_Musuh Baru_

176 7 0
                                    

"Kali ini jarak?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kali ini jarak?"

****

Hari ini, rencana aku akan menjemput Aries di rumahnya dengan di temani sepeda motorku, angin lalu, jalan raya serta rindu yang tak berkesudahan. 

Kali, ini bukan aku yang memaksanya dia sendiri yang ingin pergi ke suatu tempat. Tidak seperti biasanya tapi sedikit ada kemajuan. 

Aku, pun tak tahu ia ingin di ajak kemana atau mau kemana?

Kalau, ke pelaminan aku selalu siap lahir dan batin yang tidak siap itu materi yang kupunya.

Aku, selalu siap mengikutinya mau dia kemana asal jangan ke Wc ataupun hal yang masih belum halal.

Biarpun ia meminta untuk berjalan beriringan sampe ke pucuk Bumi pun aku siap. Ke luar angkasa dengan pesawat terbang pun. Ahsiappp.

Tak, genggaman tangan pun tak apa yang penting selalu ada kata dekat di antara kita. Yang penting rinduku tak lagi mengeluh. 

Mengeluh, karna terlalu jauh darinya satu meter ku ibaratkan seribu hayalan tentang rindu ini. 

Aku, terkena rabies rindu. Obatnya hanya dia selalu dia bukan orang lain.

Akhirnya, jarak tak menjadi masalah dan musuhku lagi sekarang. Karna aku sudah berada di depan pagar bercat putih rumah minimalis milik Aries. 

Pippp... Pippp.. 

Aku, memencet klakson dua kali sebagai tanda jika calonya sudah datang. Waktu tak menjadi musuhku lagi malahan rasa tidak sabar melihat senyum itu. 

Menunggu, menatap, tersenyum. Hampir mirip orang gila yang lagi nongkrong di depan rumah.

Cinta dengan gila beda beda tipis tau apa perbedaanya? 

Orang, gila tak punya perasaan. Orang jatuh cinta terlalu tergila-gila dengan perasaan. 

Akhirnya, dan akhirnya tiba juga sang titipan bidadari yang terlihat dari bilik radius keberapa derajat Bumi.

Sangat menawan hingga hati ini tak merasakan laranya tentang waktu yang berputar. 

"Hayyy..  Udah lama nunggunya?" Katanya dan bertanya ketika sudah berada di dekatku. 

"Masih, belum."

"Maksudnya?"

"Kamu, masih belum jatuh hati dengan ku?" Tanyaku. 

Libra dan AriesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang