LXII ; Coba sini cerita!

390 50 8
                                    

Taeyong mendongak, menatap Ten yang tertidur disofa sambil memeluknya

Helaan napas terdengar berat

Taeyong menghela napasnya kasar

Dia ingat ketika ibunya terus berkata "Kapan kalian akan menikah?"

Ini bukan sekedar menikah, tapi berkomitmen untuk status yang lebih serius dihadapan Tuhan nantinya

"Ten, aku tau, kamu pun tau, kita sama-sama punya ketakutan sendiri, lalu apa lagi?"

"Aku berharap, setidaknya ada keberanian dari diriku untuk mengikat janji suci dihadapan Tuhan denganmu"

×
×
×

"Kenapa Boo? Kok gelisah?"

Ten tersenyum, membawa makanan yang sudah selesai dimasaknya ke arah meja makan

Sedangkan Taeyong tergugup, sedikit kikuk dengan tatapan yang mungkin

"Tak apa"

Berbohong?

Ten terkekeh, kemudian duduk disebelah Taeyong, memegang pelan tangan Taeyong

"Coba sini cerita, ada masalah apa"

"Hm tak ada"

Ucap Taeyong, kemudian dia sibuk atau menyibukkan diri kearah makanan didepannya

"Kamu berbohong ya?"

Taeyong menggeleng, kemudian mencoba tetap fokus ke makannya

Sementara Ten menghela napasnya dengan pelan

"Taeyong, jujur, aku lebih suka kamu jujur, bukannya berbohong kayak gini-

-kalo kamu mau ngerubah semuanya, rubah aja, jangan perlahan-lahan kayak gini, kamu tau? Ini ngebuat aku ngerasa semakin jauh sama kamu"

Taeyong terdiam, dia berhenti menyendokkan makanannya

Menatap Ten yang menatapnya, matanya berair, namun Ten tetap tersenyum

"Aku capek Ten, tolong mengerti"

Ten tersenyum kemudian mengangguk, kemudian dia makan dengan diam

Sembari menahan air matanya

Sementara Taeyong ikut terdiam kemudian mengakhiri makannya yang belum selesai

"Aku selesai, aku keluar sebentar"

Hingga beberapa detik kemudian, Ten bisa mendengar suara pintu yang tertutup pelan

"Kamu berubah"

Hingga akhirnya Ten terdiam, membereskan semuanya setelah Taeyong keluar dari rumah

Kemudian dia ke kamar mereka dan menangis dalam diam

"Akhiri semuanya kalau itu maumu"

×
×
×

Taeyong datang, sudah hampir tengah malam baru balik dari acara menenangkan dirinya

Moodnya lebih baik daripada sebelumnya

Dia sadar, seharusnya dia tak bersikap seperti itu

Taeyong kemudian celingukan, mencari Ten yang tidak ada diruang tengah

"Ten?"

Taeyong bermonolog, kemudian berjalan menuju ke kamar karna yang ia pikir pasti Ten ada disana

"Ten?"

Sembari membuka pintu kamar, Taeyong memanggil Ten dan ya benar saja Ten ada didalam

"Ten? Udah tidur?"

Taeyong menutup pintu kemudian berjalan perlahan ke arah Ten

Ten memunggungi pintu, makanya Taeyong tidak bisa melihat Ten sudah tertidur atau belum

"Ten?"

Taeyong menatap Ten kemudian tersenyum

Tennya sudah tertidur

Kemudian dia mencium kening Ten dan mengelus pelan pipi Ten

Hingga dia sadar, ada tetesan air mata disitu dan mata Ten sedikit bengkak jika dilihat dari dekat

"Maaf membuatmu menangis, besok aku akan ceritakan semuanya, dan membuat semuanya final"

Taeyong sekali lagi mengecup perlahan kening Ten

"Semuanya akan baik-baik aja, gak ada kata berpisah"

×
×
×
×
×

©MamaCeceh2k19

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 16, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

A. Marshmallow; TaeTen✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang