34. Meluapkan amarah

14.4K 806 5
                                        


“Aku akan melaporkan kejahatannya ke polisi dan  menyerahkan bukti-bukti yang selama ini ku simpan” kata Pram.

“Mas, apa om Seno akan percaya kalau mas adalah Pram keponakannya yang ternyata masih hidup ?” kata Lovita khawatir.

“Tenang saja sayang, aku akan kembali menjadi Pram tidak seperti ini lagi” ujar Pram meyakinkan Lovita.

“Mas kita harus memberitahu papa, bagaimana pun om Seno kan adiknya” saran Lovita.

“Papa sudah tahu semuanya sayang” Pram tersenyum menatap istrinya yang melongo.

“Maksud mas, papa udah tahu kalau mas Ayyass adalah mas Pram?” tanya Lovita. Pram mengangguk.

“Kok...jadi papa juga tahu kalau selama ini mas masih hidup?” Pram mengangguk lagi.

Mulut Lovita terbuka dia benar-benar tidak percaya ayah dan anak bersandiwara selama dua tahun. Jadi papa mertuanya tahu kalau selama ini anaknya masih hidup.

“Mama?” tanya Lovita.

“Mama tidak tahu, hanya papa yang tahu. Aku selalu berkomunikasi dengan papa setelah kecelakaan itu. Sayang sebenarnya aku ingin langsung pulang tapi papa melarangku dan menyuruhku untuk menghilang dulu dan mengembangkan hotel papa yang ada di Lombok. Dari keuntungan hotel di Lombok bisa membantu Paradise makanya aku bisa berpura-pura menjadi investor Paradise"

“Mas, kau tega sekali membuatku jadi seperti ini” tatap Lovita marah.

Jika dia harus mengingat kejadian dua tahun yang lalu. Rasanya dia tidak sanggup menjalani hidup sendirian.

“Sayang, tolong mengertilah aku terpaksa harus melakukan itu” balas Pram menatap Lovita.

“Dua tahun bukan waktu yang sebentar mas...hatiku porak poranda. Dua tahun hidupku terasa hampa...aku menjalani hari-hariku hanya demi Ayyass anakmu” Lovita masih menatap suaminya marah dengan airmata merembes di pipinya.

“Lovita, kau pikir aku tidak tersiksa tidak bertemu denganmu? Aku sangat tersiksa jauh darimu apalagi setelah papa mengabari kalau anak kita sudah lahir. Kau bayangkan aku lebih tersiksa lagi tidak bisa menemanimu melahirkan dan mengadzani bayi kita. Tapi demi keluarga kita demi Paradise yang diambang kehancuran, aku mengubur dalam-dalam rasa rinduku kepadamu dan anak kita” Pram menahan emosinya.

Lovita harus tau alasan dia melakukan itu semua. Lovita menangis terisak ternyata dia dan suaminya sama-sama tersiksa dengan keadaan yang menimpa kehidupan mereka.

Pram menarik Lovita ke dalam pelukannya. “Maafkan aku” bisik Pram.

Badan Lovita berguncang dalam pelukan Pram, dia menangis sejadi-jadinya.

Continue

Paradise (Complete)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang