Bagian 31

3.2K 219 52
                                        


"Hyunnnnn!! Cembalikan mochi chim!"

"Ambil sendiri Jiminie, berusahalah Terus"

"Tak campaiii!"

"Hahaha kau pendek Jiminie.. "

Jimin memberhentikan  lompatannya, menatap Namja kecil di depannya yang masih mengangkat tinggi Mochi milik Jimin di tangannya. Mulut kecilnya sudah menekuk, mata nya juga menyipitmenyipit, membendung cairan bening yang siap mengalir

"Hikss Taetae.. hyunggg hikss"

Taehyung yang mendengar isakan Jimin, segera mendatangi nya "waeyo Chim? Kenapa menangis?" Tanpa aba aba Jimin memeluk Taehyung dengan eratnya, menyembunyikan  wajahnya di pundak Taehyung sambil terisak di sana "hyunn.. mochi chim... Hikss di ambil kuukie hyun hikss.." Dengan tangannya yang menunjuk Jungkook

Segera Taehyung menatap Jungkook  yang masih kwatir melihat Jimin menangis dengan tatapan sinis, "kembalikan mochi milik Jimin!" . Merasa di bentak Taehyung, Jungkook akhirnya menyerahkan mochi Milik Jimin "Jiminie.. Mian.. Ini hyung kembalikan.."

Jimin mengintip kecil Jungkook yang sekarang berada di depannya, tanganya terulur untuk meminta Michi miliknya kembali. Setelah mochi nya sudah di tangannya Jimin terseyum "Mochi! Chim!", Jimin menyantapnya dengan senyum yang masih mengembang di wajah imutnya

Tapi di sana Taehyung dan Jungkook sedang bertatap tatapan akan memulai adu mulut pastinya /maksudnya kelahi gaes/, "awas kau berulah lagi"

"Ck! Aku hanya bermain"

"Tapi permainan mu itu tak asik bodoh!"

"Yak! Jangan mengatai aku bodoh Taehyung!"

"Mana kesopanan mu!"

"Emang aku peduli?! Ck! Sorry tidak sama sekali"

Taehyung sudah sangat geram jika saja Jimin tak dalam dekapannya ia pasti sudah akan berkelahi dengan Jungkook untuk kesekian kalinya,,,

*

Sebulan lalu setelah kepergian Namjoon, semua yang ada di rumah menjadi berubah, dari yang bisanya mengumpul dan bercanda tawa sekarang sudah sering berdiam, yang dulu bisanya selalu menggombal di pagi hari sudah tidak ada, semenjak kejadian yang menewaskan seorang namja bernama lengkap Kim Namjoon, apapun berubah bagi Seokjin

Seperti sekarang Seokjin sedang menikmati segelas teh hangat di balkon kamarnya, sambil mata indahnya memperhatikan langit yang cerah di pagi hari sabtu ini, ia tak melakukan kegiatan apapun karna sudah ada seorang pembantu di rumah besarnya.

Sesekali Jika Seokjin memandang langit ia pasti selalu bertanya 'bagaimana keadaan mu Namjoon ah?? Apa kau senang di sana? Apa kau tak merindukan kami.. Kenapa secepat ini?? Kau sudah janji akan selalu ada untuk ku dan Jimin,, tapi apa ini kau pergi duluan.. Hikss... Aku Merindukanmu Joon ah.. Hiks..Sangat merindukanmu..' dan berakhir dengan tangisan kecil karna rindunya

Bagaimana dengan Jimin?? Anak itu tak banyak berubah hanya saja setiap malam Jimin akan merindukan mendiang sang appa, lebih sering merengek, ia juga akan terus bertanya 'capan appa ulang? Chim lindu' atau 'chimchim lindu appa,,, chimchim inin eluk appa caat bubu..', Seokjin yang mendengarkan keluh sang anak hanya mendengarkannya dengan terisak tak dapat melakukan apapun selain pelukan kecil dan beberapa bisikan baik bahwa appa nya pasti akan pulang. Ia berbohong demi kebaikan sang anak, itu pikirnya

Dan selama Namjoon pergi, Jimin selalu di datangi Taehyung dan Jungkook untuk sekedar mengajaknya bermain atau melakukan hal menyenangkan yang bertujuan agar Jimin tak selalu memikirkan sesosok appa di matanya.

.

"Amma! Ammaa!" Jimin berlari kecil menuju Seokjin yang masih duduk di Balkon kamarnya

"Nee Jiminie.. Ada apa?" Jimin naik kepangkuan Seokjin dengan cepat

LITTLE CHIMMY [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang