yang berada di sampingnya mulai menyajikan nasi dan lauk untuk Jongdae.

"Makanlah! Kau memiliki maag kronis 'kan?"

Jongdae memandang sendu kepada makanan yang tersaji dihadapannya. Kalimat Baekhyun mengingatkannya bahwa dirinya sangat lemah.

Jongdae menggigit bibir bawahnya – menahan kekesalan dan juga rasa sakit di perutnya.

"Jongdae, makanlah! Apa perlu hyung menyuapimu?" Xiumin menatap Jongdae dalam - dalam. Ia mulai khawatir karena yang dikatakan oleh Baekhyun dan Kyungsoo benar – Jongdae mulai pucat.

"Kita tunggu Lay hyung dan Junmyeon hyung" Jongdae berucap lirih.

"Tidak, Hyung. Perutmu sudah sakit 'kan? Aku tahu kau sedang menetralisir suasana dengan senyummu itu"

Sehun merasa kesal kepada Jongdae. Jongdae tersenyum palsu hanya untuk mengelabuhi bahwa dirinya baik - baik saja? Oh, Kim Jongdae, kau tidak bisa mengelabuhi adik kecilmu.

"Benarkah, Chen? Kalau begitu makanlah! Biar aku yang menyuapimu!"

Jongdae menatap Chanyeol dengan tidak senang. Tatapannya nyalang namun terlihat sendu. Tangannya yang berkeringat terkepal di atas meja.

Chanyeol yang kebetulan berada di sebelah Jongdae, ia mulai mengangkat sendok Jongdae.

"Buka mulutmu, Dae" Chanyeol menyodorkan sendok yang telah diisi nasi dan cuilan omlete.

"Ku bilang, tunggu Lay hyung dan Junmyeon Hyung" Jongdae mengalihkan wajahnya menatap tangga penghubung lantai satu dengan lantai dua.

September || Kim JongdaeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang