MR.ZEROUN - 1

5.4K 250 4
                                        

Happy reading..
Ps : typo bertebaran..

....

Emil kini berada dirumah sakit ternama di Italia, ia menunggu persalinan sang istri, yaa Dara sedang berjuang untuk anaknya, namun ia tak yakin akan ada kehidupan untuk dirinya sendiri.

Briana, Arsen, Edzard, dan Rea menunggu bersama Emil.

Seorang dokter keluar, "Bagaimana keadaan istri dan anak saya?", tanya Emil to the point.

"Selamat tuan bayimu perempuan persis seperti ibunya", ucap sang dokter, semuanya merasa lega, namun tidak dengan ucapan sang dokter selanjutnya.

"Tapi maaf tuan, istrimu tidak bisa diselamatkan, ia mengalami pendarahan hebat setelah melahirkan".

Emil menegang dengan kata-kata yang diucapkan dokter, dan emosinya mulai memuncak mendengar sang istri telah tiada.

"JANGAN BERCANDA!!, DIA MASIH HIDUP BUKAN?, KAU JANGAN MEMBOHONGIKU", teriak Emil pada sang dokter.

"Kak, tenanglah ini rumah sakit, dokter tidak mungkin berbohong", ucap Rea menenangkan Emil.

"BAGAIMANA AKU BISA TENANG REA!, ISTRIKU SUDAH TIDAK ADA!", bentak Emil, dan seketika pintu persalinan terbuka, menampilkan seseorang terbaring dengan tertutup kain putih, dan seorang suster menggendong bayi mungil.

"DARAA!!!"

Emil terbangun dari mimpinya, ia mengusap wajahnya secara kasar, dengan cepat ia bergegas untuk membersihkan diri dan bersiap untuk ergi ke kantor.

Dok! Dok! Dok!

"Daddy!, ayo kita sarapan", ucap Stela yang mengetuk pintu kamar Emil.
Emil membuka pintunya dan menggendong Stela tidak lupa memberikan kecupan diwajah kecil Stela.

"Daddy hentikan geli hahaha", tawa Stela saat bulu halus di rahang Emil mengenai wajahnya.

Tawanya mirip sepertimu sayang batin Emil yang mengingat Dara.

"Baiklah, ayo kita makan", ucap Emil.

Mereka menuruni tangga dan menuju ke ruang makan.
"Morning grandpa, grandma, uncle Ed, dan aunty Rea", sapa Stela dengan ceria.
"Morning sayang", balas mereka.

Stela mencari seseorang yang sudah lama ia tunggu namun sampai sekarang ia tidak menemukannya.

"Ada apa sayang?", tanya Emil.
"Daddy, kenapa lagi-lagi mommy tidak ada?", tanya Stela dengan polosnya.

Semua terdiam mendengar apa yang diucapkan Stela.
"Sayang mommy sedang sibuk, mungkin nanti ia akan datang", balas Emil dengan lembut. Kini wajah Stela yang semula ceria menjadi cemberut.

"Kenapa mommy selalu sibuk?, apa mommy tidak sayang stela? Stela tidak mau makan jika mommy tidak ada", ucapnya lalu berlari menuju kamarnya.

"STELA!", teriak Emil memanggil gadis kecilnya.

"Sudah Em, lebih baik kau berngkat ke kantor saja, biar momy yang mengurus Stela", ucap Briana.

"Maafkan aku mom, aku selalu merepotkanmu", ucap Emil.
"Tidak apa sayang", balas Briana sambil mengecup kening putra sulungnya.

.....

Kini Emil berada dikantornya, ia selalu memikirkan Stela yang selalu menginginkan sosok seorang ibu.

Tok!tok!tok!

"Masuk", perintah Emil.

"Permisi tuan, ini beberapa foto yang sudah kami cari untuk menjadi sosok ibu untuk nona Stela", ucap Zein tangan kanannya Emil.

BOOK 2 : MR ZEROUN [Lengkap]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang