Aku terdiam menatap pemandangan indah dibawah sana. Sebuah lembah yang cukup dalam menghipnotis diri ku ditambah angin sore yang berhembus lembut semakin membuat ku tak ingin berkedip walau sedetik saja.
Levi membawa ku dan Eren ke tempat ini katanya dia ingin mengenalkan semua tempat yang squad nya suka. Hati ku menghangat ketika mengetahui rencana nya. Kapten cebol ini ternyata baik juga.
"Bagaimana?" Tanya Petra di sebelah ku. Aku mengangguk seraya memasang wajah penuh binaran yang mungkin akan terlihat bodoh oleh Levi.
"Indah. Sangat indah!"
"Benarkan? Kapten yang menemukan tempat ini."
"Kapten?" Tanya ku tak percaya. Petra hanya mengangguk sebagai jawaban. Pria berumur berwajah datar itu ternyata juga menyukai hal keindahan seperti ini.
Aku menghirup nafas dalam kemudian menghembuskan nya perlahan. Mengangkat kedua tangan keatas, merenggangkan otot otot yang terasa kaku.
"Rasanya aku tidak ingin pulang kak." Ucap ku pada Petra.
"Tidak boleh begitu kita harus pulang sebelum malam ayolah. Kapan kapan kita bisa kesini lagi."
Senyum ku hilang. Pulang? Sudah pulang ke markas? Perjalanan ke sini itu tidak mudah tau. Aku harus berjalan menelusuri dalam hutan sebelum sampai kesini. Memang perjalanan dan prosesnya sangat susah dan melelahkan akan tetapi bayaran yang diberikan juga setimpal. Setelah melihat keindahan lembah ini seketika rasa penat ku hilang entah pergi kemana.
Pulang artinya aku harus berjalan menelusuri hutan itu lagi, mungkin hingga malam nanti kita belum keluar. Aku mendongak menatap matahari yang semakin tenggelam begitupun dengan pemuda titan di samping ku.
"Kapten." Panggil ku memecah lamunan nya.
"Ha?"
"Kita menginap saja disini bagaimana? Hari sudah hampir malam dan berada di dalam hutan di malam hari itu tidak baik." Saran ku menatap nya.
Levi terdiam sejenak. Menghela nafas sebelum akhirnya menjawab.
"Menginap? Kita tidak membawa peralatan menginap apapun kau tau? Hanya badan yang kita bawa dimana kau akan tidur? Atas pohon? Silahkan. Aku tak sudi melakukan nya."
Aku mendengus kecil. Alasan nya bisa saja dibuat buat pandai sekali dia berkelit. Dia prajurit terkuat titel terkuat yang komandan Erwin miliki masa hanya karena menginap disini menjadi masalah besar untuk nya?
"Baiklah maaf."
"Ayo pulang." Perintahnya pada yang lain. Aku sekali lagi menghela nafas pasrah. Sampai jumpa lembah indah kapan kapan aku akan mengunjungi mu lagi.
"Dadah lembah." Ucap ku sebagai salam perpisahan.
Ku dengar sebuah kekehan pelan dari sebelah ku. Ketika menoleh ku dapati wajah saudara tiri ku Eren tengah tertawa kecil menatap ku. Kening ku berkerut, ada yang lucu ya?
"Kenapa tertawa?" Tanya ku sedikit tersinggung membuat pemuda titan itu menghentikan tawa kecil nya.
Banyak orang bilang jika Eren tengah seperti itu maka wajahnya akan dua kali lipat lebih tampan dari sebelumnya namun menurut ku biasa saja. Tambahan ketampanan yang mereka bilang itu dilihat dari sisi mana?
"Tidak, lupakan saja. Sebaiknya kita cepat menyusul kapten." Jawabnya kemudian berjalan mendahului.
Aku hanya bisa mengekorinya dengan langkah gontai.
《♡●♡●♡●♡●♡●♡●》
Ruangan itu sunyi hanya menggemakan suara sang komandan yang tengah berbicara menerangkan rencana eksekusi diluar dinding yang akan dilakukan satu bulan kedepan. Dengan wajah tegas nan serius ia berbicara seraya menatap satu persatu anggota squad Levi. Dalam rapat ini hanya di hadiri oleh beberapa anggota squad Levi dan juga squad Hanji. Komandan itu bilang ia melakukan rapat seperti ini agar rencana nya terkendali dengan benar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Who Will Be Hurt? [End]
RomanceDirinya merapatkan mantel yang dikenakan nya guna menghalau rasa dingin. Fikiran nya kosong serta dirinya tak tau harus pergi kemana. Sebuah fakta yang sangat memukulnya ini membuatnya hampir hilang kendali. Ia berhenti melangkah di sebuah jembatan...
![Who Will Be Hurt? [End]](https://img.wattpad.com/cover/188126546-64-k992573.jpg)