Bukan hanya Andin yang kaget melihat Arka datang dengan kakaknya yaitu Marisa atau lebih tepatnya Alena, begitu juga dengan Alena yang bingung harus berkata apa yang jelas ia tidak tahu bagaimana Arka bisa mengenal adiknya Andin dan sekarang ia tahu alasan Arka selalu ke pergi Jogja.
Alena juga baru mengetahui bahwa adiknya sakit, tapi ia tidak tahu adiknya sedang sakit apa.
“Alena siapa yang membawa kamu kesini?” tanya Andry yang melihat putri pertamanya berada di rumah sakit.
“Ayah,” ucap Alena menatap Andry penuh amarah, Arka yang melihat Andry seperti orang yang kesal melihat keberadaan Alena di ruangan Andin di rawat.
“Siapa yang membawa kamu ke sini, kamu enggak boleh disini, ikut Ayah pulang, “ tangannya di seret keluar dari dalam ruangan itu, namun tangan satu laginya di tahan Arka.
“Saya om yang bawa Alena kemari, saya juga baru tahu kalau mereka berdua bersaudara,” kata Arka memperjelas.
“Apa yang kamu lakukan membahayakan Alena, lepaskan tangan putri saya,” Andry menepis tangan Arka.
Alena masih dalam keadaan kebingungan, ia ditarik keluar dalam ruangan menuruti keinginan Andry—ayahnya. Apa yang sebenarnya terjadi, ia terus-terusan di perlakukan seperti ini, sikap seperti ini yang membuatnya malas pulang ke Jogja. Jengah terus-terusan dipaksa pulang, ia menepis tangan ayahnya.
“Ayah lepas, udah cukup aku udah jauh dari ruangan itu, udah puas, sebenarnya apa sih yang terjadi?” tanya Alena menatapnya ayahnya dengan raut kesalnya.
“Kamu enggak perlu tahu apa yang terjadi, ayah hanya ingin kamu pulang ikut dengan ayah ke rumah,” ujar Andry tapi putri pertamanya itu sangatlah keras kepala.
“Enggak, aku enggak mau pulang,”
“Kamu harus pulang!”
“Alena..”
“Bunda,” spontan Alena memeluk Sarah ibunya.
“Ada apa ini?” tanya Sarah menatap Andry.
“Sudah ayo kita pulang nanti saja bicaranya,”
“Aku enggak mau pulang Ayah, aku mau disini sama Arka,” elak Alena kesal.
“Alena dengarkan ayahmu Nak, kita pulang dulu ya ke rumah, kita bicarakan baik-baik di rumah,” Alena terdiam, mau menuruti ucapan ibunya.
Mereka bertiga bergegas pulang, sedangkan seorang pria berdiri dengan rasa kebingungannya, Arka berdiri sedari tadi dari jarak agak kejauhan menyaksikan perdebatan seorang anak dan ayahnya, niat hati ingin menghampiri tapi ia tidak berani.
***
Alena kesal di dalam mobil tidak ada obrolan diantara ketiganya hanya ada keheningan, dan sekarang mereka telah sampai di rumah, ia tidak di beri penjelasan justru Alena secepatnya di suruh masuk ke kamarnya dan mereka berdua kembali ke dalam aktivitasnya yaitu ke rumah sakit.
Alena hanya menjumpai neneknya yang terkejut melihat kedatangan cucunya.
“Kamu ke sini sama siapa?” tanyanya seraya menatapnya bingung.
“Arka,”
“Syukurlah, Nenek pikir kamu enggak akan pernah mau kesini,” ucap Neneknya.
“Nek.. Alena boleh nanya enggak?”
Ningrum mengangguk, “Boleh kamu mau tanya apa?”
“Andin sakit apa? Kenapa sampai di rawat di rumah sakit segala, terkena penyakit parah,” tanyanya asal.
“Kamu kalau ngomong, adik kamu Andin hanya sakit biasa terkena demam,” Alena tidak percaya dengan jawaban neneknya, sama saja seperti yang lainnya.
Alena berinsiatif akan mencari tahunya sendiri sakit apa yang menimpa Andin adiknya itu, jika benar hanya sakit biasa mengapa ayahnya sampai mengatakan pada Arka jika pria itu membawa Alena ke rumah sakit, membahayakan Alena, ini sangat mencurigakan di tambah lagi Alena selalu di jauhkan dari adiknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Boyfriend Is Duda (END)
RomansaSeorang gadis berusia 22 tahun tengah mencoba menaklukan hati Pria yang ternyata berstatus seorang duda. Pertemuan yang tidak disengaja membuat jalinan hubungan mereka semakin dekat. Sampai akhirnya keduanya terjerat dalam permainannya mereka sendir...
