Tok.tok.tok.
Aku mengetuk pintu ruangan direktur. Aku menarik nafas. Mencoba bersikap tenang.
“Masuk” perintah suara laki-laki dari dalam ruangan.
Tarik nafas Lovi hembuskan, tarik nafas hembuskan. Aku memegang knop pintu dan masuk. Dia duduk membelakangi meja kerjanya.
“A...ada apa bapak memanggil saya?” tanyaku gugup membuka suara.
Dia berbalik melihatku. Deg mata kami bertemu. Dia menatapku tajam dengan wajah dingin. Tenang Lovita. Kamu jangan takut menghadapinya. Dia hanya manusia biasa sama seperti denganmu.
Dia berdiri lalu bersandar di depan meja kerjanya masih menatapku. Aku menjadi risih dibuatnya. Apa penampilanku aneh sampai segitunya melihatku dari ujung kepala sampai ujung kaki. What kaki !!! Aku lupa kalau aku sedang memakai sepatu kets.
“Kamu mau kerja atau mau ke mol?” ketusnya melihat sepatuku.
“Maaf pak” hanya itu yang keluar dari mulutku.
“Lovita Chandra !! Kamu pasti tidak lupa dengan kejadian kemaren kan?” tanyanya.
Deg. Aduh dia membahas kejadian kemaren yang membuatku harus memakai sepatu kets seperti sekarang. Aku terdiam.
“Aku mau buat perhitungan denganmu” aku melongo mendengarnya...perhitungan??
Oh jadi dia dendam denganku rupanya. Dasar manusia songong. Makiku dalam hati.
“Mobil mulusku jadi lecet karena ulahmu...Biaya servisnya sama dengan dua bulan gajimu. Jadi kamu bekerja dua bulan tanpa digaji” katanya datar masih melihatku.
“Apa pak!!! Ini nggak adil, semua itu kan gara-gara bapak main lari aja” kataku tidak terima.
“Dasar tidak bertanggung jawab” gumamku pelan.
“Apa kamu bilang, aku tidak bertanggung jawab” sahutnya marah. Aduh dia denger pula tuh kuping tajam juga rupanya.
“Aku sudah memberimu uang tapi kau tolak, masih dibilang tidak bertanggung jawab” lanjutnya kesal.
Aku diam saja menahan amarahku.
Huh percuma juga meladeninya berdebat posisiku tetap akan kalah disini yang bosnya kan dia. Dia lalu duduk lagi di kursi empuknya.
“Kenapa masih disini. Cepat bersihkan kulkasku dan ganti dengan isi yang baru” perintahnya.
“Itu bukan tugasku” kataku menolaknya.
“Memangnya pak Hasan belum memberitahumu ya? Tugasmu sekarang dan seterusnya adalah membersihkan ruanganku dan semua keperluanku di ruangan ini. Mengerti!!" Tegasnya.
Hah..jadi aku akan bertemu manusia songong ini setiap hari. Oh tidak!!! Ampunilah dosaku ya Allah. Kenapa Engkau pertemukan hambamu ini dengan manusia yang bisa menaikkan tensi darahku. Ugh..
Aku berbalik dan segera keluar dari ruangannya tanpa permisi lagi.
“Mau kemana?” tanyanya. Aaaargh.
“Tadi bukannya bapak menyuruh saya pergi” jawabku menahan amarah. Kesabaranku hampir jebol.
“Oh ya. Sudah sana” katanya menggunakan tangannya menyuruhku keluar.
Aku mendengus kesal sambil keluar dari ruangannya.
Continue
KAMU SEDANG MEMBACA
Paradise (Complete)
Ficción GeneralApa jadinya jika menikah dengan pria yang menjengkelkan bagi Lovita. Pria yang bisa membuatnya darah tinggi. Apalagi mereka menikah karena accident memalukan. Salah masuk kamar ??? Baca cerita serunya... Rank #31 - hotel 17 Juni 2019 Rank#69 - acci...
