36. Galau

540 22 4
                                        

Author POV

Danu kebingungan melihat Keana yang terus menangis tiada henti. Mereka saat ini sedang duduk di salah satu kursi taman kota. Sudah hampir setengah jam Keana menangis disini.

Banyak orang yang berlalu lalang menatap mereka berdua. Danu dan Keana saat ini terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar.

"Udah dong ke jangan nangis malu gue dilihatin orang orang" ucap Danu menenangkan Keana.

Keana tidak merespon ucapan Danu. Dia tetap masih menangis. Kali ini Keana benar benar dibuat sakit hati oleh Aska.

Oh, jadi gini rasanya sakit hati gara gara putus ama pacar, pikir Keana.

"Bukan gue yang bikin nangis" ucap Danu ketika ada orang yang lewat didepannya menatapnya sinis. Menyangka bahwa Danu yang udah bikin Keana menangis.

"Jangan nangis lagi dong ke, nanti dikira gue yang bikin lo nangis"

"Bodo!!" jawab Keana dengan kentus

"Judes amat! Udah jangan buang airmata lo buat laki laki yang udah nyakitin lu ke" ucap Danu kembali. Kali ini ucapan Danu ada benernya.

Keana sedikit lebih tenang. Ada benarnya juga apa yang danu bilang. Airmatany terlalu berharga untuk menangisi Aska.

"Nah, gitu dong ke, dan gue minta maaf ya ke, gue gak bawa tisu. Lagiaan elu sih nangis gak bilang bilang dulu" ucap Danu

Keana terkekeh mendengar ucapan Danu.

"Nah, gitu dong senyum kan jadi tambah Jelek elunya... Mana ada ingusnya lagi" ucap Danu

"Resek lu" ucap Keana sambil memegang hidungnya.

****

Sepulang dari tutor anak anak 12 MIPA 4 memutuskan untuk berkumpul sebentar. Melepas penat diotak mereka yang sebentar lagi akan menghadapi berbagai macam ujian.

Canda tawa menyelimuti mereka. Menikmati kebersamaan yang mungkin sebentar lagi tidak akan bisa mereka rasakan lagi.

Kecuali satu orang anak yaitu Aska. Semua temannya begitu menikmati suasana saat ini bercanda bergurau bersama, menceritakan hal hal lucu ketika tiga tahun bersama di SMA. Namum, dirinya lebih memilih diam tak bicara.

Aska masih memikirkan kejadian yang baru saja ia alami. Putus dengan Keana. Saat ini Aska sedang memikirkan hal tersebut. Kata "PUTUS" yang keluar dari mulut Keana masih terniang niang dibenak Aska.

Jujur Aska saat ini benar benar menyesal. Mengapa ia bisa bingung dengan perasaannya sendiri ? Jika sudah ada Keana di dalamnya. Dirinya sungguh menyesal.

Benar! Benar apa yang dikata Davin di hari yang lalu. Bahwa ia tidak menyukai cinta lagi. Ia hanya terobsesi terhadap cinta. Hanya sekedar rasa rindu tidak lebih dari itu.

Karena sedang gusar Aska memutuskan untuk pergi keluar dari kafe. Membuat teman temannya kebingungan dengan tingkah Aska.

"Woy!! As! Mau kemana ? Belum selesai ini kita punya acara. Cemana pula kau ini ?" ucap teman Aska dengan logat bataknya.

"Dia kenapa Vin ? Putus sama keana ya ?" ucap Agnes teman perempuan Aska yang waktu itu pernah memotretnya dengan Keana.

Davin menganggukan kepalanya sambil meminum segelas kopi yang ada didepannya.

Aska&KeanaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang